Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Percaya diri


__ADS_3

Clarisya yang berada diruanganya kedinginan karna ia Lupa menurunkan suhu ruangan dan terlalu fokus dengan meeting tadi pagi hingga membuat nya bolak-balik ke toilet.


Saat Clarisya menuju toilet ia seperti mendengar suara wanita menagis tetapi suaranya seperti ditahan.


"Masak ada hantu siang-siang begini"Guman Clarisya


Akhirnya ia memberikan diri untuk masuk tetapi sebelum itu ia akan meminta doa dan pertolongan.


"Ibu, Bapak tolong cla nanti kalau nyawa cla tiba-tiba ingin dicabut tolong minta setannya negosiasi dulu ya,kalau bisa minta dia akan mencabut nyawaku setelah aku punya suami yang tajir"Ucap cla dengan memejamkan matanya.


Ia akhirnya memberanikan diri masuk setelah ia masuk suara itu hilang berganti seseorang perempuan yang Clarisya kenal dari belakang.


"Sha"Panggil Clarisya dengan mendekati nya


"Oh kau cla"Jawab alesha dengan melihat pantulan di cermin


"Kau kenapa dan mengapa matamu seperti habis menagis?"Tanya cla


"A, a, aku oh itu nggak sengaja seperti nya kemasukan semut"Bohong alesha dengan membersihkan matanya dengan tissu


"Kau jangan bohong sha, aku tahu kau pasti habis menagis apa ada masalah? "Selidik cla


"Tidak, Tidak ada cla, kau ini kenapa tiba-tiba menginterogasi ku"Elak alesha


"Lihat saja kau pasti sedang berbohong,aku tahu sha pasti kamu sakit hati lagi karna seseorang, ya tuhan sampai kapan kau menyiksa sahabatku yang satu ini hidupnya sudah sulit malah kau tambah persulit lagi"Lamun cla


"Cla"Teriak alesha


"Kau ini malah melamun"Ucap alesha


"Yasudah ya aku mau kembali lagi pekerja an ku masih banyak"Ujar alesha


"sha"ucap pelan cla tetapi sayangnya alesha sudah pergi dari dalam toilet


"Sudahlah nanti saja"Guman Clarisya


...****************...


"Kau dari mana sha? "Tanya galen


"Habis dari toilet pak, Biasa wanita kalau lagi datang bulan"Bohong alesha lagi


"Begitu,kalau kamu sakit izin saja setahuku kan perempuan kalau datang bulan perutnya katanya sakit sampai bikin ia nagis nagis"Ucap galen dengan memberikan berkas kepada alesha


"Tidak pak terimakasih, ini untuk apa? "Tanya alesha kala mengambil berkas


"Tolong minta tanda tangan tuan arzan karna ini surat persetujuan tender dari PT. Galang"Ucap galen


"Hmm baiklah kalau begitu aku permisi"Kata alesha meninggalkan galen.


...****************...


Ruangan kantor yang seharusnya menjadi pusat pekerjaan,tetapi disini seorang mahluk masih saja berbincang kala mengingat masa kecilnya bahkan ia sampai lupa dengan kewajiban nya dan siang sudah datang.


"Ternyata kau kila, sungguh aku kira akila yang mana"Guman arzan


"Iya kak,emang siapa lagi aku tadinya sempat ragu tapi tante memaksakan yasudah akhirnya aku mencoba menemui mu ternyata kau dulu teman masa kecil yang dulu digosipkan waktu sd oleh teman-teman kita akan berjodoh"Ucap akila dengan tersenyum


"Itu hanya masa kecil kila, sekarang kan sudah dewasa jadi tidak ada sangkut paut nya"Tegas arzan

__ADS_1


"Ya kau benar kak, Yasudah aku juga ingin pamit karna aku ada janji dengan papa dikantor"Ucap akila


Tok, Tok


"Masuk"


"Maaf pak ini ada surat persetujuan dari PT. Galang"Ujar alesha memberikan surat


"Cepat sekali galang, baiklah kau taruh dimeja"


"Oh tunggu kau berikan saja padaku"Kata arzan


Alesha pun memberikan berkas tersebut kepada arzan dengan melewati tangan akila terlebih dahulu.


Deg!!


"Kenapa ia melihat ku seperti itu"guman alesha kala melihat akila menatapnya tajam


"Baiklah pak saya permisi"Ujar alesha


"Tunggu!!"


Arzan melirik ke akila, akila yang sudah kenal dan dekat ia paham apa arti tatapan arzan kepadanya, ia segera pamit.


"Ada apa pak? "Tanya alesha memberanikan diri


"Tidak ada "Jawab arzan


"Sabar sha, Dasar es balok,kutub es"Kesal alesha dalam hati ia akhirnya pergi tanpa pamit dari ruangan arzan


...****************...


Seseorang laki-laki parubaya diperbolehkan masuk begitu saja oleh penjagaan yang ketat dilakukan entah siapa orang tersebut.


Sampai didepan pintu masuk supir menghilang untuk memarkirkan mobil, tetapi laki-laki parubaya tersebut kagum dengan masion malik.


Ia memasuki mansion dan diantar oleh mbok lela untuk masuk kedalam.


"Apa kabar mirza? "Tanya orang tersebut


"Seperti yang kau lihat Kawan"Jawab tuan mirza


"Wahh seperti nya kau sudah berkembang"Lirik laki-laki tersebut


"Tentu, ini semua hasil dari kerja kerasku selama ini"Jawab tuan mirza


"Aku akui kau memang pintar"Puji laki-laki tersebut


"Ada apa kau kesini Khatri? "Tanya tuan mirza


"Santai saja mirza, kau sendiri yang mengundang ku untuk kesini"Jawab khatri dengan minimum kopi


"Maksudmu? "Tanya tuan mirza


"Tetapi dimana keponakan ku? "Tanya balik khatri


"Ia sedang berkerja, Lalu aku tanya untuk apa kau kesini setelah sekian lama?Ucap tuan mirza


"Kau ini masih saja emosi seperti dahulu"Elak Tuan khatri

__ADS_1


Khatri mahedra Hars ia adalah paman dari arzan saudara dari tuan mirza, mereka dulu adalah sahabat yang saling membantu tetapi karna keserakahan tuan khatri ia akhirnya memutuskan hubungan persahabatan dengan tuan mirza.


Kala ia sudah mendapatkan apa yang ia dapatkan dahulu, sekarang ia kembali entah apa yang ia fikirkan saat ini.


...****************...


Telepon seseorang berdering nyaring hingga membuat seseorang tersebut menghembuskan nafasnya.


"Halo ada apa? "Tanya arzan


"Begini tuan, paman anda datang di mansion"Sampai seseorang diseberang


"Apa kau bilang beraninya ia"Jawab arzan dengan menggebrak meja kaca yang ia gunakan sampai hancur dan barang-barang jatuh entah kemana


"Awasi dia dan tunggu aku"Perintah arzan ia langsung mematikan telepon nya


"Galennn"Teriak arzan ia menyanbar jas yang ia gantung


"Iya tuan"Jawab galen


"Pulangkan semua karyawan dan sekarang juga antar aku ke mansion"Perintah arzan


Alesha hanya tertegun karna ia melihat tangan arzan yang berdarah sehingga ia tidak sengaja menyentuh tangan arzan dan arzan menatapnya dengan tajam sedangkan galen ia masih pergi untuk menghubungi para staf yang lain


"Apa yang kau lakukan"Ucap arzan dengan kemarahan dan menghempaskan tangan alesha


"Kau ini bodoh atau gimana, tangan berdarah malah diam, setidaknya obati dulu baru marah-marah"Teriak alesha ia langsung menyambar laci yang ada dimejanya dan mengambil Kotak P3K


"Beraninya gadis kecilku"Guman arzan dengan menatap tajam


"Sudahlah duduk, kau tidak perlu menatapku begitu,aku tahu aku cantik"Ujar alesha dengan menetesi obat ditangan arzan


"Cihh percaya diri sekali anda nona"Sahut arzan


"Semua orang memang harus percaya diri tuan,tetapi ada kalanya percaya tersebut menjadi rasa sakit yang paling dalam"Lirih alesha menata kotak p3k


"Ha"ucap arzan


"Sudahlah tidak usah dipikirkan lagipula tidak ada hubungannya denganmu, lebih baik jika punya masalah jangan marah-marah dahulu"Kata alesha membersihkan luka arzan


"Hmm"arzan hanya berdehem dan menatap alesha dengan senyuman


Padahal sekarang seseorang telah memperhatikan mereka berdua dari luar lif, galen yang telah kembali dari kantor bawah ternyata menatap tuanya dan alesha secara diam-diam.


"Coba saja nona alesha jadi istrinya tuan"Guman galen dalam hatinya. Ia lebih memilih tidak mengganggu dan menunggu


"Selesai"Ucap alesha ia berdiri sedangkan arzan ia masih duduk si kursi milik galen


"Baiklah"Sahut arzan ia langsung pergi meninggalkan alesha tanpa berterima kasih


"Yatuhan dasar laki-laki tidak tahu sopan santun"Ucap alesha setelah arzan menghilang dari lif


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...🌺🌺🌺...


...🌼🌼🌼...


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2