Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Dasar gadisku


__ADS_3

"Galen kau cari arsip produk lama dari beberapa perusahaan yang telah berkerja sama"Perintah arzan melalui telp


"Dan Cepat beli makanan indonesia saya tunggu lima belas menit lagi"sambung arzan mematikan telp tanpa mendengarkan apa yang dikatakan galen.


"Aishh tuan ada ada saja"Gerutu galen seketika ia membereskan dan mengambil kunci mobil dari laci dengan tergesa-gesa.


"Kak galen apa yang kau cari? "Tanya alesha saat memasuki ruangan dan melihat galen mengotak atik laci kerjanya


"Apa kau melihat kunci mobil, oh astaga satu menit hampir habis"Ucap galen dengan kesal melihat jam tangannya


"Bukankah itu kunci mobil"Tunjuk alesha pada rak gantung didekat jas kerja galen,galen pun menyadari langsung mengambil kunci mobil


"Tunggu kak apa kau perlu bantuan? "Tanya alesha karena ia merasa kasian nelihat galen


"Oh astaga sha bisakah kau membantuku tolong cari arsip penjualan produk dari beberapa perusahaan di ruang arsip bawah"Ucap galen ia langsung berlari menuju ke lif


"Baik"Teriak alesha melihat galen menuju ke lift


"Huuuu, baiklah alesha kau kuat"Ucap alesha menyemangati dirinya alesha segera turun ke bawah dan menuju ke ruang arsip.


...****************...


Disisi lain


"Waktuku cuma tinggal tiga belas menit kurang dari sepuluh"Guman galen melihat jam nya ia berlari tergesa-gesa tanpa menghiraukan beberapa orang yang memanggilnya


"Apa aku keruangan alesha saja ya?"Tanya clarisya dengan membawa box makanan yang ia pesan untuknya dan alesha


Takkkkkk


Galen dan cla tak sengaja bertabrakan hingga membuat kotak makan cla terjatuh dan berhamburan ke lantai, cla yang hampir jatuh ke lantai sontak saja galen menangkap tubuh cla hingga membuat mereka tak menyadari dimana mereka berada


"Ah maaf nona nanti saya ganti, saya buru-buru"Ucap galen membantu cla berdiri

__ADS_1


"Hei tunggu dulu, kau ganti dulu dasar CICAK"tTeriak cla kepada galen tanpa rasa takut walaupun ia tahu jika galen seketaris arzan, galen hanya menolehkan badannya dan menatap tajam clarisya tapi cla hanya menanggapinya dengan biasa. Galen pun tak bisa membela dirinya kali ini karena gara-gara arzan.


"Ahhhkan masa aku tak jadi makan"Guman cla melihat box nya berhamburan ia pun meminta ob untuk membersihkan nya karena ia juga tak berselera makan


...****************...


"RUANG ARSIP"


alesha pun memasuki ruangan arsip ia baru pertama kali masuk,banyak beberapa berkas yang tertara rapi menurut tanggal dan nama beberapa perusahaan ada juga arsip VIP yang membutuhkan akses sidik jari yang alesha lihat.


"Baiklah aku harus mulai dari mana"Guman alesha melihat sebanyak berkas berjejeran


Alesha mencoba membaca beberapa tulisan yang tertera di berkas, entah sudah berapa kali ia berkeliling di ruang berkas sampek tak menemukan satupun berkas yang akan ia bawa ke ruangan arzan.


"Galen kenapa lama sekali, tinggal beberapa jam lagi ayah akan datang"Guman arzan


"Lebih baik aku temui"Ucap arzan ia pun mengambil jasnya dan menuju kebawah untuk mencari galen.


"Ahhh ini dia tapi kenapa ada diatas sihh, mentang-mentang aku pendek"Lirih alesha dengan kesal ia tak tahu harus mengambil nya dengan apa dan harus memutar otak nya


"Ahh kenapa masih tak sampai"Ucap alesha ia pun mencoba menjijitkan kakinya yang berbalut heels hitam saat akan mengapai alesha kehilangan keseimbangan.


Brakkkk


"Auuuu"


"Ups"Ucap alesha memenjamkan matanya merasa dirinya tak jatuh namun melayang karena tangkapan seseorang


"Syukurlah aku tak jadi meninggal"Ucap alesha dengan mengelus dadanya dan mulai membuka matanya


"Tapi kenapa aku tak jatuh"Sambung alesha ia pun menoleh kan pandangannya dan melihat arzan yang menatapnya dengan tatapan tajam


"m-mas arzan"Ucap alesha dengan terbata-bata

__ADS_1


"Hmm"Dehem arzan ia pun melepaskan gendongannya


"Apa kau tak fikir bagaimana jika terjatuh Ha,lalu bagaimana jika kau tertimpa berkas yang setebal itu?"Apalagi naik kekursi? "Dengan memakai heels?"Tanya arzan bertubi-tubi tanpa sadar apa yang ia lakukan


"Ha"Alesha melongo atas apa yang arzan katakan ia antara senang dan takut karena arzan bertanya padanya dengan nada yang sedikit keras


"Ma-maksudku ini bukan main-main nona, karena kantor tak akan membiayai rumah sakitmu Jika kau terluka"sela arzan menyadari apa yang ia katakan


"Lagipula kan ada asuransi dari kantor"Ucap alesha dengan santai dan tersenyum


"Asuransi bukan untuk main-main seperti ini"Tegas arzan


"Ya,sih tapi....


Alesha menggantung ucapanya dan memajukan langkahnya kedepan,arzan pun langsung memundurkan langkahnya karena alesha mendekat.


"Kan ada yang menjagaku"Kata alesha menghimpit tubuh arzan sampai membentur tembok


"Siapa memangnya tak ada yang peduli padamu"Lirih arzan melihat alesha tersenyum manis kepadanya hingga ia menarik sudut bibirnya tanpa diketahui alesha.


"KAU"Ucap alesha dengan mencium arzan dengan tiba-tiba


"Selesai ini tuan berkasnya"Kata alesha ia merutuki kebodohan nya segera mengambil berkas yang terjatuh dan memberikan pada arzan dan berlari keluar


"Dasar gadisku"Guman arzan melihat tingkah alesha ia pun menyentuh bibirnya yang dicium alesha arzan hanya menggelengkan kepalanya


"Astaga alesha,kenapa kau jadi begini"Guman alesha dengan menuju ke toilet untuk membasuh mukanya


"Apa yang harus aku hadapi jika ketemu mas arzan? "


"Tapi pasti lah ketemu kan aku seketarisnya"


"Apa aku cuti ya"Guman alesha

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2