Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Kuanggap kau kakakku


__ADS_3

Tok, Tok


"masuk"


"Tuan ini sudah terlalu malam, apa tuan ingin makan? "Tanya galen karna sejak dari apartemen alesha, arzan hanyak menyibukkan diri dan memandangi fotonya dan alesha


"Tidak, nanti saja"Jawab arzan melanjutkan perkerjaanya tanpa menghiraukan galen


Tapi sayangnya galen tak bergeming sedikit pun, ia tetap diposisi awal yaitu berdiri didepan arzan sambil menatap arzan,arzan yang tak merasakan pergerakan apapun dari galen ia mendongakkan kepalanya.


"Kenapa kau masih disini? "Tanya aja arzan sambil menaikkan alisnya menatap heran


"Tidak ada tuan"Jawab galen seadanya


"Kumohon len, aku ingin sendiri saat ini. Terlalu banyak hal besok yang harus aku lakukan untuk menghilangkan semua kenangan ini"Pinta arzan menatap galen dengan teduh


"Baiklah, tapi aku mohon makanlah setidaknya sedikit dan jangan terlalu lama menyalahkan dirimu "Lirih galen tergadap arzan memperingati nya akan semua hal yang akan terjadi besok.


"Hmm"kata arzan, galen pun meninggalkan arzan sendirian dikantor namun ia tak akan pergi sebelum arzan kembali ke apartemen nya.


...****************...


"sepertinya ibu masak terlalu banyak"Guman alesha melihat makanan yang tersedia dan belum ia panaskan.


"Ya, kau benar"Sela cla membantu alesha membereskan semuanya karna ia akan makan malam


"Baiklah aku akan panaskan terlebih dahulu,kau lebih baik lanjutkan perkerjaanmu biar aku nanti yang memanggilmu dan ibu"Ucap alesha


"Terimakasih"Kata cla kemudian ia pergi meninggalkan alesha, seharusnya ia bisa saja membantu alesha saat ini namun karna kantor terjadi masalah maka dari itu cla harus benar benar memperhatikan semuanya dan membuat revisi untuk produk yang akan dikeluarkan.


Drtdrtdrtdrtdrt

__ADS_1


"Ya, aku bisa saja tapi aku akan mencobanya"Ucap alesha disela telpnya, entah siapa yang menelpon malam malam


"Baiklah selesai"Kata alesha memandangi makanan yang ada dimeja makan dan ia mengambil kotak makan dan menaruhnya ditasnya.


"Ibu cla makanan udah siap,cla cepat turun aku mau pergi dulu"Teriak alesha dari bawah karna posisi kamar cla ada diatas dan kamar ibu dibawah.


"Mau kemana sha? "Tanya ibu saat membuka pintu kamar


"Ada yang harus alesha urus sebentar ibu "Jawab alesha dengan tersenyum


"Ini sudah malam nak,apalagi ini bukan negara mu bagaimana jika terjadi sesuatu? "Tanya ibu dengan kwatir


"Ibu tenanglah, alesha akan baik-baik saja,ibu percayakan sama alesha? "Tanya alesha menatap seduh


"Baiklah tapi jika kau sudah sampai kabari ibu"Ucap ibu memberikan izin


"tentu saja, aku akan ganti baju dulu nggk mungkin kan aku keluar memakai baju tidur"Ucap alesha pergi kekamar untuk mengganti pakaian


"Iya"Jawab cla dengan menguyah makanan


...****************...


Alesha pun menaiki taxi dan pergi kekantor,setelah beberapa menit alesha sampai dan masuk kekantor.


"Kenapa sepi sekali"Guman alesha merasakan aneh ,ia segera menaiki lift dan menghiraukan pikiranya yang berfikir macam macam


"Tuan"Ucap alesha melihat galen masih berkutat dengan berkas-berkas


"Kau sudah sampai? "Tanya galen


"Ya, oh ya ini aku membawakan mu juga makanan, air lemon dan juga obat jangan lupa dimakan"Ucap alesha memberikan apa yang ia bawa pada galen

__ADS_1


"Kenapa masih ada bagian untukku? "Tanya galen menerima apa yang alesha berikan


"Karena aku menganggap mu sebagai kakaku"Jawab alesha sejujurnya


Deg...


Entah perasaan apa yang galen miliki terhadap alesha, saat ia mengatakan dan menyebutnya sebagai kakaknya.


"Terimakasih"Sahut galen tersenyum matanya berkaca-kaca


"Baiklah aku akan memeriksa si kutub es"Kata alesha meninggalkan galen dan menuju ke ruangan arzan.


Tok, Tok


"Galen bukankah sudah kubilang aku ingin menenangkan diri"teriak arzan dari dalam ruangan


"Dasar kekanak-kanakan"guman alesha ia segera masuk ke ruangan arzan tanpa mendengarkan apa yang arzan katakan


"Kau, kenapa kau bisa ada disini?"Tanya arzan dengan terkejut melihat alesha memasuki ruangan


"Bukankah kau bilang cuma menenangkan diri bukan menyendiri"sela alesha ia tak bergeming dan keras kepala tetap menduduki sofa milik arzan dengan menyiapkan makanan yang ia bawa dari rumah


"Aku tak memintamu untuk datang alesha"Ucap arzan dengan dingin


"Sudahlah jangan bertengkar dulu, makanlah dulu perusahaan ini belum siap kehilangan ceo tampan seperti mu"Kata alesha sambil mengulum senyum


"Galen"Guman arzan


"Ayo makanlah"Pinta alesha dengan menarik arzan dan membuat ia duduk disofa


"Baiklah"Sahut arzan dengan pasrah ia bahagia karna bisa menikmati waktu terakhirnya bersama alesha untuk saat ini dan arzan tentu tak akan mensiasiakan umpan yang galen berikan untuknya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2