
Melupakan orang yang disayangi, sama sulitnya dengan mengingat seseorang tersebut yang tak pernah kita temui sekalipun.
"Sha apa aku bodoh? "Tanya alesha dalam isak tangisnya
"Aku mohon sha jangan gegabah,lebih baik kau tanyakan dulu pada tuan arzan"Jawab cla dengan menghapus air mata alesha
"Kuatlah, aku tahu alesha ku pasti kuat seperti dulu"Pinta cla menyemangati alesha walaupun dihatinya ia ragu apa yang akan arzan katakan nanti pada alesha.
"Hmm, boleh kau kembalikan ponselku? "Tanya alesha mengulurkan tangannya
"maaf, aku...
"Tak apa aku mengerti niat baik mu, tapi aku butuh ponselku sekarang"Pinta alesha
Clarisya pun memberikan ponsel alesha kembali, setelah semua yang terjadi alesha merasa ia harus mencari tahu apa yang telah membuat arzan berubah pikiran secepat itu dalam mengambil keputusan.
...****************...
"Tunggu nona apa kau mempunyai janji dengan tuan arzan? "Tanya seseorang wanita saat melihat wanita dengan paras yang sedikit menunjukkan bagian tubuhnya ingin memasuki ruangan arzan.
"Apa kau tahu siapa aku? "Tanya wanita tersebut dengan menatap menerawang
"Saya tak tahu nona, tapi apakah nona punya janji dengan tuan? "Tanya seseorang tersebut lagi tanpa menjawab pertanyaan wanita itu
"Dasar sekretaris tak tahu diri"Umpat wanita tersebut dengan kesal
"Ada apa ini sha? "Tanya laki-laki keluar dari ruangan saat melihat keributan
"Begini tuan galen, nona ini ingin memasuki ruangan tuan arzan tanpa ada janji"Jawab alesha tanpa rasa takut sekalipun, ya wanita tersebut adalah akila armadja yang akan menyandang status tunangan arzan.
"Maaf nona akila, silahkan masuk"Ucap galen mempersilakan akila untuk masuk dan sebelum itu ia menundukkan badan nya untuk memberikan hormat.
"Cihh dasar kau tak usah berharap banyak wanita miskin"Sindir akila dengan tertawa senang iapun memasuki ruangan arzan.
"Sabar"Guman alesha menghembuskan nafasnya dan ia kembali mengerjakan berkas-berkas tanpa bertanya lebih lanjut. Sedangkan galen ia tak tau harus berbuat apa untuk menyelesaikan semua permasalahan ini.
__ADS_1
...****************...
"Kenapa kau kemari? "Tanya arzan saat melihat akila memasuki ruangan nya
"Ini sudah jam makan siang, apa kau tak ingin keluar denganku? "Tanya akila dengan nada menggoda
"Ayah kau menempatkan ku pada ular"Guman arzam memijat pelipisnya
Flasback
"Apa kau tahu mengapa ayah melakukan semua ini son? "Tanya tuan malik dengan menyesap minumannya
"Entahlah"Jawab arzan dengan berbohong ia tahu apa yang dimaksud ayahnya namun ia tak ingin menunjukkan apa yang ia ketahui
"Ayah tertarik dengan pilihanmu, maka dari itu ayah mempunyai sebuah rencana"Ucap tuan malik
"Kau tahu bukan jika kita ingin melihat kualitas seseorang maka kita harus menempatkan seseorang tersebut dalam sebuah masalah, bukanya kedalam sebuah kebahagian karna pastinya orang tersebut akan menunjukkan sifat baiknya"Kata tuan malik dengan tegas
"Lalu? "Lanjut arzan dengan menyalakan pematik api dan memainkannya
"Tunggulah, kau tahu bukan apa yang ayah maksud. Tahanlah beberapa waktu ini son, karna ayah yakin semua rencana ini akan berhasil"Ucap tuan malik dengan menepuk punggung arzan
...****************...
"Kau mau makan dimana? "Tanya arzan dengan nada lembut
"Bisahkah kau minta sekretaris mu untuk memesan tempat untuk kita semua makan"Pinta akila dengan nada memohon
"Maafkan aku alesha"Guman arzan menghela nafasnya
"Baiklah tunggu disini biar aku hubungi dia"Jawab arzan ia pun meminta alesha memesankan tempat untuk mereka makan siang.
💬clarisya: Kapan kau akan menanyakan alasannya sha?"Pesan cla dengan kesal pasalnya alesha tak memberinya kabar terbaru
💬Alesha: Tunggu dulu cla, aku ingin menunggu waktu"Balas alesha
__ADS_1
"Sha tolong kau pesankan tempat untuk kita semua makan siang, beritahu juga pada galen"Pinta arzan dengan menatap alesha seduh ia tak tau harus apa untuk saat ini karna arzan pun tak ingin membahayakan nyawa alesha
Alesha hanya menggangukan kepalanya,alesha dapat melihat kekecewaan arzan.seketika alesha pun memiliki rencana untuk memberikan pembalasan pada akila.
"Tunggu saja nona akila yang terhormat"Seringai alesha dengan tertawa.
Mereka berempat akhirnya berangkat untuk menuju ke tempat makan siang yang telah alesha pesan, alesha duduk dikursi depan bersama galen. Sedangkan arzan dan akila duduk dikursi penumpang dengan posisi akila selalu memeluk erat lengan arzan bahkan ketika arzan sibuk sendiri dengan ipadnya.
"Dasar ulat bulu"Geram alesha melihat akila menempel terus pada arzan.
Butuh waktu sekitar lima belas menit mereka sampai diarea restoran, tempat tersebut hampir terlalu jauh dari kantor namun galen membawa mobil dengan kecepatan yang penuh hingga hanya membutuhkan waktu limabelas menit.
"Waw pilihan yang lumayan"Ucap akila melihat restoran dengan pemandangan bergaya modern.
"Bukan yang itu nona akila"Sela alesha dengan mengangkat kepalanya
"Lalu? "Tanya akila dengan heran
"Ituuu"Jawab alesha sambil menunjuk sebuah warung kecil yang hanya berukuran seperti satu kamar milik arzan saja menurutnya.
"Whaat kau gila? "Tanya akila melihat apa yang alesha tunjuk adalah sebuah warung kecil dengan bertulisan masakan indonesia
"Tidak, jika aku gila aku tak akan menjadi sekretaris tuan arzan"Jawab alesha sambil mengangkat bahunya
"Tidak aku tak mau, lebih baik direstoran itu"Ucap akila dengan kesal ia menarik-narik lengan arzan.
"Apa nona akila tak tahu jika itu makanan yang tak disukai tuan arzan? "Tanya alesha dengan menahan senyum
"Kenapa? "Tanya akila lagi
"Tuan arzan alergi makanan yang pedas sedangkan itu merupakan makanan bergaya cina yang hampir makananya terasa pedas"Jawab alesha
"Sudahlah lebih baik kita makan,kenapa kau repot sekali"Lirih arzan melihat drama perdebatan akila dan alesha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
maap baru bisa up karena kemarin author sibuk ngurus vaksin.
komen yak, menurut kalian alurnya Gimana.