
"Apa kau tak merasa takut malam malam pergi hanya untuk kekantor? "Tanya arzan saat melihat alesha menyibuk kan diri dengan hpnya
"Tidak"Jawab alesha dengan memanyunkan bibirnya
"kau yakin? "Tanya arzan memastikan sambil menguyah makanan
"Dan sekarang apa kau tahu jika sedang makan tidak boleh berbicara"Ucap alesha menolehkan kepalanya
"Tak aku tak tau"Jawab arzan tersenyum simpul
"Cepat makanlah aku masih ada urusan"ucap alesha mendesak arzan, karena ia sudah benar benar lapar.
"apa kau tak makan? "Tanya arzan menghentikan tanganya saat akan mengambil udang
"aku sudah makan"Jawab alesha dengan berbohong
Krukkrukk
bunyi suara perut alesha tak bisa diajak kompromi membuatnya malu akan hal tersebut, ketika mendengar tawa arzan seketika ia menolehkan kepalanya.
"Haha"Tawa arzan, tapi tawa arzan tak berselang lama karna alesha melototinya
"Baiklah, makanlah ini lagipula aku tak bisa menghabiskan semuanya"Tawar arzan dengan mengambilkan piring yang sama dengan yang ia gunakan
"Tidak"Tolak alesha
"Alesha tahan, ini tak kan lama"Guman alesha sambil menutup matanya
"Makanlah sha, bagimana jika terjadi apa-apa denganmu ketika kau kembali pulang?"Tanya arzan dengan membayangkan apa yang akan terjadi
"Kau yang memaksaku"Ucap arzan menunjukan senyumnya
"Kenapa perasaan ku jadi tak enak"Guman alesha melihat arzan tersenyum seperti itu kepadanya
__ADS_1
Arzan kembali mengambil makanan dan menyuapinya pada dirinya sendiri, Namun ia tak menguyahnya saat alesha menolehkan kepalanya arzan langsung menarik tangan alesha membuatnya berdekatan denganya dan menarik tengkuk alesha, ia kemudian memasukan makanan yang sebelumnya ke mulut alesha.
"mmhhh"
"Apa yang kau lakukan?"Tanya alesha saat arzan menghentikan nya
"menyuapimu"Jawab arzan sangat singkat
"Dasar pemaksa"Ucap alesha spontan
"Apa kau bilang honey, aku tak mendengarnya? "Tanya arzan meminta alesha mengulang kembali apa yang ia katakan
"Ah, ah itu makanannya sangat enak"Jawab alesha dengan menggigit bibirnya dan langsung mengambil sendok yang arzan gunakan
"Makanlah, aku akan membereskan beberapa perkerjaan lagi"Ucap arzan sambil mengelus kepala alesha
"Hmm"Jawab alesha dengan mengangguk kan kepalanya.
...****************...
Ia menghampiri arzan,dan melihat laptop yang masih menyala tak lupa ia mematikanya dan alesha tak sengaja melihat arzan tertidur dengan merangkul sebuah foto dirinya dan arzan.
"mas arzan sangat lucu jika ia tertidur, namun jika ia bangun akan terlihat mengerikan tapi tampan sihh"Ucap alesha dengan mengagumi arzan.
"Tapi bagaimana jika ia sakit karna tertidur dalam posisi seperti ini? "Tanya alesha saat ia akan melangkah pergi
...****************...
"Kak, galen....
"Ma, maaf maksudku tuan galen"Ucap alesha
"Tak apa panggilah sesukamu"Sahut galen saat melihat alesha keluar dari ruangan arzan dan tiba-tiba memanggilnya
__ADS_1
"bisakah aku meminta bantuan?"Tanya alesha
"Tentu"Jawab galen
"Mas, arzan tertidur namun aku takut ia akan merasa tak nyaman nanti saat terbagun karna posisi tidurnya bisakah membantunya memindahkannya ke ruangan pribadi miliknya? "Tanya alesha
"Mari"Ucap galen mengikuti alesha memasuki ruangan arzan kembali
"Apa kata sandinya?"Tanya alesha kepada galen
"Saya tak tau"Jawab galen yang sebenarnya
"Apakah itu hari ulang tahunya? Atau hari dimana kita jadian"Tanya alesha pada dirinya sendiri
Saat alesha mencoba beberapa tanggal tak ada sama sekali yang benar, namun saat ia mencoba tanggal dimana ia dan arzan memutuskan untuk berjuang bersama pintu tersebut terbuka.
Galen yang sedang memapah arzan segera memasuki kamar dan mendirukan arzan diatas kasur tak lupa menyelimutinya.
...****************...
Drdrtdrtdr
"Saya permisi"Ucap galen saat telepon nya berdering ia keluar untuk menjawab telepon
Alesha kembali membenarkan selimut yang digunakan arzan, saat alesha akan pergi arzan menarik tangan alesha membuatnya jatuh diatas dadanya.
"Temani aku sebentar"Ucap arzan dengan memohon
"Tapi... "Ucap alesha menggantung ucapanya namun karna melihat wajah arzan yang melelahkan dan ia pun mengikuti kemauan arza, ia bangun dari posisi nya.
Alesha pun menaiki tempat tidur dan menemani arzan tidur untuk sementara waktu. Alesha mencoba tak terlelap namun entah mengapa rasa kantuk menyerangnya dan membuatnya jatuh tertidur disamping arzan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1