
Kalau sudah waktunya untukmu, serumit apapun dan sesulit apapun pasti ada jalan terbaiknya.
Akila tak ingin membuat sifat nya tercium oleh arzan dan yang lainya maka dari itu ia pun menyetujui walaupun tak punya pilihan lain.
"Lumayan cukup bersih walaupun hanya seukuran kamar tuan arzan"Guman galen dengan terkekeh
"Duduklah nona akila"Ucap alesha menyiapkan kursi yang telah tersedia
"ckkck"Decih akila dengan suara yang pelan yang mungkin hanya terdengar oleh alesha
"Kalian tunggu sini, biarkan aku yang memesannya"Ucap alesha ia pergi kedapur bagian belakang
Didapur hanya terdapat dua orang sepasang suami istri yang telah berumur,dapur mereka bisa dibilang hampir layak karena mereka benar benar menjaga kebersihan.
"Bu tolong siapkan makanan yang saya pesan tadi"Pinta alesha dengan lembut
"Baik nona"sahut ibu itu dengan meletakan beberapa makanan di piring dan menatanya
"Bisakah aku membantu? "Tanya alesha dengan tersenyum
"Tidak perlu nona, terimakasih itu sudah cukup untuk membantu kami saat ini"Tolak wanita tua yang hampir berumur kepada alesha
"Terima kasih juga nona telah mendatangkan pelanggan untuk kami"Ucap lelaki tua
Mereka benar benar kagum akan sifat alesha, karena alesha membantu mereka mendantangkan pelanggan untuknya, padahal mereka telah mencoba semua cara untuk mempromosikan makananya namun tak ada yang tertarik sedikitpun.
"Sama-sama juga"Lirih alesha ia tetap kekeh membantu memasak dan menyiapkan makanan.
...****************...
"Panas"Keluh akila dengan nada kesal
"Bukankah ada kipas angin"sahut arzan dengan malas dan menunjuk satu kipas angin yang terpajang diatasnya.
"Bisakah kita pergi saja? "Tanya akila dengan memohon
"Tidak"Jawab arzan dengan singkat
"Ishhh awas saja kau alesha"Guman akila
__ADS_1
Drtdrtdrtdrt
"Tunggu disini aku akan menjawab telp"Perintah arzan ia meninggalkan akila dan galen untuk menjawab telp
"Ya, tentu terimakasih atas kerja samanya"ucap arzan sambil melangkah kan kakinya bagian kebelakang hampir dekat dengan dapur.
Arzan pun mematikan telp dan saat ia akan melangkah ia tak sengaja mendengar tawa alesha bersama seseorang sepasang suami istri sebaya, arzan tanpa sengaja tersenyum melihat alesha.
"Hahaha, aku mau makan makanan yang tak berat apakah ada? "Tanya alesha dengan tertawa
"Ada nak, nanti bibi siapkan kau tunggulah sana jangan disini"Sahut wanita paru baya tersebut ia memanggil dirinya bibi karena alesha yang memintanya
"Tidak, oh ya apakah bibi punya anak? "Tanya alesha dengan membantu menata piring dengan makanan
"Ada, kita hanya mempunyai satu anak perempuan ia seumuran dengan mu. Tapi dia lagi pergi kuliah"Jawab bibi
"Ohh, begitu. Pasti dia cantik seperti bibi"Puji alesha dengan tersenyum
Mereka tiba-tiba terdiam akan apa yang alesha katakan membuat alesha menolehkan wajahnya dan heran ia takut salah berbicara.
"Kenapa?"Tanya alesha dengan memegang bahu wanita parubaya tersebut
"Tak ada"Sahut bibi tersebut langsung melanjutkan memasak
Beberapa menit kemudian
Makanan ala indonesia pun jadi, alesha juga membatu mereka menghidangkan makanan dimeja.
jangan lupa makan ya guys,,,,,
"Silahkan tuan maaf hanya ini yang bisa saya Siapkan"Ucap lelaki tua parubaya dengan membungkuk kan badanya ia tahu bahwa yang didepanya bukanlah orang biasa namun seseorang keluarga dari keluarga kalangan atas.
"Tidak apa, lagipula ini juga cukup"Jawab arzan dengan lembut
"Wahhh seorang arzan ternyata mempunyai sifat yang menarik"Guman akila tersenyum
Mereka pun izin kembali ke bagian belakang katanya untuk membereskan dapur. Alesha bergabung dengan yang lainya.
__ADS_1
Akila mencoba makan tapi entah mengapa melihat makanan tersebut membuatnya ingin muntah, tapi ia mencoba menahan nya dan mencoba makan jika tidak ia takut arzan akan membentaknya lagi,dan ia akan hilang kesempatan untuk mendekatinya.
Galen dan arzan serta alesha makan dengan tenang,setelah hampir memakan waktu tiga puluh menit akhirnya mereka pun selesai makan tanpa obrolan sedikitpun.
"Tunggu disini saja biar aku yang akan membayarnya"Ucap alesha saat ia akan melangkahkan kakinya arzan menarik tanganya hingga membuat alesha berhadapan dengan arzan
"Biar galen saja"Sela arzan ia segera melepaskan tangan alesha dan memberikan tanda pada galen. Galen pun pergi ke bagian belakang dan arzan meminta alesha serta akila segera masuk ke mobil.
Setelah galen menyelesaikan urusannya ia kembali ke mobil dan menuju ke kantor karena waktu makan siang sudah habis dari lima menit yang lalu. Tapi sebelum itu akila meminta ia diantarkan ke restoran untuk meeting penting katanya.
Hingga sekarang hanya tinggal alesha, arzan dan galen. Mereka berjalan beriringan dan kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan perkerjaan.
Jam 03.50
Tiba-tiba alesha melihat clarisya yang berjalan ke arahnya dengan membawa berkas bewarna hitam yang ia bawa ditangannya. Clarisya menghampiri alesha.
"Sha ini berkas dari penelitian dan juga departemen pemasaran,mereka besok akan mulai mempromosikan produk baru"Ucap cla dengan memberikan berkas
"Terimakasih"Sahut alesha menerimanya
"Apa kau takkan pulang? "Tanya cla berbisik karena ia takut kedengaran orang lain
"Tunggu aku nanti dibawah, aku akan pulang bersamamu namun aku mungkin sedikit terlambat karena ingin memastikan sesuatu"Jawab alesha
"Kau masih belum menanyakan alasanya?"Tanya cla
Alesha menggelengkan kepalnya, clarisya seketika menyentil kepala alesha.
Auuuuu
"Sakit cla"Rintih alesha dengan cemberut
"Cepatlah sha, sebelum masalah ini makin tak terselesaikan"Pinta cla
"Baiklah iya nanti, lagipula jam kantor tinggal sepuluh menit lagi selesai"Lirih alesha dengan melihat jam dipergelangan tanganya
"Hmm kalau begitu nanti aku tunggu"Ujar cla ia kemudian pergi dan meninggalkan alesha.
"Apakah aku siap untuk menerima jawaban nya atas semua masalah ini? "Tanya alesha dalam pikiran nya.
"Aku terlalu takut untuk mendengarkannya"Guman alesha tapi ia benar benar harus tahu apa alasan arzan mengambil keputusan ini.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...