Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
aku salah menilai orang


__ADS_3

Alesha mencoba memberanikan diri dengan memegang sebuah berkas yang akan ia berikan ke arzan.


Tok Tok


"Masuk"


"Ini berkas dari penelitian dan departemen pemasaran"Ucap alesha seraya memberikan berkas


"hmm"sahut arzan menerima berkas tersebut tanpa menoleh sedikitpun saat ia membereskan semua berkas yang sudah ditandatangani nya


"Tuan saya sudah siapkan cincinya la.... "Tiba tiba galen masuk begitu saja dan tanpa melihat siapa yang ada diruangan arzan selain dirinya.


Deg


"Cincin"Ucapku dengan pelan


"Maaf,permisi"Lirih galen ia segera pergi dari ruangan


"Sha"Ucap arzan dengan menggoyangkan tubuh alesha karena ia melihat alesha melamun


"Ap, a, apa kau akan benar benar bertunangan?"Tanya alesha dengan suara yang tercekat


"Jawab mas"Ucap alesha dengan memaksa arzan untuk menjawab pertanyaan


"Iya segera"Jawab arzan tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.


Hiks Hiks


"Ternyata aku salah menilai orang"


"Kenapa? "


"apa kau tak mempunyai perasaan apapun kepadaku dan kau tak mencintaiku lagi?"


Begitu banyak pertanyaan yang alesha tanyakan pada arzan hingga membuat arzan terdiam. Tanpa ada balasan apapun sedikitpun. Alesha menagis sejadi jadinya betapa bodohnya ia menanyakan status nya kepada arzan.


"Jangan salah membedakan kepribadian ku dengan sifatku, karena aku tak sebaik yang kau fikirkan di hatimu"Jawab arzan dengan tegas tanpa ada nada suara lembut


"La, la, lu kenapa kau memberikan semua perhatian mu kepadaku?"Tanya alesha dengan isak tangis dan memukul dada arzan


"Kenapa?"


"Kenapa kau peduli padaku?"


"Kenapa kau selalu memperhatikan ku? "Tanya alesha dengan isak tangis ia menjatuhkan dirinya dilantai yang dingin,suasana yang dingin berubah menjadi panas.


"Oh ayolah, jangan bengini sha"Ucap arzan dengan nada yang lembut mencoba membangunkan alesha


"lepas"Sahut alesha saat arzan mencoba menyentuh tangannya.


"K, k-k-enapa kau bertunangan dengan akila secara mendadak? "Tanya alesha menahan tangis ia mencoba kuat

__ADS_1


"Kau tahu, kau seharusnya tak ikut campur dalam hal ini karena ini adalah privasiku"Jawab arzan tegas


"Lalu?"Lanjut alesha dengan sesegukan menagis.


"Kenapa waktu itu kau bilang mencintaiku?"Tanya alesha sadar ia berusaha untuk berdiri sedangkan arzan memalingkan badanya


"jika kau tak mencintaiku kenapa kau selalu melindungi ku, perhatian serta memberikanku rasa nyaman hiks,,,, hiks,,, hiks,,, hiks,,, ?"Tanya alesha dengan meminta penjelasan dan menagis


"Tidak ada alasan"Ucap arzan dengan lantang dan tegas namun ia mengucapkannya dengan memenjamkan matanya.


"Hiks, hiks, hiks,,,,, k-k-enapa tidak ada alasan? "Tanya alesha lagi dengan berusaha menahan tangis.


"Maka jika kau benar benar tak mencintaiku tolong katakan padaku dan tatap mataku"Pinta alesha membalikkan badan arzan menghadap nya.


Huuush


Terdengar suara hembusan nafas keduanya


"Kau ternyata masih mencintaiku kan, aku tahu kau pasti berbobong? "Tanya alesha mencoba tak percaya akan semua yang telah terjadi


"Benarkan mas, kau masih mencintaiku. Maaf maafkan aku tadi emosi dan marah padamu"Ucap alesha menggengam tangan arzan


Arzan dengan tiba-tiba memojokan dan menghipit tubuh alesha di tembok, hingga wajah mereka bertemu tanpa jeda sedikitpun.


Seketika arzan menaikkan tatapanya kepada alesha dan menatap alesha seperti akan memarahinya.


"AKU TIDAK MENCINTAIMU NONA ALESHA DAN TIDAK ALASAN"Ucap arzan dengan lantang dengan menatapa wajah alesha dengan penuh amarah.


Alesha menuju ke meja kerjanya dan segera memberaskan semuanya, dengan menagis ia mengambil tas nya dan pergi untuk turun dengan lift.


Ting


Brakkk


"Ma-maaf"Ucap galen karena ia tak sengaja bertabrakan dengan alesha yang tiba-tiba muncul didepan lift


Alesha tak menghiraukan galen, ia hanya tersenyum membalas permintaan galen, dan alesha segera memencet tombol untuk turun.


"kenapa jadi seperti ini? "Guman galen melihat alesha wajahnya sembab


"Galen ayo "Ajak arzan ia muncul tiba-tiba didepan galen dengan melepaskan jas kantornya


"Ah iya tuan"Jawab galen menyusul arzan


...****************...


"Sha kau kenapa? "Tanya Clarisya melihat wajah alesha yang sembab


"Tak apa, kita cari taksi saja sebelah sana"Jawab alesha menarik clarisya menuju ke sisi lain dari pintu kantor.


Tak berselang lama arzan dan galen telah memasuki mobil tapi mereka tak menjalankan mobilnya, jaraknya pun tak jauh dari alesha dan clarisya.

__ADS_1


"Tuan....


"Tunggu sebentar"Sela arzan tanpa mengalihkan pandangannya melihat alesha yang masih saja menagis dengan memeluk clarisya.


"Sudahlah sha, nanti bagaimana jika ibu tahu pasti aku akan dimarahinya. Apalagi aku takut tak diberi makanan enak dari ibumu"Ucap cla mencoba mencairkan suasana dan mengusap punggung alesha


"Gak lucu cla"Lirih alesha ia tahu cla mencoba menghiburnya


"Taksi"Panggil cla melihat taksi melintas mereka pun memasuki taksi dan pulang ke apartemen


"Jalan"Ucap arzan dengan memijat pelipisnya


"Kemana tuan? "Tanya galen


"Markas"Jawab arzan menyenderkan kepalnya


Galen pun menjalankan mobil dan pergi untuk ke markas.


TAP TAP TAP


"Apa ada yang datang?"Tanya seseorang dengan waspada


"Tuan kenapa kau pulang kesini? "Tanya jack


"Dimana perempuan itu? "Bukanya menjawab arzan malah bertanya balik


"Ah, dia keadaanya hampir lemah. Memangnya apa yang akan kau lakukan dan kenapa kau bertanya bukanya kau sendiri yang meminta kami untuk menyiksanya secara perlahan"Jawab galang dengan santai menjelaskan


"Iya, kak galang juga selalu mengambil kukunya dengan tang"Ucap jack seadanya


"Baiklah ayo, dan kumpulkan semua orang"Perintah arzan dengan berjalan menuju ruang bawah tanah


"Ada apa, kenapa dia seperti ini? "Tanya galang kepada galen dengan penasaran


"Putus cinta"Jawab galen ia segera menyusul arzan


Semua anak buah arzan telah berkumpul diruang bawah tanah,begitu banyak nya mereka hingga hampir semua ruangan penuh dan terisi untungnya ruang bawah tanah luas.


Mereka semua menundukkan badanya dan kepalanya saat arzan memasuki ruang bawah tanah dengan santainya dan menggulung kemejanya.


Salah satu dari mereka menggambil kursi untuk arzan bisa duduk.


"Apa ada kabar dari si tua?"Tanya arzan dengan melipat kakinya


"Tidak ada pergerakan tuan"Jawab salah satu dari mereka


"Tidak biasanya, coba kalian selidiki lagi siapa saja yang bersangkutan denganya. Aku yakin tak semudah itu dia mengalah, pasti ada sesuatu"Perintah arzan


"Keluarkan dia"Perintah arzan dengan menggerakaan tangannya sebagai tanda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2