
Sinar matahari telah muncul menyelusup jendela kamar, perlahan seseorang laki-laki bangun dan mengecek suhu perempuan dan mengamati wajahnya.
"Aku berharap kau tak akan marah untuk saat ini, aku tak kan bisa menjelaskan apapun untuk saat ini"Ucap laki-laki tersebut dan menuju ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit ia memanggil seseorang untuk memberikannya pakaian baru. terdengar suara panggilan dari pintu.
Tok tok
"Tuan arzan ini pakaian anda dan nona alesha"Ucap galen
"Terimakasih, kau sudah kirimkan flasdick nya? "Tanya arzan setelah mengambil paperbag dari tangan galen
"Sudah tuan, kita tinggal tunggu hasilnya"Jawab
galen
"Dimana galang dan jack?"Tanya arzan
"Mereka menunggu dibawah tuan"
"Baiklah kau pergilah"Ucap arzan dengan lembut
Galen pun pergi dari kamar tersebut dan arzan menutup pintu namun saat berjalan ke arah kamar mandi ia terkejut melihat alesha yang sudah sadarkan diri namun ia hanya termenung.
"Sha, kau kenapa?apa ada yang sakit lagi? "Tanya arzan menaruh paperbag dan berlari ke ranjang
"Lepaskan"Ucap alesha menghempaskan tangan arzan
"huu, baiklah kau tenangkan diri dulu, aku akan berganti pakaian dan kau tunggulah disini kau bisa berganti pakaian di kamar mandi satunya dan itu bajumu"lirih arzan ia mengalah melihat sikap alesha seperti itu
Arzan pun segera berganti pakaian, alesha sadar dan langsung berlari kekamar mandi satunya untung saja kamar hotel ini memiliki dua kamar mandi. Saat arzan keluar ia tak melihat alesha lagi, dan segera mengecek di kamar mandi namun tak ada alesha ia pun berlari untuk mencari alesha.
Arzan mencari alesha keluar kamar, dan tanpa sengaja melihat alesha yang sedang duduk dibangku taman,arzan menghampirinya dan duduk disebelahnya.
"sha kau mau kemana? Tanya arzan dengan lembut
"Aku pergi dulu"jawab alesha
__ADS_1
"Astaga aku harus menjelaskan semuanya"Guman arzan menyadari ada sesuatu yang salah.
...****************...
Arzan pun mengejar alesha dan menarik tangannya, mereka berhenti tepat disebelah seseorang pelayan yang sedang memperbaiki lampu atap hotel dengan menggunakan bantuan tangga,tanpan mereka sadari mereka sedang berdebat dimana.
"Ku mohon dengarkanlah penjelasan ku dulu" lirih arzan dengan menggenggam tangan alesha
"Aku sudah tahu" ucap alesha dengan mencoba melepaskan tangan arzan
"Apa yang kau tahu dan kau fikirkan itu tidak..
Alesha tak ingin mendengar semuanya untuk saat ini ia mencoba pergi namun ia tak sengaja melihat pelayan tersebut kehilangan keseimbangan karena kakinya terselubung kabel hingga tangga tersebut terjatuh dan alesha segera mendorong arzan hingga akhirnya
BRAKKK
Alesha terjatuh menimpa tangga hingga membuat pelipisnya terluka
"Ahhh kakiku"Teriak pelayan karena kakinya terjepit tangga
"Sha, sha kumohon bangunlah kenapa kau suka sekali membuat ku takut"Ucap arzan mengangkat kepala alesha dan meletakannya dipangkuanya
"Tuan nona alesha kenapa?"Tanya galen melihat arzan mencoba membangun alesha
"Galen cepat kerumah sakit"Perintah arzan dengan keras
Dirumah sakit
Alesha dibawa kerumah sakit, dan untungnya dokter hanya mengatakan luka ringan namun mungkin akan mengakibatkan sakit kepala atau pusing pada luka tersebut dan yang pasti membutuhkan waktu yang cukup untuk istirahat.
Arzan memasuki ruang perawatan alesha dan duduk di kursi yang disediakan,ia melihat alesha mencoba membuka matanya. Arzan melihat luka dipelipis alesha yang cukup besar,saat alesha membuka matanya ia melihat arzan.
"Kenapa kau masih menyelamatkan ku?"Tanya arzan menatap mata alesha mencoba mencari sesuatu
"Karena aku menyukai mu"Jawab alesha dengan menatap mata arzan
"tapi, aku tak menyukai mu...."Ucap arzan dengan tegas
__ADS_1
"Apa kau fikir aku bodoh"jawab alesha dengan menyunggingkan senyum
"menyukai seseorang itu bisa dirasakan, dulu aku tak rela kau tiba tiba memutuskan semuanya, kupikir asal aku baik padamu mungkin suatu hari hatimu bisa berubah namun sekarang aku sangat lelah dengan cinta yang terbalaskan ini"
"sekarang terserah kau saja, aku sudah lelah dan akan berhenti berharap"Ucap alesha panjang lebar
Setelah semua yang alesha lakukan selama ini untuk mempertahankan hubungan ini,meskipun arzan tak mengganggapnya. Ia cukup senang untuk semua yang terjadi selama ini entah mengapa kebahagiaan datang dan pergi tiba-tiba.
Hidup dan pilihan membuat alesha sulit diposisi ini, disatu sisi ia sangat bahagia semuanya telah terjadi tapi bersamaan dengan itu semua entah darimana mimpi buruk kembali memberikan rasa sakit untuk yang kedua kalinya.
Padahal alesha sudah berusaha memperjuangkan selama ini, meskipun sulit diposisi dimana orang yang kita sukai dekat dengan orang lain yang akan menyandang status tunangan yaitu nona akila.
Tapi tak semua yang diharapkan akan terjadi sesuai dengan harapan, tepatnya di titik dan posisi ini membuat perjuangan alesha dan kepercayaan nya menghilang dari hati dan fikiran alesha ia memutuskan untuk pashrah akan semua takdir yang ia lewati.
Arzan hanya menghembus nafasnya, dihatinya ia merasa lega dan juga sakit. Tapi apapun itu mungkin ini yang terbaik bagi alesha meskipun ia harus membuat alesha sakit dan menjauh darinya.
Alesha tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat arzan yang hanya menghembus nafasnya, arzan hanya menganggukan kepalanya dan pergi dari ruangan alesha.
"Bagaimana keadaannya tuan? "Tanya galen dengan menghampiri arzan yang duduk termenung di bangku rumah sakit.
"Hiksss... Hiksss.. Galen apa yang sudah aku lakukan?....tanya arzan dengan sorot mata yang sedih dan menagis
"Astaga baru kali ini aku melihat arzan menagis"Ucap galen menatap tak percaya ia melihat dari kejauhan bersama jack.
Deg
"Tuan kau menagis karena nona alesha"Batin galen tak percaya seorang mafia dan pengusaha yang awalnya memiliki sifat yang kejam dan dingin bisa menagis karena seorang perempuan
"Bersabarlah tuan pasti semuanya bisa kembali awal"Jawab galen dengan menepuk punggung arzan
"Galen cepat kau selesaikan semuanya yang ada disini, aku mau selesaikan dalam 24 jam dan kita urus ular itu besok"Ucap arzan dengan tegas
"Baik tuan"Sahut galen dengan menunduk hormat.
"Dan kau Jack cepat kumpulkan semua informasi, aku tak ingin berlama-lama jika kau terlambat lima menit akan kubunuh kau"Ucap arzan dengan memegang kerah baju jack
jack hanya bisa mengganggukan kepalanya dan memberi horman untuk pergi, tertinggal azan yang sedang duduk di kursi tunggu dengan menyenderkan badannya.
__ADS_1
"Ke-kenapa tuhan kau masih menyelamatkan ku? "Lirih alesha dengan memegang dadanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...