Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Insiden


__ADS_3

Keesokan paginya Alesha dan arzan telah berada di proyek pembangunan resort yang akan mereka tinjau bersama untuk itu mereka telah berangkat pagi-pagi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang,melewati jalanan yang ramai akan aktivitas manusia, dan setelah beberapa belokan mobil berhenti tepat dipembangunan yang telah terjadi.


Seseorang laki-laki turun dari mobil dengan memperlihatkan kakinya yang panjang dan setelan jas yang rapi dengan model desainer ternama, lalu perempuan satunya turun dari mobil tetapi dengan mengerucut kan bibirnya.


"Selamat pagi pak"Ucap alesha lalu mengikuti langkah arzan dan galen.


"Dia itu apa apa an sih patung atau apa, nggak sekretaris nggak bosnya sama-sama patung menara yang pantas dipajang"Guman alesha ia teringat saat dimobil bertanya akan kemana penhuni mobil tidak menjawab pertanyaan nya.


"len dimana ketua pembangunan?"Tanya arzan dengan merapikan jasnya dan kaca mata hitamnya


"sepertinya dia pak"Jawab arzan dengan menunjukkan seseorang laki-laki yang akan menuju ke tempat mereka


"Permisi pak, saya harsono ketua pelaksana resort"Kata laki-laki parubaya dengan memperkenalkan dirinya


"Hmm"Jawab arzan


"Dasar kutub es tidak punya sopan santun sama sekali"Guman alesha dalam hati dengan kesal


"Begini, pak apakah Ceo Rama Grub telah datang? "Tanya galen dengan hati-hati


"Iya pak, baru beberapa menit mereka lagi berada dilantai atas"Jawab pak harsono


"Baiklah, kalau begitu boleh tunjukan tentang persiapan yang telah terjadi sejauh ini"Ucap galen


"Tentu pak, persiapan yang telah terjadi baru 65%, dan baru beberapa lantai yang telah dibangun"Kata pak harsono dengan mengajak arzan,galen dan alesha mengelilingi pembangunan


Pak harsono menjelaskan tentang proyek kepada seketaris galen dan arzan, sedangkan alesha ia ingin berkeliling sendiri sementara untuk melihat pembangunan yang hampir akan selesai.


Alesha menuju ke tempat yang paling aman yaitu balkon menurutnya lalu, ia tidak sengaja melihat di lantai atas dari balkon ada kayu tumpul sepertinya akan jatuh kebawah,lalu alesha mengikuti arah tujuan kayu yang akan jatuh dan arah itu menuju ke arzan.


Lalu ia berlari dengan menuruni tangga dengan tergesa sampai ia jatuh dan untungnya cuma tergelincir, tapi tekadnya membuat nya ia bangkit dan tidak memperhatikan kakinya.


Ia hampir sampai dan masih bisa melihat sekretaris galen menjauh dari tempat itu dengan pak harsono, sedangkan arzan berada di pinggir,Alesha lalu berteriak.

__ADS_1


Kayu itu goyah,dan lepas dari kawat yang menahannya hingga lepas kendali dan jatuh dengan cepat sampai ke lantai dasar.


"Awas pak"Teriak alesha dengan berlari dan melihat kayu hampir jatuh dikepala arzan lalu ia mendorong arzan hingga keduanya jatuh di lantai dengan posisi arzan dibawah dan alesha dibawah,kayu tumpul jatuh terbang bebas dibawah.


Sekretaris galen dan pak harsono yang melihat kejadian langsung berlari dan meninggalkan pak harsono sendirian dengan para timnya,pak harsono memerintahkan timya untuk melihat apakah ada korban dibawah.


Arzan menatap lekat wajah alesha,sedangkan alesha diam terpaku dengan ketampanan arzan dan mulai menyingkir kan rambutnya yang telah berjatuh diwajah arzan. mereka tidak sadar jika telah menjadi tontonan masyarakat pembangunan (Tim pembangunan).


Angin segar telah menusuk telinga mereka,lalu suara seseorang membangunkan mereka ke alam yang sebenarnya, keduanya sadar akan apa yang telah terjadi dan mulai bangun dari posisi yang telah terjatuh tadi,arzan membersihkan kemejanya yang kotor akibat jatuh.


"Hemmmm"Deheman rama sedangkan sekretarisnya berada tepat dibelakangnya.


Sedangkan alesha membenarkan posisi rambutnya yang berantakan, keduanya sama-sama canggung, akan situasi yang telah terjadi baru saja.


"Tuan, apakah anda baik baik saja? "Tanya seketaris galen dengan menundukkan kepalanya


"Baik len, apa yang telah terjadi bagaimana kalian bisa ceroboh"?Jawab arzan lembut tetapi tiba-tiba mengeluarkan amarahnya


"Ma,maf pak kami akan lebih berhati-hati"Jawab pak harsono dengan raut muka yang sedih


Arzan menghembuskan nafasnya mencoba mengerti situasi,alesha sendiri ia berfikir bagaimana ini bisa terjadi padahal yang ia ketahui tidak mungkin kayu sebesar itu bisa lepas dengan ikatan yang kuat.


"Apa ada seseorang yang sengaja melakukan itu semua, kepada pak arzan"Guman alesha.


"Sudahlah tuan arzan, mereka tidak bersalah lagian mereka kan juga tidak tau jika akan berkejadian seperti ini, tidak baik marah kepada orang yang lebih tua"Ucap rama dengan sedikit tersenyum


"Baliklah, lain kali kalian berhati-hatilah bagaimana jika ada korban, dan pembangunan dibatalkan,saya tidak mau hal ini terjadi lagi mengerti"Perintah arzan kepada pak harsono


"Baik pak,Terima kasih atas pengertiannya dan kami meminta maaf tentang apa yang telah terjadi"Ucap pak harsono


"Hmmm"Jawab arzan


"Kalian boleh kembali berkerja, mari tuan"Kata sekretaris galen


Pak harsono dan timnya kembali berkerja, sedangkan rama dan sekretarisnya sudah turun terlebih dahulu, arzan alesha dan galen mereka memasuki mobil untuk kembali ke kantor.

__ADS_1


...***...


...Suasana kantor masih sama seperti biasanya,tetapi tidak ruangan alesha ia sedang dipanggil dengan kutub es yang telah membuatnya dalam masalah karna kakinya terluka,ia bahkan tidak sadar akan hal itu....


"Tok, Tok"Masuk


Alesha membuka pintu dan memasuki ruangan arzan,arzan menghentikan aktivitas nya dan mulai menatap alesha.


"ada apa pak arzan mencari saya?"Tanya alesha dengan cemberut


"Terima kasih,dan ya obati lukamu sebelum terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan"Ucap arzan dengan mengambil Kotak P3K dari laci dan menyuruh alesha duduk disofa


"Biarkan saya obati sendiri pak arzan dan terima kasih kembali"Kata alesha dengan berdiri dari sofa


"Duduk"Perintah arzan dengan tatapan yang tajam


Alesha yang melihat langsung menurut seperti seorang anak sedang dimarahi dan diceramahi oleh sang ayahnya.


Arzan lalu melepaskan heels alesha dan mulai mengobati luka alesha dengan hati-hati.


"A, Aaaa"Lirih alesha karna sakit obat yang telah menjalar ke kakinya


"Pak arzan apakah anda, tidak merasa ada yang aneh dengan kejadiaan tadi? "Tanya alesha dengan berhati-hati


"Tidak,memang kenapa?"Tanya arzan Balik dan mulai mengobati luka alesha


"Begini, Tadi saya sempat berfikir jika yang telah menjatuhkan kayu dengan sengaja adalah pak rama"Ucap alesha dengan menggigit bibir bawahnya


"Ha, bagaimana bisa"Kata arzan dan menoleh ke arah alesha


"Jadi tadi saya melihat"


...***...


Terima kasih yang telah membaca dan jangn lupa terus dukung dan sukai jika kalian suka supaya tidak ketinggalan cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2