
Hari demi hari, waktu pun telah berlalu begitupun alesha dan arzan yang hanya sibuk dengan kesibukan kantor. Alesha pun memilih untuk berdiam selama itu ia menghadapi arzan.
Terkadang alesha juga bigung dan heran dengan sifat arzan yang memutuskan tiba-tiba lalu perhatian yang sama muncul saat alesha kesusahan.
Hari ini adalah hari penting karena, arzan dan alesha serta galen pergi ke luar negeri untuk melakukan kerja sama,tepatnya di china.
Sesampainya di hotel mereka memutuskan untuk beristirahat karena malamnya mereka akan pergi lagi untuk menemui beberapa orang.
"Huuu lelahnya "Guman alesha merebahkan tubuhnya di kasur
"Lebih baik aku tidur saja, daripada nanti telat"Alesha pun memutuskan untuk tidur sejenak karena tubuhnya yang lelah melakukan perjalanan panjang
Beberapa jam kemudian......
Alesha terbangun karena alarm dan memutuskan untuk bersiap siap, setelah itu alesha membereskan beberapa berkas yang ia bawa untuk nanti.
"Tok!"
"Bentar"Ucap alesha ia segera mengambil sepatu nya dan menentengnya
"Ah tuan, maaf"Sahut alesha melihat arzan rapi dengan setelan casual yang arzan pakai terlihat lebih cooll dan tampan
"Cepatlah "Ucap arzan tanpa terdengar suara lemah lembut
"Hnn, iya"Alesha segera memakai sepatunya
Sebelum berangkat mereka memutuskan makan malam terlebih dahulu karena sejak datang mereka melupakan makan.
"Kau mau memesan apa?"Tanya galen
"Terserah kak galen saja, aku juga tak tahu apa yang enak disini. Aku lagi ingin nasi goreng dan air putih"Jawab alesha dengan sedikit tertawa
"Yang benar saja sha"Ucap galen dengan terkekeh ya,selama ini alesha selalu memanggilnya kakak, ia pun tak merasa terganggu dan malah senang dengan alesha yang mengangapnya kakak.
"Pesankan yang sama denganku"Sahut arzan tanpa melihat alesha dan galen ia hanya mendengarkan debat mereka berdua dari tadi
"Baiklah"Ucap galen ia segera memanggil pelayan
...****************...
Setelah makan malam alesha dan lainya memutuskan untuk pergi sebelum ada badai karena cuaca memprediksi malam ini di china akan ada hujan dan badai.
Mereka mengadakan pertemuan di salah satu vila milik pengusaha, namun tanpa mereka sadari vila tersebut jauh dari pusat kota dan melewati beberapa hutan serasa terasa horor.
"Tuan apa ini tak salah jalan?"Tanya alesha memastikan dari tadi ia hanya bisa berdoa takut terjadi yang tidak-tidak meskipun begitu ia juga tak tahu bahasa orang china
__ADS_1
"Hmm"Jawab arzan tanpa mengalihkan perhatiannya pada hpnya
"Tuan sudah sampai"Ucap galen dengan memberhentikan mobil
"Mana villanya kak?"Tanya alesha dengan mengambil jasnya
"Kita harus berhenti disini sha, karena disana jalannya sempit tak cukup untuk dilewati mobil"Jawab galen membantu arzan turun
"Cepatlah sebelum hujan turun"Sahut arzan melangkahkan kakinya
"Huu, menyeramkan sekali"Guman alesha merasa merinding apalagi banyak burung-burung yang berterbangan
Akhirnya setelah berjalan hampir memakan waktu lima menit mereka sampai divilla yang lumayan indah tapi terlihat tua untuk ditempati namun villa ini cukup antik dan indah bagi orang china
"Huānyíng ē ěr zàn juéshì"
(selamat datang tuan arzan) sapa laki-laki yang terlihat tua .
"Xièxiè nǐ nick"
(Terimakasih nick)Jawab arzan dengan menjabat tanganya
"Astaga tuan bisa bahasa mandarin"Guman abraham kagum dengan arzan
Didalam hanya terlihat beberapa orang saja seperti para pelayan, dan sepertinya laki laki ini hanya tinggal sendiri disini. Arzan dan galen serta nick duduk di ruang tengah sedangkan alesha ia duduk disofa tak jauh dari ruang tengah tersebut.
Alesha hanya diam menyimak, dan mencoba memahami tugasnya hanya membantu mendampingi dan menyiapkan berkas dan yang menyimpulkan serta menulis semuanya adalah galen.
Arzan seperti membisikan sesuata pada galen saat laki laki tersebut pergi untuk mengambil sesuatu,galen hanya mengangguk kepalanya dan seperti mencari sesuatu dalam meja dan jasnya namun tiba-tiba galen menghampiri alesha.
"Sha apa kau melihat flasdick? "Tanya galen
"Tidak kak"Jawab alesha
"Sepertinya ketinggalan dimobil, tunggulah disini biar aku mengambilnya"Ucap galen ia menyerahkan buku serta beberapa berkas
"Jangan kak, biar aku saja lagipula aku juga tak tahu bahasa yang mereka gunakan "sahut alesha mencengkal tangan galen saat akan pergi
"Tapi...
"Ayolah kak,lagipula aku juga sudah besar"Lirih alesha ia segera menyambar kunci mobil dan berlari
"Semoga saja kau aman sha sebelum hujan turun"Guman galen mendengar suara petir bergemuruh
Galen pun kembali ke posisinya dan menyimak, sedangkan arzan seperti tampak serius dan seperti tak memperhatikan jika alesha sudah tak berada didalam vila lagi.
__ADS_1
"Huu kenapa petang sekali"Guman alesha memcoba menyalahkan senter pada hp nya
Duarrr
"Ahh"Teriak alesha terkejut mendengar suara petir
"Astaga ku mohon jangan turun hujan dulu"Pinta alesha ia segera berlari namun ditengah jalan saat berlari ia tak sengaja terjatuh karena suasana jalan yang petang
"Ahhh sakitttt"Alesha jatuh dan kakinya keseleo
"Ahhhh sakitt, aleshaaa kau harus bisa"Ucap alesha menyakinkan dirinya ia segera melepaskan sepatunya dan meninggalkannya begitu saja dan mencoba bangun
Alesha menahan sakit pada kakinya dan mencoba semampunya untuk bisa mencapai mobil, setelah sampai ia segera mengambil flasdick dan mengunci mobil kembali.
"Akhirnya"Ucap alesha menyimpan flasdick tersebut dan melanjutkan perjalanan nya.
Namun saat ditengah jalan entah merasa ia lupa jalan kembali apalagi hujan mulai turun dan sangat deras disertai angin yang lumayan besar.
Alesha melihat belokan tapi ia bigung dan lupa mengingat akhirnya ia mengambil belokan yang berada disebelah kanan.
Tapi sayangnya saat melangkah lebih jauh diderasnya hujan dan angin serta kaki yang sakit alesha merasa ia telah salah jalan dan tak mungkin kembali apalagi kondisi kakinya yang memar saat terjatuh.
...****************...
Disisi lain arzan dan galen menghabiskan hampir satu jam hingga mereka tak sadar telah turun hujan dan badai, arzan menolehkan kepalnya ke belakang dan menyadari alesha tak berada disana.
"Dimana alesha len?"tanya arzan
"Ia pergi mengambil flasdick tuan"Jawab galen menundukan kepalanya
"Sudah berapa lama? "Tanya arzan lagi
"Seperti nya ini cukup lama tuan hampir 1 jam lalu"Jawab galen lagi
Deggg
"Bodoh"umpat arzan ia segera berdiri dari duduknya dan seperti meminta maaf pada tuan nick dan segera berlari meninggalkan galen yang membereskan semuanya.
...****************...
alesha meringkuk dan melipat lututnya dibawah sebuah pohon dengan hanya menggosok kan tangannya supaya tak kedinginan, ia sudah mencoba untuk menghubungi arzan maupun galen namun nassnya dan sialnya hp yang ia bawa tak ada sinyal hingga membuat alesha pasrah dengan keadaan ini meskipun hampir satu jam ia menunggu.
bahkan wajahnya sudah hampir puncat dan kedinginan, hujan seperti membawa petaka bagi alesha untuk saat ini......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1