Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
cintaku dan hidupku


__ADS_3

"Tunggu sha"Ucap arzan saat alesha melangkahkan kakinya keluar dari mansion alesha pun menghentikan langkahnya dan menunggu arzan.


"Ada apa? "Tanya alesha dengan mengerutkan keningnya


Arzan mengambil sesuatu didalam saku celananya dan ia memutar tubuh alesha menghadap kedepan dan ia dibelakang alesha,arzan menutup mata alesha dengan kain berwarna hitam dan memasangkan earphone supaya alesha tak bosan.


"Untuk apa ini mas? "Tanya alesha saat ingin membuka ikatan penutup mata


"etss, jangan dibuka dulu"Jawab arzan dengan tersenyum licik


"Aaaaa"ucap alesha dengan kaget pasalnya ia merasakan ada seseorang yang menggendong nya.


"Jangan bergerak-gerak sha"Lirih arzan dengan menggedong alesha dan keluar dari mansion.


"Silahkan tuan"Ucap salah satu bodyguard membukakan pintu untuk arzan, arzan pun menaruh alesha dikursi depan ia pun segera duduk dan menjalankan mobil.


Gerimis turun sepanjang perjalanan,arzan mengemudikan mobil dengan kecepatan yang cepat, menorobos jutaan tetesan air. Sedangkan alesha berteriak menanyakan kapan ia bisa membuka ingatan tapi arzan tak menjawab sekalipun.


"Akan sampai sha, jangan teriak-teriak"Ucap arzan karna dari tadi alesha berteriak untuk membuka penutup matanya,dan tanganya sendiri digenggam oleh arzan maka dari itu alesha tidak dapat membuka ikatannya sendiri.


Tiba-tiba arzan menghentikan langkahnya,ia kembali menggedong alesha dan memposisikan alesha berhadapan dengannya,lalu ia membuka ikatan.


"Ishhh kenapa lama sekali"Gerutu alesha


"Lihatlah"Tunjuk arzan dengan jarinya



"Wawww sangat indah"Ucap alesha melihat pantai dengan disertai deburan ombak,apalagi sunset telah mencul membuat pantai terlihat lebih indah. alesha segera berlari ke tengah pantai dan merentangkan tanganya dengan memenjamkan matanya.


Arzan pun mengikuti alesha, dan memeluk alesha dari belakang. alesha pun menoleh kan kepalanya ke belakang untuk melihat arzan.


"Kenapa kita kesini? "Tanya alesha gugup karna arzan menghembuskan nafasnya tepat di telinganya membuat ia meraskan aneh pada tubuhnya.

__ADS_1


"Untuk menghilangkan masalah"Jawab arzan dengan enteng


"Maksudnya?"Tanya alesha karna tak paham apa yang arzan katakan.


"Biasanya aku jika ada masalah akan ke pantai ini dengan cara berteriak sekencang-kengcangnya"Jawab arzan dengan melepaskan pelukanya dan berdiri tepat disamping alesha.


"Aahhhhhhhhhhhhhhhhh"Teriak arzan dengan keras alesha pun menutup telinganya.


"Cobalah"Pinta arzan menunjukan senyuman nya


"nggak mau"tolak alesha karna ia takut mengganggu orang lain meskipun dipantai ini sepi hanya ada mereka berdua.


"Cobahlah dulu honey,tak ada siapapun disini"Geram arzan dengan nada tegas


"iya, iya "Tutur alesha dengan malas karna ia tahu jika arzan menggunakan ungkapan seperti tadi maka ia tidak akan bermain-main


"aaaaaaaaaaaaaa"Teriak alesha dengan kencang tanpa menghiraukan arzan yang pergi entah kemana.


Alesha mengatur nafasnya karna ia terlalu kencang untuk membuat berteriak, namun ia tersenyum dan sedikit tertawa karna entah mengapa perasaan yang ia kwatirkan tiba-tiba hilang begitu saja dan merasa lega sekali.


"Ayah, apa kau tahu aku memang dewasa namun terkadang aku juga kesusahan menahan tangis ketika mengingat dirimu, terkadang dadaku juga sakit terasa sesak saat merindukan mu ayah, apa kau tahu hatiku hancur berkeping-keping melihat anak perempuan lain bisa memeluk ayahnya"Ungkap alesha mengingat ayahnya


"Tapi ayah, kau jangan kwatir aku akan menjaga ibu dengan baik, dan juga jangan kwatirkan alesha ayah bahagialah disana alesha sudah ikhlas, ayah dan alesha juga menerima apa yang sudah ditakdirkan, terimakasih ayah untuk semuanya,ayah juga tidak perlu memcarikan alesha suami karena alesha sudah mendapatkan ayah terimakasih telah menjadi ayah ku"Sambung alesha menghapus air matanya dan menghadap kebelakang kala melihat arzan menyibukkan dirinya dengan ponselnya tak jauh dari mobil.


Alesha tersenyum melihat pantai dan ia menghapus kembali air matanya,alesha kemudian berlari menuju ke arzan dan memeluk arzan dengan erat hingga membuat arzan terjatuh di pasir dengan posisi alesha diatas dan arzan dibawah, bahkan ponsel arzan pun jatuh entah kemana.


"M-m-aaf dan terimakasih"Ucap alesha dengan takut karna melihat tatapan arzan


Arzan pun menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya. Ia tak bisa juga menyalahkan alesha ia juga harus menahan amarahnya karna tak ingin membuat alesha merasa takut denganya, Arzan mendekap tubuh alesha membuat alesha merasa lebih nyaman dan alesha menyembunyikan wajahnya di dada bidang arzan.


"Sudahlah, yang terjadi sudah terjadi"Lirih arzan dengan mencoba berdiri dan membantu alesha berdiri.


"Kau tak marah? "Tanya alesha heran

__ADS_1


"Untuk?Tanya arzan dengan menyelipkan rambut alesha yang terkena angin pantai


"Karna aku telah mebuatmu jatuh"Jawab alesha menggigit bibirnya


Namun arzan malah tersenyum dan langsung meraup bibir alesha dengan menarik tengkuk alesha, alesha yang awalnya terkejut malah menggalungkan tanganya ke leher arzan.


Keduanya saling bertukar saliva hingga menghentikan ciuman,karna kehabisan oksigen dan mereka juga tertawa.


Arzan kembali menangkup wajah alesha dan tersenyum tak lupa ia menghapus air mata yang kembali menetes.


"Apa kau tahu sha, sesulit apapun hidupmu jangan pernah menyesali apapun itu yang membuatmu tersenyum, jangan pernah menagis lagi kau mengerti"Ucap arzan dengan lemah lembut


"Terimakasih,bersamamu aku merasakan apa yang tak kurasakan selama ini"Ungkap alesha dengan kembali memeluk arzan dan mengeratkan pelukanya.


"Jangan tinggalkan aku, jangan pernah melupakan ku, dan jangan berhenti mencintaiku"Sambung alesha


"Tak akan karna kau adalah cintaku dan hidupku"Lirih arzan membalas pelukan alesha.


Alesha dan arzan pun menghabiskan waktunya dipantai dengan saling bermain air dan sesekali alesha mengajak arzan berfoto bersama sebagai kenangan untuk mereka. Hingga saat hampir tengah malam arzan kembali mengantarkan alesha ke apartemen nya.


...****************...


"sha kenapa lama sekali? "Tanya cla saat melihat alesha memasuki kamar dengan menenteng tas dan sepatunya.


"Hmmm, i-itu tadi aku diajak mas arzan ke pantai"Jawab alesha


"lalu bagaimana dengan ibu? "Tanya alesha melihat cla memasangkan masker pada wajahnya


"Sepertinya sudah tidur, karna tadi aku mengajak ibu keluar untuk menikmati angin malam"Jawab cla dengan sejujurnya karna untuk mengalihkan pembicaraan tentang alesha yang belum pulang ia terpaksa mengajak ibu alesha berkeliling untuk mengalihkan pembicaraan.


"Terimakasih"Ucap alesha sambil memeluk cla


"Sama-sama"Sahut cla dengan tersenyum ia bahagia melihat alesha bisa tersenyum kembali.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2