Impian Menjadi Istri Ceo

Impian Menjadi Istri Ceo
Perasaan


__ADS_3

Hari berganti yang tadinya siang,kini menjadi sore lain halnya dengan Keinginan untuk memiliki alesha,membuat arzan ingin mengatakan apa yang ia rasakan kepada alesha.


"Itu, mm"ucap alesha seraya berfikir dengan menggigit bibir nya


"Ada apa, kau ingin apa?"Tanya arzan lemah lembut


Belum selesai alesha bicara arzan lebih dulu berlutut dihadapan alesha,sedangkan alesha terkejut dengan sikap arzan. Arzan bersimpuh dengan menggenggam tangan elesha.


"sha, kumohon jangan tinggalkan aku, apa kau sadar bahwa kau itu telah mengubah hidupku yang kosong sekarang terisi dengan cintamu"Ucap arzan


Alesha menatap arzan tidak berkedip,sedangkan arzan menatap alesha dengan sayu


"Aku ingin kau mengisi kekosongan hatiku"sambung arzan


"aku, a, aku"kata arzan


"Aku apa sih mas? "Tanya alesha menatap lekat dengan rasa penasaran


"aku, aku, ci,,,,"Belum selesai bicara tetapi dering telepon arzan membuat kekacauan sehingga ia melihat siapa yang telah mengganggu nya.


Ia membuka hp nya ternyata sang mama yang menghubungi nya, ia tidak mau membuat keributan dengan mamanya akhirnya arzan meminta izin untuk mengangkat telepon kepada alesha.


***


Prancis


"Arzaaaaaaaaannnnn"Teriak seorang perempuan paru baya


Seketika arzan menjauhkan hp nya dari telinganya ia, tau jika mamanya pasti akan melakukan sesuatu jika tidak mengangkat telepon,apalagi arzan telah mengangkat telepon mamanya yang ke 6x baru sekarang dijawab.


"Untung, mama coba kalau orang lain udah dari beberapa menit gue bunuh"Guman arzan


"Mama,ada apa telpon apa mama tidak tau jika perbedaan waktu kita berbeda, disana pagi dan disini malam ma"Ucap arzan dengan kesal

__ADS_1


"mama cuma mau ngomong jika sebelum kamu temukan calon menantu buat mama, maka akan mama jodohkan dengan teman lama mama mengerti"Perintah mama pada arzan


"Waktu kamu tinggal 2 hari lagi, sebelum mama pulang"Sambung mama lagi


"Hmm"Pasrah arzan


"Dasar mama tidak berperasaan"Gerutu arzan dalam hati


"Baiklah baby, maaf mengganggu waktunya silakan tidur dengan tenang dan jangan lupa kau harus pulang ke mansion dan jangan tinggal di apartemen"Ucap mama dengan penekanan


"Hmm, biarkan aku berfikir ma"Sahut arzan langsung mematikan hp secara sepihak


Tut


Tut


Tut


...***...


...Arzan menghampiri alesha yang sedang berkutik dengan hpnya. ...


"Sha"Panggil arzan dan duduk ditepi ranjang


"Iya mas"Jawab alesha dengan menatap arzan


"kau beristirahat lah sebentar, aku akan melanjutkan perkerjaan, jika kau butuh sesuatu kau boleh tekan tombol di pinggir dinding itu pintu keluar untuk membukanya"Ucap arzan panjang lebar


"Baiklah dimengerti"Sahut alesha yang mulai bosan dengan omongan arzan ia lebih memilih pulang jika diperbolehkan


Arzan keluar dari kamar dan menuju ke ruangan kantor, ia melanjutkan perkerjaanya dan mulai membuka laptop tetapi sebelum itu arzan telah meminta galen datang ke ruanganya.


Tok,Tok

__ADS_1


"masuk"Kata arzan


"Permisi tuan apakah anda membutuhkan sesuatu?"Tanya galen dengan menundukkan kepala


"Len, kau awasi rama jangan sampai dia tahu tentang kelompok devils dave, sedikitpun dan juga kau suruh beberapa orang untuk memata matai alesha, aku butuh secepatnya sebelum rama tau akan semuanya, lalu kau persiapkan semuanya karna mama akan pulang 2 hari lagi mengerti"Perintah arzan kepada galen dengan sorot mata yang tajam


"Dimengerti tuan"Jawab galen dengan menghembuskan nafasnya


"Baiklah berhati-hatilah dan kau boleh pergi"Sambung arzan dan mulai mengalihkan perhatian ke pada berkas


"Siap Tuan"Ucap galen dan meninggalkan ruangan


Setelah beberapa Jam, arzan menghentikan aktivitas nya dan mulai berfikir keras bagaimana ia bisa menyatakan perasaan nya kepada alesha secepatnya sebelum ia dijodohkan.


Arzan tau jika apa yang dibicarakan mamanya bukan hanya perintah namun ancaman, bahkan papanya tidak akan membantah jika bukan pada kehendaknya sendiri, ia harus bertidak sebelum alesha pergi dari kehidupannya.


"Lebih baik aku bilang sekarang"Pikir arzan dan mulai membereskan berkas untuk segera pergi ke kamarnya


azan memang tipe yang sombong dan dingin tetapi jika mengenai perasaan ia tidak mau mengah dengan siapapun dan dia akan mengesampingkan egonya.


mungkin suatu saat ia tidak akan mengesampingkan egonya.


...***...


Ruangan tersembunyi


"Ah aku bosan, kira-kira apa yang akan disampaikan mas arzan tadi, aku jadi korban penasaran"Guman alesha dalam hati


"Aku takut mas arzan nggak cinta sama aku, sedangkan ia sendiri memiliki perhatian lebih kepadaku, apa itu disebut cinta"Sambung alesha lagi.


"Aku takut ya tuhan, tapi aku akan mencoba bicara kepada mas arzan tentang perasaanku sekarang juga, aku akan memperjuangkan lagi pula kan kata mas arzan mamanya, meminta untuk menikah lalu apa salahnya"pikir alesha


Tiba-tiba ada orang yang membuka pintu dan ia tau siapa lagi jika bukan si kutub es.

__ADS_1


__ADS_2