
maaf ya,baru bisa up
"Mas turunkan aku"Ucap alesha sambil menunjukkan mimik wajah yang memohon
"Baiklah untuk sekarang aku tak akan memberikanmu hukuman"Kata arzan melepaskan tanganya dari pinggang alesha
"Emang aku anak kecil gitu,kalau salah diberi hukuman"Ucap alesha dengan mengambil tasnya dan pergi keluar sendiri
"Dasar"Guman arzan dengan tertawa ia pun menyusul alesha dan kembali menaruh ponselnya di saku celana.
"Isshhh nyebelin"Ucap alesha sambil menghentakan kakinya dilantai
"Tau gitu aku mending tidur sama cla"Guman alesha dengan mencari posisi ternyaman saat bersender di tiang pembatas
"Wahhh ada gadis cantik nihh, siapa tahu bos perlu"Guman seseorang laki-laki bersama temanya memandang alesha dari jarak satu meter.
Laki-laki tersebut mencoba mendekati alesha yang sibuk berkutik dengan ponselnya, salah satu dari mereka mengambil sapu tangan dan memberinya obat bius pada sapu tangan tersebut.
"Kenapa cla tidak bisa dihubungi? "Tanya alesha karna ia mencoba menghubungi cla untuk menanyakan apa ibu menanyakanya atau tidak.
Saat laki-laki tersebut akan mendekati alesha dan akan membius alesha, tiba-tiba ada seseorang yang mehalangi mereka dan membuat mereka berdua tersungkur ke lantai.
_Brakkk_
"Aaaa sialan"Umpat laki-laki yang menggunakan masker
"Eh, m-mas arzan"Ucap alesha dengan membalikkan badanya dan melototkan matanya ketika melihat seseorang yang terjatuh dilantai dengan sapu tangan yang berada disebelahnya.
__ADS_1
"Apakah ia ingin menculikku, lalu aku dijual terus aku diii.......Guman alesha dengan perasaan yang takut.
"Kau tak apa? "Tanya arzan sambil menangkup wajah alesha dan memeriksa badan alesha dengan memutarnya .
"Aku tak apa"Jawab alesha
"Bersembunyi dibelakangku"Kata arzan dengan mengambil posisi kuda-kuda tetapi sebelum itu ia melepaskan topinya dan memberikanya kepada alesha.
"Mencoba menjadi pahlawan"Ucap laki-laki tersebut yang mulai bangun
Mereka pun akhirnya bertengkar, salah satu dari mereka menggunakan pisau untuk melumpuhkan arzan namun arzan berhasil lolos dari serangan tersebut sedangkan alesha ia bigung harus berbuat apa.
"Awasssssssss"Teriak alesha saat salah satu laki-laki tersebut mengarahkan pisaunya ke perut arzan.
Arzan pun menoleh ke alesha dengan tersenyum dan mengedipkan matanya,arzan kembali memberikan pukulan kepada mereka dan berhasil menjatuhkan pisau tersebut.
"Tunggu biarkan aku selesaikan ini"Jawab arzan dengan memelintirkan kedua tangan laki-laki tersebut.
"Jangan pernah mencoba mendekati wanitaku"Ucap arzan dengan membisikan perkataanya.
"Ampun tuan"sahut salah satu dari mereka
"Kau telah bermain-main"Ujar arzan sambil mengeraskan pukulanya hingga mereka terjatuh ke lantai dan ditangkap beberapa pengawal arzan,kemudian arzan mendekati galen
"Kau urus mereka, seperti mereka bukan dari orang biasa"Perintah arzan dengan menepuk bahu galen dan memberikan tanda dengan menunjukan sesuatu kepada galen
"Kau benar tuan ia memiliki tanda Pedang hitam"Tutur galen dengan melihat tanda ditangan salah satu laki-laki tersebut yang sedang menahan sakit.
__ADS_1
"Baiklah bereskan"Ujar arzan sambil mengatur nafasnya.
"Permisi tuan"Sahut galen dengan mengundurkan dirinya.
"Kau tak terluka kan?, bagaimana kau bisa menjadi bertarung?,apa kau tak pernah berfikir jika kau kalah bagaimana?, apa yang harus aku katakan pada keluargamu?"Tanya alesha beturut-urut.
"Tenanglah, aku tak apa"Jawab arzan dengan santai ia malah menarik tangan alesha
"Untung saja tidak ada orang dilantai ini,jika banyak orang pasti mas arzan akan jadi tontonan para wanita"Guman alesha ia pun mengikuti arzan menaiki lift.
Ting
Saat lift terbuka banyak orang yang sedang memandang alesha dan arzan.
"Ehh itu bukanya presedir ARM,wanita disampingnya siapa bukanya ia dijodohkan oleh nona akila"
"Ahhh, aku jadi pengen punya pacar seperti presedir"
"Mereka cocok sekali ya, semoga mereka menjadi pasangan selamanya"
Banyak orang yang mengenali arzan, karna arzan melepaskan topinya dan banyak orang juga yang membicarakan nya dengan alesha,sedangkan alesha ia merasa minder karna banyak orang yang belum mendukungnya dan malah mendukung hubungan arzan dan akila.
Mereka berdua tak begitu terganggu dengan banyak orang yang menatapnya seperti sedang menginterogasi nya, arzan bahkan sekarang malah merangkul pundak alesha.
Arzan dan alesha pun sampai diparkiran, arzan segera mengendarai mobilnya tetapi ia masih menggengam tangan alesha, sedangkan alesha ia memilih untuk diam dengan memikirkan sesuatu hal.
...****************...
__ADS_1