
Malam telah berubah menjadi pagi disinilah semua akan berubah entah itu selamanya atau hanya sementara.
Seseorang telah sampai di kantor ARM Group
Meminta sang supir untuk memarkir kan mobil nya di basement,sedangkan ia dan sekretaris berjalan memasuki kantor.
Arzan dan galen memasuki kantor dengan setelan jas, jam tangan mewah serta yang membuat ketampanan nya pass adalah kaca mata hitam yang melekat di hidung sang pemilik.
Arzan tergesa-gesa memasuki kantor dan menuju ke lift,bahkan seorang karyawan menyapanya ia mengabaikan begitu saja,
Arzan sendiri memang terkenal sosok ceo yang Dingin, jarang tersenyum dan tidak banyak bicara selain memerintahkan.
Begitu pintu lift terbuka, ia langsung memasuki ruangan,sedangkan sang sekretaris perempuan yang melihat bosnya datang langsung menuju ruangan untuk membawa jadwal dan membawa berkas yang akan ia berikan.
***
Ruangan arzan masih diselimuti kemarahan karna telah terjadi sesuatu yang membuatnya moodnya berkurang.
"Bagaimana len? "Tanya arzan ia menduduki kursinya
"Masih diselidiki tuan, orang tua anda sepertinya akan datang dalam bulan ini"Jawab galen dengan memberitahukan
"Huu kenapa disaat seperti ini dia muncul len, biarkan saja mereka datang"Ucap arzan dengan kesal
"Baik tuan, Saya juga tidak tau tuan, setelah ia menghilang ia tiba-tiba muncul kembali"Kata galen dengan menundukan kepalanya
"Baiklah len biarkan waktu yang memutuskan,Kau boleh pergi"Sahut arzan
"Saya permisi kalau begitu tuan"Ucap galen dengan meninggalkan ruangan
Beberapa menit kemudian
Tok, Tok
"Masuk"Kata Arzan
Alesha membuka ganggang pintu dan memasuki ruangan ia langsung memberitahukan jika hari ini tidak ada jadwal meeting cuma sekedar mengecek proyek resort dan menandatangani berkas yang telah diajukan.
"Hmm"Ucap arzan dengan memfokuskan pada berkas dan tidak sama sekali melihat alesha
"Sha"Panggil arzan dengan mengalihkan pandangannya
"Iya pak"Sahut alesha dengan posisi berdiri
"Begini, tolong kau atur jadwal makan siangku seperti biasa, dan nanti bereskan berkas-berkas yang telah aku tandatangani"Pinta arzan
"Baik pak"Ucap alesha
"Baiklah, kau boleh kembali dan jangan lupa nanti bereskan berkas"Sambung arzan dengam mengingatkan
__ADS_1
"Tentu"Jawab alesha dan ia langsung keluar
...***...
...Alesha menghela nafasnya, melirik jam tangan coklat di pergelangan tanganya. Alesha bahkan baru menyadari jika ia hampir melewatkan jam makan siang. ...
Ia buru-buru mencari ponsel untuk menghubungi restoran dan memesan makanan untuk arzan, setelah itu alesha menyuruh ob untuk mengantarkan ke ruangan arzan.
Dan Alesha kembali menyelesaikan perkerjaan yang masih menumbuk untuk ia serahkan nanti kepada arzan,Tiba-Tiba hpnya berdering tanda seseorang menghubungi nya.
...---...
"Halo"Ucap seseorang dari sebrang telepon
"maaf cla,aku lagi banyak pekerjaan"Jawab alesha dengan sedih
"Yaudah gpp, lagian kan bisa lain waktu, kalau gitu aku pamit ya sha"Kata Clarisya
"Iya, Makasih"Sahut alesha dan menutup hpnya
...---...
...Waktu telah berlalu sekarang waktu telah memunujukan Jam 3 sore, tinggal beberapa jam lagi kantor akan tutup....
"Auhhh"Jerit pelan seseorang
"Ah, aku lupa bawa obat lagi, biarkan aku tahan sebentar lagian tinggal 1 jam lagi akan pulang"Pikir alesha dengan menahan perutnya
Tok ,Tok
"Siapa?"Teriak arzan
"Saya Pak alesha"Jawab alesha dengan menahan rasa pusingnya
"Masuk"Pinta arzan
"Permisi, pak ini berkas yang bapak minta"Ujar alesha memberikan berkas
"Hmmm, Kenapa mukamu pucat sha? "Kwartir arzan lalu menoleh ke arah alesha yang mukanya pucat
"mmm, Itu tidak apa-apa pak mungkin cuma efek make up"Jawab alesha tersenyum untuk menghilangkan kekwatiran arzan
"Kamu yak,,,,, belum arzan menyelesaikan perkataanya alesha sudah pingsan terlebih dahulu.
"Sha, bangun, sha"Pinta arzan kepada alesha dengan menepuk pipinya supaya bangun
Tapi alesha tetap saja belum bangun alhirnya, arzan membawa alesha kekamar pribadinya yang berada dikantor untuk membaringkan alesha dikamar.
Ruangan ini hanya beberapa orang yang mengetahui karna pintu dari ruangan, ini sendiri hampir sama seperti dinding sehingga memungkinkan seseorang tidak akan mengenalinya.
__ADS_1
Kunci dari pintu kamar ini adalah menggunakan akses wajah arzan untuk membuka ruangan, bahkan didalam kamar terdapat kamar mandi, kamar tidur, Ruang ganti, dan dapur bersih.
"sha bangun"Ucap arzan kepada aleha
Pelan-pelan arzan menyibak beberapa helai rambut yang menutupi sebagaian wajah alesha, arzan tersenyum menatap wajah alesha yang tenang,cantik,tidak menunjukkan sifat kekanakan.
Bahkan arzan merasa jika menatap wajah alesha bisa menghilangkan penat yang ia alami, Berlama-la ma menatap wajah alesha membuat arzan terbawa suasana.
Dengan tiba-tiba ia menundukkan wajahnya untuk mencium alesha tepat dibagian bibir yang tipis dan menggoda menurut arzan, ia bahkan mengelus pipi alesha yang halus dan kemerahan.
Perlahan kelopak mata itu mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya terbuka sempurna, ia meresa bahwa badanya sangat lemah.
"kamu udah bangun sha? "Tanya arzan dengan membantu alesha duduk
"Iya mas"Jawab alesha berusaha untuk menahan gejolak yang diperutnya
"Makanlah terlebih dahulu, dan minum obat maagmu, lain kala jagalah kesehatan mu jangan mementingkan pekerjaan"Pinta arzan panjang lebar
Memang arzan sempat untuk meminta galen membelikan makanan serta obat dan menyiapkanya,ia sengaja tidak memanggil dokter karna arzan tau jika alesha mempunyai riwayat lambung.
"Ba,bagaimana mas tau? "Tanya alesha
"Cukup mudah bagiku, ayo makan"Arzan langsung menyuapi alesha bubur dan alesha menerimanya ia tidak mungkin bisa menolak dengan keadaan seperti ini
Acara makan suap-suapan pun selesai,arzan lalu meminta alesha untuk meminum obatnya setelah beberapa menit alesha baru sadar jika ia berada ditempat yang asing
"Mmm, Terima kasih mas arzan,dan ini kita lagi dimana?"Tanya alesha melihat sekeliling hampir semua ruangan bercat Hitam
"Ini masih dikantor sha, dan ini adalah kamar pribadiku yang berada dikantor"Jawab arzan dengan posisi menghampiri alesha untuk membantunya berdiri
"Kau mau pulang honey?"Tanya arzan dengan menggoda
Bluss
Langsung rona wajah diwajah yang pucat menjadi merah karna godaan seseorang
"iya, kasihan ibu jika menungguku"Jawab alesha
"Tidak, kau berpamitan lah dengan ibu aku tidak mengizinkan mu, pergi dari sini sebelum benar-benar sembuh dan fit kembali"Pinta arzan dengan mengambil ponsel alesha yang berada dijasnya
"Tapi,,,belum selesai bicara dengan tiba-tiba arzan mencium bibir alesha,alesha melotot kan matanya karna tindakan arzan
Cup
"Mas"Ucap alesha dengan mendorong dada arzan
"Apa?"Tanya arzan lalu mengusap bibir alesha
"Itu, mm
__ADS_1
...***...
Sambung besok lagi ya, makasih buat yang udah baca, jangan lupa vote, ikuti dan komen mungkin kalian ada saran.