Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
21.


__ADS_3

Setelah ayah dan ibunya meninggalkan ruangannya, maka Amsterdam mengangkat wajahnya menatap kedua orang itu, 'apa yang direncanakan oleh ayah?' ucap pria itu yang mana ia mendengar percakapan kedua orang itu.


Tetapi karena keduanya sengaja memperdengarkannya padanya, maka pastilah ada sesuatu yang benar-benar direncanakan oleh keduanya.


Maka dengan cepat pria itu kemudian menghubungi asistennya dan menyuruh asistennya agar mengawasi gerak-gerik Ayah dan Ibunya.


Lalu pria itu kemudian lanjut bekerja sampai sore hari, dia meninggalkan kantor dan langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui Luna.


Sang asisten yang menyetir sesekali menatap ke arah tuannya lewat kaca spion dalam mobil.


'Tuan benar-benar berubah, sekarang dia malah menyempatkan waktunya untuk terus mengunjungi perempuan itu di rumah sakit. Hah,, Sepertinya Dia benar-benar tidak rela memberikan keperjakaannya pada perempuan yang tak akan ia miliki. Tapi kenapa sekarang aku bertanya-tanya Apakah perempuan itu juga memberikan keperawanannya untuk tuan?' ucap asisten dalam hati yang benar-benar penasaran.


Tetapi tentu saja asisten itu tak berani bertanya hingga dia hanya menyetir sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit lalu keduanya menaiki lantai VVIP.


Tok tok tok...


Amsterdam mengetuk pintu kamar itu membuat sang asisten kembali lagi tercengang.

__ADS_1


Kapan pria itu mengetuk pintu ketika dia hendak memasuki sebuah ruangan???


"Masuk," jawab seorang pria dari dalam kamar langsung membuat Amsterdam kemudian membuka pintu itu dan melihat Luna sudah duduk sambil memegang segelas minuman.


Perempuan itu terkejut melihat kedatangan Amsterdam, jadi dia langsung salah tingkah di atas tempat tidur karena dia malu pada pria itu setelah Apa yang terjadi.


"Ahh,, calon menantu ku, masuklah!!" Kata Wahyu menyambut pria itu dengan sangat senang lalu kemudian merapikan barang-barang yang sempat berserakan di atas sofa.


Sang asisten yang masuk ke ruangan itu baru pertama kali melihat Luna secara langsung dan Dia merasa bahwa memang perempuan itu sangat cantik.


Bahkan lebih cantik daripada foto yang ia lihat, pria itu berpikir mungkin itu adalah salah satu alasan Amsterdam mau bersama dengan perempuan itu.


Tetapi asisten itu hanya tersenyum sambil berkata, "Saya sudah terbiasa berdiri."


Tentu saja asisten itu tidak ingin mencari masalah dengan bersikap lancang di depan Tuan mudanya.


Tetapi Mersy yang keluar sambil membawa 3 minuman di baki, perempuan itu menatap sang asisten sambil berkata, "kau ini,,, cepat duduk bersama kami, aku sudah membuatkan minuman untukmu."

__ADS_1


Asisten yang melihat itu tentu saja menjadi sangat ragu di tempatnya, dan dia melirik ke arah Amsterdam, namun pria itu tetap duduk dengan tenang sehingga dia pun tidak berani bergerak sedikitpun di tempat dia berdiri.


Melihat itu, maka mercy dengan cepat menghampiri asisten itu dan menarik lengan pria itu, lalu memaksanya duduk di salah satu sofa.


Begitu asisten Amsterdam duduk, Amsterdam langsung menatapnya sambil berkata, "bukakankah Kau bilang kau hendak pergi berkencan? Mengapa belum pergi juga?"


Ucapan tuannya langsung membuat sang asisten itu kemudian berdiri dan berkata, "ahh, benar, kalau begitu saya minta maaf, tapi saya harus pergi sekarang."


Tanpa menunggu jawaban dari semua orang, maka asisten itu langsung pergi.


Luna dan kedua orang tuanya yang melihat itu hanya bisa terdiam, dengan Luna yang kemudian meletakkan gelasnya lalu perempuan itu berbaring, berpura-pura tertidur.


Beberapa saat terdiam, perempuan itu kemudian mendengar ayahnya katanya: "rencana pernikahan yang sudah kita bicarakan sudah kami tetapkan tanggalnya setelah berbicara dengan para tetua desa. Mereka menemukan tanggal yang tepat dan tanggal yang sangat baik yaitu tanggal 23 bulan ini."


Amsterdam menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu, aku akan mempersiapkan semuanya." Jawab Amsterdam membuat kedua orang tua yang ada di hadapan pria itu merasa sangat senang.


Mercy menoleh ke arah putrinya untuk mempertanyakan pendapat perempuan, tetapi ketika dia melihat perempuan itu tertidur maka dia tidak mengatakan apapun, namun dia merasa sangat tenang.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2