Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
60


__ADS_3

Clek!


Luna membuka pintu kamar mandi dengan hati-hati dan melihat bahwa ternyata Amsterdam sudah menunggunya di depan pintu, jadi perempuan itu merasakan panas lagi area matanya dan dia merasakan air matanya kembali berkumpul untuk menetes ke pipinya.


"Aku akan pergi menyiapkan makan malam jadi cepatlah berganti baju," ucap Amsterdam ketika dia melihat mata perempuan itu langsung berair ketika membuka pintu sehingga dia tidak ingin membuat perempuan itu semakin emosi melihatnya.


Oleh karena itu, Amsterdam segera meninggalkan Luna sendirian di dalam kamar lalu pria itu melihat bahwa Inez juga baru kembali.


Perempuan itu membawa banyak paper bag di tangannya lalu perempuan itu berkata, "Selamat sore kakak ipar."


Amsterdam hanya menganggukkan kepalanya lalu melihat perempuan itu masuk ke kamarnya, sementara Amsterdam berjalan ke arah dapur dan menatap semua makanan yang sempat ia bawa dari luar agar mereka tidak perlu lagi memasak makan malam.


Sambil menata semua makanan di meja makan, pria itu berusaha berpikir bagaimana dia akan berbicara dengan istrinya agar kesalahpahaman mereka bisa berakhir.


"Lho, kakak ipar yang memasak?" Ucap Ines saat perempuan itu muncul di meja makan karena dia berpikir dia baru akan memasak makan malam untuk mereka bertiga.

__ADS_1


Tapi ternyata dia malah melihat bahwa Amsterdam telah selesai menata semua makanan di meja sehingga perempuan itu berpikir bahwa semua makanan itu dibuat oleh kakak iparnya.


"Ini makanan dari restoran, Sekarang pergi panggil kakakmu supaya kita bisa makan malam bersama," ucap Amsterdam yang sementara meletakkan sendok dan garpu di samping piring yang telah Ia letakkan sebelumnya.


"Baik Kakak ipar," ucapkan langsung berlari pergi dari meja makan dan dia kemudian pergi mengetuk pintu kamar Luna.


Tok tok tok...


"Kak Luna, ini aku Ines, makan malam sudah siap," ucap ingus pada perempuan di dalam kamar.


Luna yang saat itu berada di depan meja rias berusaha menggunakan segala cara untuk menutupi matanya yang bengkak kini melihat ke arah pintu lalu dia berpikir bahwa ini mungkin bisa membantunya karena perempuan itu sedikit tahu menahun tentang perawatan kulit dan Inez juga gadis yang suka berdandan.


"Wah,,, kamar kakak sepupu dan kakak ipar benar-benar bagus, Padahal aku pikir kamar yang diberikan padaku sudah sangat bagus," ucap Ines yang benar-benar terpukau dengan kamar itu.


"Hm,, tolong bantu aku meredakan bengkak pada mataku," ucap Luna langsung membuat Inez tersadar dari rasa kagumnya dan perempuan itu kemudian mendekati Luna yang duduk di kursi meja rias dan melihat mata bengkak Luna.

__ADS_1


Perempuan itu langsung tahu bahwa Luna baru saja menangis, jadi dia kemudian berkata, "Apakah Kak Luna baik-baik saja?"


Pertanyaan perempuan itu benar-benar membuat Luna kembali teringat lagi dengan masalah yang ia hadapi sehingga dia merasakan bahwa air matanya kembali berkumpul di pelupuk matanya hingga membuatnya kemudian membuang muka dari Inez.


"Jangan bertanya, cukup bantu aku meredakan bengkak ini," ucap Luna yang tidak mau berbagi masalahnya dengan ines.


Perempuan itu takut kalau Ines akan menertawakannya dan perempuan itu mungkin akan takut berada di kota setelah mengetahui bahwa dirinya yang baru saja menikah ternyata langsung diselingkuhi dan bahkan perempuan selingkuhan suaminya memiliki seorang anak di pakandungannya.


"Ah,, baik Kak," ucap Ines kemudian tidak ingin bertanya lagi tentang apapun yang dihadapi oleh Luna Setelah dia melihat bahwa perempuan itu tidak ingin berbagi masalah dengannya.


Jadi dia hanya melihat semua barang-barang yang ada di atas meja dan ingat kemudian menghela nafas, "Kakak ini dinikahi oleh seorang pria kaya, tapi alat make up kakak semuanya seperti ini. Tunggu sebentar, aku akan mengambil sesuatu," ucap Ines kemudian keluar dari kamar meninggalkan Luna untuk mendapatkan sesuatu yang bisa membantu meredakan bengkak pada mata kakak iparnya.


Luna yang melihat kepergian perempuan itu kemudian menghela nafas dan dia kembali menatap dirinya di cermin dan melihat bahwa wajahnya benar-benar tampak sangat muram dan sangat buruk untuk dipandang.


'Padahal aku hanya menangis beberapa jam saja, tapi sudah seperti ini,' ucap Luna dalam hati yang merasa bahwa dirinya benar-benar payah.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2