Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
62


__ADS_3

Luna yang mendengarkan ceramah dari Ines benar-benar merasa bahwa perempuan di depannya meski terkadang terlihat kanak-kanakan, namun perempuan itu memiliki sisi yang dewasa bahkan lebih dewasa daripada dirinya sendiri.


Oleh sebab itu, Luna menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu dia kemudian kembali menatap dirinya diri cermin untuk memberi semangat pada dirinya sendiri.


Setelah itu, dia kemudian berdiri sambil menatap Inez yang juga menatapnya, "Terima kasih untuk semua yang kau katakan padaku, kalau begitu kita bisa pergi makan malam sekarang." Ucap Luna diangguki oleh Ines, lalu mereka kemudian pergi keluar kamar untuk makan malam bersama dengan Amsterdam.


🌺🌺🌺


Begitu mereka tiba di meja makan, tatapan Luna langsung bertemu dengan tatapan Amsterdam, dan Luna bisa melihat bahwa pria itu terlihat sangat cemas padanya hingga Dia kemudian duduk di samping Amsterdam dan dia menguatkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Baru saja duduk, Amsterdam langsung meletakkan makanan di piring Luna lalu berkata, "makanlah."

__ADS_1


Luna yang mendengar ucapan suaminya kemudian berusaha mengganggukan kepalanya lalu dia kemudian mulai makan malam sambil melihat Ines yang juga tetap tenang di tempatnya menikmati makan malamnya.


'Suasana ini sangat canggung, jadi aku harus buru-buru makan supaya bisa membiarkan mereka berdua saja,' ucap Inez dalam hati yang jelas tahu bahwa sepasang suami istri itu sedang mengalami sebuah kesalahpahaman yang membuat Mereka terlihat begitu canggung dan hanya diam satu sama lain.


Maka dengan penuh perhatian, Ines cepat-cepat menyelesaikan makan malamnya lalu dia meninggalkan kedua orang itu dengan Ines yang masuk ke dalam kamarnya sembari menikmati kegalauannya memikirkan hubungan anggaran dengan perempuan yang bernama Anggi.


"Hah,, padahal ketika kembali ke rumah aku pikir aku akan menanyakan masalah itu pada Kakak sepupu, tapi ternyata begitu sampai di rumah malam mendapati mereka berada dalam situasi yang canggung juga," ucap Ines sambil menghela nafas yang mana perempuan itu jelas mengerti bahwa dia tidak mungkin menanyakan hal itu dan semakin memperkeruh suasana.


Maka dia hanya diam saja di tempat tidur sambil bertanya-tanya dalam hati tentang hubungan Anggi dan Anggara.


Tetapi meski keduanya berada dalam keheningan, namun sebenarnya keduanya sibuk memikirkan apa yang harus mereka katakan untuk memulai pembicaraan.

__ADS_1


Terutama Luna yang merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Inez Memang benar bahwa dia harus mengatakan semuanya pada Amsterdam, tetapi perempuan itu terlalu takut dan tidak memiliki keberanian yang cukup untuk menanyakan perempuan yang hamil pada suaminya.


Perempuan itu barulah menoleh ke arah Amsterdam ketika dia mendengar Amsterdam yang tiba-tiba berbicara.


"Kau Jangan berpikir macam-macam, aku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun, apalagi memiliki seorang anak dari perempuan lain." Ucap Amsterdam sangat mengejutkan Luna karena dia tak menyangka bahwa pria itu akan mengetahui apa yang membuatnya gunda.


Tetapi, ketika dia merasa bahwa pria itu masih akan berbicara, dia malah melihat Amsterdam berdiri lalu pria itu kemudian pergi meninggalkan meja makan.


Hati Luna seperti langsung kacau, dan dia menatap makanan di piring Amsterdam yang baru setengahnya yang habis, hingga Dia merasa bahwa pria itu mungkin marah karena sesuatu.


Dia juga melihat makanan yang ada di depannya, Dan Dia merasa bahwa dia sudah tidak bernafsu untuk memakannya, jadi perempuan itu kemudian berdiri membereskan semua piring.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2