Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
39.


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan selamat malam dari Luna, maka Amsterdam tersenyum dan pria itu juga masuk ke kamarnya.


Begitu masuk ke kamarnya, pria itu melihat berkas yang telah dirapikan oleh Luna sudah sesuai dengan tataan yang seharusnya.


Pria itu juga senang melihat bahwa kotoran yang awalnya ia lihat di sana sudah dibersihkan juga oleh perempuan itu.


Setelah mengecek dokumennya, pria itu kemudian hendak naik ke tempat tidur untuk tidur ketika dia melihat tepi ranjang yang tadi diduduki oleh Luna.


'Tadi dia duduk di sini?' ucap Amsterdam menyentuh tepi ranjang yang berantakan itu lalu dia kemudian mengangkat selimutnya dan terkejut melihat sebuah foto yang diletakkan di sana.


Pria itu mengerutkan keningnya mengambil foto yang merupakan foto dari anak perempuan pertama keluarga keluarga Wiranto yang dijodohkan dengannya.


"Kenapa foto ini bisa di sini?" Ucap pria itu memegang erat foto di tangannya.


Dia sama sekali tidak mengerti mengapa foto tersebut bisa ada di kamarnya, karena tidak mungkin Luna yang membawa foto itu ke dalam kamarnya.


"Tunggu," Amsterdam kembali mengingat di hari ketika pertemuan keluarga, ibunya pernah meminta izin untuk masuk ke dalam kamarnya memperbaiki bajunya yang sedikit berantakan.


"Hah,,," pria itu menghela nafas lalu dia kemudian melemparkan foto itu ke tempat sampah sebelum naik ke tempat tidur untuk beristirahat.


"Ayah dan ibu berencana membuat hubungan kami menjadi renggang, tapi karena mereka melakukannya dengan cara seperti ini maka mereka pasti ingin melakukannya perlahan-lahan," ucap Amsterdam sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Cukup lama pria itu berusaha untuk tidur, Tetapi dia tidak bisa tidur karena dia merasa cemas bahwa Luna telah melihat foto itu dan menjadi salah paham padanya.


Tetapi karena berpikir itu sudah malam maka Amsterdam berusaha untuk tertidur.


Sehingga pada keesokan harinya ketika pria itu terbangun, dia cepat-cepat memasak di dapur dan setelah itu dia menyetuk pintu kamar Luna.


Tok tok tok...


Clek!


Pintu kamar terbuka memperlihatkan seorang perempuan yang baru saja bangun tidur dengan rambut yang acak-acakan dan wajah yang polos khas bangun tidur.


"Cepatlah bersiap supaya kita bisa sarapan dan pergi ke dokter untuk check up," ucap Amsterdam diangguki oleh Luna lalu pintu kemudian tertutup sementara Amsterdam juga kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Setelah keduanya duduk di meja makan, Amsterdam kemudian menatap Luna dan hendak mengatakan tentang foto yang kemarin, tetapi ketika melihat bahwa perempuan itu tampak tenang dan sama sekali tidak terganggu, maka Amsterdam berpikir bahwa mungkin saja perempuan itu tidak berpikir macam-macam.


Oleh karena itu, Amsterdam memutuskan untuk tidak memikirkan nya lagi lalu mereka cepat-cepat sarapan dan kemudian Mereka pergi ke rumah sakit untuk check up.


Sang dokter yang selesai memeriksa luka Luna kemudian menatap kedua orang itu, "lukanya akan segera sembuh, jadi tidak perlu lagi diperban. Hanya saja, hati-hati untuk membersihkannya, dan beberapa waktu ke depan jangan sampai terkena air." Ucap ang dokter sembari menulis resep vitamin yang akan diberikan pada Luna untuk menjaga kesehatan perempuan itu.


"Baik Terima kasih dok," kata Luna yang merasa sangat senang lalu mereka kemudian menunggu beberapa saat baru mengambil resep obatnya dan pergi ke apotek rumah sakit untuk menebus resepnya.

__ADS_1


Tetapi, ketika di mereka berjalan, mereka tiba-tiba dikejutkan oleh orang-orang yang berlari membawa seorang pasien ke ruangan ICU.


"Hati-hati!!" Ucap Amsterdam langsung menarik Luna ke dalam pelukannya saat melihat segerombolan orang-orang itu hendak menabrak Luna.


Luna juga terkejut, jadi tanpa sadar perempuan itu memeluk hamsterdam dengan erat sambil melihat orang-orang yang akhirnya menjauh dari mereka.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Amsterdam tanpa melonggarkan pelukan mereka.


Luna yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, "ya, Tenang saja, aku baik-baik saja," jawab Luna.


"Baguslah," ucap Amsterdam melonggarkan pelukannya dengan Luna yang juga menyadari bahwa ternyata dia memeluk pria itu, maka mereka dengan cepat menjaga jarak lalu lanjut lagi menuju ke apotek rumah sakit.


Begitu tiba di apotek, tiba-tiba saja Luna merasa pusing jadi perempuan itu langsung berpegangan erat pada Amsterdam yang sedang berbicara dengan seorang perawat yang bertugas.


"Nona!" Ucap seorang pria yang melihat Luna yang hendak terjatuh.


Pria itu hendak menolong Luna ketika Amsterdam yang menyadari ucapan pria yang khawatir itu langsung melihat Luna dan menahan perempuan itu agar tidak terjatuh ke lantai.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2