Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
51


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, maka keempat orang yang berada dalam satu mobil akhirnya tiba di sebuah apartemen mewah dengan saat itu Inez maupun Luna tidur terlelap tanpa bisa dibangunkan.


Amsterdam langsung mengangkat perempuan itu di pangkuannya dan menggendongnya ke dalam lift meninggalkan Anggara yang kini kebingungan di tempatnya sebab dia berusaha membangunkan Inez tetapi perempuan itu tidak bisa bangun.


Maka dengan terpaksa, pria itu menutup pintu mobil lalu keluar membuka pintu mobil lain dan membawa ines ke gendongannya.


Setelah itu, pria itu menyusul ke apartemen Amsterdam dan Di tengah perjalanan ketika mereka hampir memasuki apartemen Amsterdam, tiba-tiba saja Inez membuka matanya.


"Apa yang?" Ines sangat terkejut karena digendong oleh pria itu, dan Anggara pun langsung melepaskan Inez dan membantu perempuan itu untuk berdiri dengan stabil.


Setelah bisa berdiri dengan stabil, Inez kemudian langsung berbalik memunggungi Anggara sambil memegang pipinya yang terasa begitu panas dan kini telah berwarna merah seperti warna Cherry.


Anggara yang melihat itu kemudian berkata, "masuk lah ke dalam, aku akan mengambil barang-barang yang tertinggal di mobil."


Setelah berbicara, Anggara tidak menunggu jawaban perempuan itu lagi, Tetapi dia kemudian langsung masuk ke dalam lift meninggalkan Inez yang kini memegangi dada sebelah kirinya yang berdegup tak karuan.


"Hah,,,, dia benar-benar menyukaiku, dia bahkan menggendongku ketika aku tertidur." Ucap perempuan itu dengan hati berbunga-bunga dengan wajah yang bersemuh semakin merona karena begitu senang dan begitu bersemangat atas kedekatannya dengan Anggara.


Lalu dia kemudian berjalan pintu yang ada di sana dan dia kebingungan ketika dia mencoba membuka pintu itu namun tak bisa terbuka.


"Bagaimana caranya masuk ke dalam rumah ini?" Ucap Inez yang tentunya merasa kebingungan sebab itu pertama kalinya dia datang ke apartemen Dan Dia sangat-sangat kampungan dengan tempat itu.

__ADS_1


'Biasanya di tv-tv ada tempat untuk membunyikan bel,' ucap perempuan itu kemudian melihat-lihat di pintu itu lalu dia melihat sebuah tombol yang terletak di ambang pintu.


Yang satu ialah tombol yang lebih besar dan yang lain ialah tombol yang lebih kecil dan perempuan itu kebingungan harus menekan tombol yang mana karena petunjuk tombol tersebut ditulis menggunakan bahasa Inggris yang tentunya tak diketahui oleh perempuan itu.


"Kalau begitu aku tekan saja dua-duanya!!!" Ucap perempuan itu lalu dia kemudian menekan kedua tombol tersebut secara bersamaan, lalu dia mendengar suara bel yang berbunyi hingga dia merasa tenang bahwa dia menekan tombol yang benar.


Saat itu, di dalam apartemen Amsterdam baru saja membaringkan istrinya dengan lembut di tempat tidur lalu menyelimuti juga perempuan itu.


Ding dong...


Ding dong...


Amsterdam kemudian keluar dari kamar, lalu dia hendak berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu ketika pria itu tiba-tiba saja melihat sesuatu yang terletak di atas meja.


Dan benar saja, ketika dia mengangkat benda itu, dia sangat terkejut ketika membaliknya dan ternyata di belakangnya terdapat sebuah gambar foto seorang perempuan yang merupakan perempuan yang awalnya dikatakan oleh ayahnya untuk dijodohkan dengannya.


Maka Amsterdam menggertakan giginya dan merasa bahwa Ayah dan Ibunya sudah memasuki apartemen mereka tanpa sepengetahuannya, dan mungkin telah meletakkan beberapa benda di tempat itu yang bisa membuat hubungannya dengan Luna menjadi retak.


Ding dong...


Ding dong...

__ADS_1


Suara bel yang kembali berbunyi kemudian membuat Amsterdam membawa benda itu dan membuangnya ke tempat sampah sebelum berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu.


Begitu pintu dibuka, Amsterdam langsung melihat perempuan yang berdiri di depannya dengan wajah yang tampak memerah hingga membuatnya mengerutkan keningnya.


'Ada apa dengannya?' ucapk Amsterdam dalam hati.


Tetapi dia tidak berniat untuk menanyakan hal tersebut karena tentunya apa yang terjadi pada pada perempuan itu tidaklah penting untuk ia ketahui.


"Ahh kakak ipar," ucap Ines kembali mengukir sebuah senyum lebar di wajahnya.


Amsterdam menganggukan kepalanya lalu membiarkan perempuan itu masuk bersamaan dengan seorang petugas yang tiba-tiba saja datang.


"Anda memanggil bantuan darurat?" Tanya pria itu langsung membuat Amsterdam kebingungan.


"Maksud bapak apa ya?" Tanya Amsterdam pada pria yang ada di depannya.


"Ah itu, saya mendapat panggilan dari apartemen Ini, tadinya bel darurat di apartemen ini ditekan oleh seseorang." Ucap pria itu langsung membuat Amsterdam merasa kebingungan dengan pria itu.


Lalu Amsterdam berkata, "tidak ada yang menekan bel."


Sang petugas yang mendengarkan itu langsung menggaruk belakang telinganya lalu dia kemudian berkata, "kalau begitu saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Mungkin saya yang salah dengar." Ucap pria itu akhirnya meninggalkan Amsterdam dengan rasa bingungnya karena jelas-jelas dia melihat sinyal darurat yang berasal dari apartemen Amsterdam.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2