Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
84


__ADS_3

Setelah agak lama terus menemani Luna dan juga Debora, maka Clarissa kemudian berpamit pergi lalu dia menemui dokter Bima yang saat itu sedang berjaga.


"Dok," ucap Clarissa langsung dijawab oleh anggukan Bima, lalu pria itu mengambil jasnya dan juga ponselnya lalu dia keluar menemui Clarissa dan mereka pergi dari rumah sakit.


"Aku sudah mengatakan pada para suster untuk menghubungiku jika Ada hal darurat, tetapi tetap saja aku hanya bisa keluar satu jam saja," ucap dokter Bima yang jelas tahu tugas dan tanggung jawabnya, karena dialah yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dan dia tidak berada di posisinya untuk berjaga.


Clarissa menganggukkan kepalanya dengan pelan, "tentu saja," ucap perempuan itu sembari memperhatikan ponsel milik Bima yang diletakkan di sampingnya.


'Pokoknya nanti aku harus mendapatkan ponsel pria itu dan mematikannya supaya dia tidak mendapat telepon dari rumah sakit, apalagi saat obat yang kuberikan untuk perempuan itu bereaksi,' ucap Clarissa dalam hati yang merasa bahwa dirinya harus benar-benar membuat rencananya berjalan dengan sangat sempurna supaya bisa berakhir dengan sempurna juga.


Maka, ketika kedua orang itu tiba di sebuah restoran dana makanan sudah di sajikan di atas meja, Clarissa kemudian berpura-pura menjatuhkan sala satu barang ke lantai hingga membuat pria yang ada di depannya langsung tertunduk mengambilnya.


Saat itulah, Clarisa mengambil ponsel milik Bima yang diletakkan di atas meja lalu dia kemudian menonaktifkan ponsel itu lalu meletakkannya kembali.


'Dengan begini, tidak akan ada lagi yang mengganggu kami,' ucap Clarissa dalam hati lalu mereka kemudian lanjut makan dengan Clarissa yang terus berusaha mencari topik untuk mengajak pria di depannya berbicara, dan juga sesekali mengatakan sebuah kebohongan yang telah Ia rancangkan untuk diceritakan pada pria itu.


Tepat ketika satu jam, Bima melihat jam tangannya lalu dia berkata, "aku harus kembali ke rumah sakit."


"Ahh,, sayang sekali, padahal masih ada yang ingin kuceritakan padamu, tapi Bukankah dari tadi ponselmu tidak ada yang menelpon? Jadi aku rasa situasi di rumah sakit aman-aman saja," ucap Clarissa langsung membuat Bima melihat ponselnya, tetapi pria itu tidak berniat untuk mengaktifkan ponselnya karena melihat bahwa sedari tadi memang layar ponselnya selalu gelap, yang artinya bahwa tidak ada keadaan darurat.


Apalagi, dia sedang berusaha untuk memenangkan hati perempuan di depannya supaya mungkin perasaannya di SMA yang tidak terbalas saat ini bisa saja memiliki kesempatan untuk tumbuh dan memiliki perempuan yang ia sukai.


Maka kemudian pria itu menganggukkan kepalanya, "Baiklah, Jadi apa yang ingin kau ceritakan,?" Tanya Dokter Bima langsung membuat Clarisa menghela nafas.


"Jadi sebenarnya aku sudah dijodohkan dengan seorang pria tapi sayang sekali aku harus merelakan pria itu bersama dengan perempuan lain," ucap Clarissa mulai menceritakan sebuah kebohongan palsu tentang perjodohannya dengan Amsterdam dengan perempuan itu pada akhirnya terisak hingga membuat Bima semakin prihatin dengan perempuan itu.


Hal tersebut membuat Bima menjadi lupa waktu hingga dia terus berada di sana menemani clarisan menghibur hati perempuan itu, apalagi memanfaatkan kesempatan bahwa perempuan yang sedang patah hati lebih mudah untuk ditaklukan hatinya ketimbang menaklukkan hati perempuan pada keadaan-keadaan lainnya.


"Hiks,, hiks,, hiks,," Clarissa terus terisak mengambil simpati pria itu.

__ADS_1


'Dasar pria bodoh kau mah tapi aku senang karena akhirnya sesuatu yang kuinginkan berjalan dengan lancar, ini tinggal sedikit lagi sampai perempuan itu meninggal dan aku bisa menjadi satu-satunya perempuan yang layak untuk berada di sisi Amsterdam,' ucap perempuan itu dalam hati.


🌺🌺🌺🌺


Di rumah sakit.


Setelah menghabiskan buah yang telah dikupaskan oleh ibu mertuanya, Luna merasa baik-baik saja sehingga Debora kemudian pergi ke dapur dan perempuan itu mulai membereskan piring-piring kotor yang ada di sana.


Setelah semua piring kotor dibersihkan, perempuan itu kemudian membuat cemilan yang sehat untuk menemani perempuan itu, lalu mereka kemudian memakan bersama cemilan itu sembari berbincang-bincang dengan Luna.


Luna merasa sangat senang atas perhatian mertuanya dan kini dia tidak perlu lagi berusaha mendapatkan hati perempuan itu Karena dia sudah mendapatkannya.


Namun, ketika cemilan itu hampir habis tiba-tiba saja Luna merasa sangat sesak sehingga perempuan itu kesulitan bernafas dan membuat Debora sangat khawatir.


"Hah! Hah! Hah!" Luna berusaha bernafas kemah tetapi paru-parunya begitu berat dan dadanya terasa begitu sakit hingga dia berusaha mencari posisi yang nyaman.


Maka cepat-cepat, perempuan itu menekan bel darurat yang tersedia di dalam kamar, lalu dia berusaha membantu lunas supaya bernafas dengan tenang.


Tidak cukup 1 menit, akhirnya para suster datang ke tempat itu dan mereka melakukan pertolongan pertama pada Luna, tetapi tetap saja perempuan itu memperlihatkan gejala yang semakin memburuk hingga membuat para suster merasa begitu panik.


"Di mana dokter jaga kalian?!!" Teriak Debora pada para suster itu karena merasa kesal tidak ada penanganan yang diberikan oleh para suster Itu sebab tentunya para suster tidak bisa memberikan apapun pada pasien jika tidak melalui perintah seorang dokter.


"Dokter jaga sedang keluar sebentar, tapi sepertinya dia akan kembali sebentar lagi," ucap suster yang juga saat itu sangat panik dan ketakutan bahwa mereka akan mendapatkan kemarahan bahkan pemecatan dari pekerjaan mereka jika terjadi sesuatu pada seseorang pasien VIP.


Apalagi, mereka mengetahui identitas kepastian yang ada di situ sebagai pasien yang berasal dari keluarga kaya terkenal di negara mereka.


Udah tapi ucapan benar-benar membuat Debora sangat marah.


Dokter jaga keluar di saat seperti itu???

__ADS_1


"Cepat hubungi dia dan datang kemari atau panggil dokter lain kemari!!!" Teriak Debora pada parasitter ketika dia sudah ketakutan melihat reaksi menantunya yang wajahnya sudah terlihat begitu pucat dan terlihat sangat menyedihkan.


Saat itu juga, seorang suster berlari ke dalam kamar sambil berkata, "ponsel dokter Bima tidak aktif dan dokter jaga lainnya juga menangani keadaan darurat di tempat mereka masing-masing."


Ucapan suster itu benar-benar membuat Debora merasa sangat marah hingga dia mengangkat tangannya untuk menampar suster itu, tetapi kemudian dia menahannya dan perempuan itu malah berlari mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadi keluarga mereka.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan telepon, silakan tinggalkan pesan suara setelah bunyi--"


Tut tut tut...


Debora kemudian memutus telepon itu lalu mencoba menghubungi lagi tetapi kemudian tidak ada jawaban dari seberang telepon membuatnya sangat panik ketika melihat para suster juga kebingungan harus melakukan apa karena tentunya mereka tidak bisa menyalahi kode etik yang berlaku di rumah sakit tersebut.


"Lakukan sesuatu!!!" Teriak Debora pada para suster itu ketika dia melihat mereka hanya berusaha menenangkan menantunya dengan cara memperbaiki posisi Luna setelah perempuan itu diberi oksigen, tetapi tidak memberikan apapun yang bisa membuat perempuan itu cepat tenang.


Padahal dia berpikir bahwa mereka mungkin akan memberikan obat yang membantu perempuan itu lebih tenang, tetapi mereka tidak melakukan apapun.


"Bagaimana ini?" Ucap seorang suster pada yang lainnya ketika dia melihat meski telah dibantu dengan O2, tetapi Luna masih tetap seperti kejang-kejang dan terlebih lagi ruam-ruam mulai muncul di kulit nya.


"Hubungi dokter lagi, dan hubungi semua dokter yang ada di rumah sakit," ucap salah satu dokter senior yang juga sangat takut di tempat itu karena dia jelas tahu bahwa perempuan yang sedang mereka tangani itu ialah perempuan yang berasal dari keluarga terpandang dan tidak mungkin diabaikan begitu saja.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2