
Satu malam dilalui Amsterdam dan Luna berada di kampung, dan akhirnya pada keesokan harinya pada pagi hari sekali kedua orang tua Amsterdam telah tiba karena hari itu ialah hari pernikahan Luna dan Amsterdam.
Namun, ketika mereka turun dari mobil, Debora langsung merasa kesal melihat tempat itu yang sangat kotor karena becek ada di mana-mana dan terlebih orang-orang kampung yang mengerumuninya membuat kepalanya ingin pecah.
Anak-anak yang berlarian di sekitarnya juga membuat Dia sangat ingin meledak marah diantara kerumunan orang-orang kampung itu.
Vicky yang dilihat istrinya hendak memarahi orang-orang kampung itu langsung menahan istrinya sambil berbisik pelan, "Jangan membuat kekacauan, orang kampung kalau sudah marah tidak akan bisa melihat Siapa yang sedang mereka hadapi." Ucap Vicky yang mana saat itu mereka memang tidak dikawal oleh siapapun dan hanya datang bersama satu orang supir mereka.
Debora yang mendengar hal itu merasa sangat kesal, tetapi akhirnya dia menganggukkan kepalanya lalu mereka kemudian disambut oleh Luna Amsterdam dan kedua orang tua Luna.
Mereka semua masuk ke dalam rumah lalu Debora pergi bersama dengan mercy sementara Vicky bersama dengan Wahyu lalu persiapan untuk pernikahan cepat-cepat dimulai.
Luna yang berada di dalam kamar pribadinya dirias oleh seorang penata rias yang telah disiapkan oleh orang tuanya.
Lalu tak lama kemudian seorang perempuan yang merupakan sepupunya masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Luna sambil menatap Luna.
__ADS_1
"Kak Luna," ucap perempuan itu dengan suara yang sangat manis dan wajahnya pun yang tak kalah dibuat semakin manis.
"Ada apa Ines?" Tanya Luna sambil menatap sepupunya di dalam cermin.
"Itu,,, sopir calon suami Kak Luna itu,,,, apakah dia masih jomblo?" Tanya gadis itu yang merasa bahwa hatinya telah dipikat oleh pria tampan yang datang bersama Luna dan Amsterdam.
"Ahh,, itu,, aku juga tidak tahu, karena aku juga belum pernah berbicara dengannya. Bagaimana kalau kau tanyakan saja pada orangnya langsung?" Ucap Luna yang benar-benar tidak tahu apapun tentang pria tersebut.
Sepupu Luna langsung memperlihatkan wajah cemberutnya, "hah,,, Kak Luna ayolah, aku mana mungkin menanyakan hal seperti itu padanya? Tentu saja aku malu." Ucap gadis itu langsung membuat Luna tersenyum.
"Kalau begitu, nanti akan ku tanyakan pada calon suamiku saja, sekarang bantu aku untuk memakai gelangku," ucap Luna mengulurkan tangannya pada sepupunya dan sepupunya dengan senang hati membantu perempuan itu karena merasa senang bahwa Luna akan membantunya.
Luna mengangguk kan kepalanya, "iya," jawab Luna dengan singkat.
Gadis yang duduk di samping Luna langsung memperlihatkan wajah kecewanya, lalu gadis itu kemudian berkata "aku sangat menyukainya, Dia sangat tampan dan berasal dari kota, tapi ayah dan ibuku Tentu saja tidak menyukainya karena dia hanya seorang sopir. Hah,,,, bisakah Kakak Luna membantuku untuk membujuk ayah dan ibuku supaya aku mungkin bisa menikah dengannya lalu mengikutinya ke kota?"
__ADS_1
Ucapan gadis itu kembali membuat Luna tersenyum, "Jangan tanyakan itu padaku, tanyakan saja pada ayah dan ibuku, karena aku tidak akan bisa membujuk Ayah dan ibumu." Ucap Luna.
Sang gadis duduk di samping Luna langsung memperlihatkan wajah kecewanya lalu dia kemudian menghela nafas dengan kasar sambil mendengus kesal.
"Hah,,,, kak Luna harus membantuku, karena kalau aku tidak menemukan pria yang cocok untukku, maka bulan depan aku akan dijodohkan dengan teman Kak Luna yang bernama, Sarimin!!!! Aku tidak mau!!! Pokoknya aku tidak mau dijodohkan dengan pria itu karena pria itu benar-benar jorok dan menjijikan!!!" Ucap gadis itu benar-benar membuat Luna menghela nafas, karena dia tentunya mengenal pria bernama Sarimin yang merupakan pria dari keluarga kaya raya namun memiliki gaya hidup yang sangat buruk.
pria itu memiliki hubungan dengan banyak gadis di desa, Bahkan dia sangat suka mabuk-mabukan dan membuat kekacauan, tetapi karena orang tuanya ialah orang terpandang di kampung maka dia menggunakan kekuasaannya untuk melakukan apapun yang diinginkan.
"Aku tidak bisa membantu apa-apa, kedua orang tuamu itu sangat tegas mereka tidak akan mendengarkanku," ucap Luna yang jelas tahu bagaimana paman dan tantenya yang sangat tegas dalam segala hal, apalagi menyangkut tentang perjodohan anak-anaknya.
Hal itu membuat sepupu Luna memperlihatkan wajah yang sangat buruk, "hah,, bagaimana ini? Aku hampir mati membayangkan kalau aku harus menikah dengan pria itu, jadi bisa Kakak Luna membantuku? Bagaimana kalau Kak Luna membawaku saja ke kota?" Ucap gadis itu benar-benar membuat Luna mengerutkan keningnya.
"Aku tidak bisa melakukannya secara sembarangan, Amsterdam belum tentu setuju dan orang tuamu juga tidak akan setuju," ucap Luna.
"Kalau begitu, aku akan membujuk kedua orang tuaku, sementara Kak Luna tolong dibujuk Kak Amsterdam supaya dia mau membawaku bersama kak Luna,, ya!!!" Ucap gadis itu benar-benar membuat Luna tak mampu berkata-kata karena tentunya dia tidak ingin membawa beban kepada suaminya, apalagi membawa seorang gadis.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️