
Akhirnya, setelah satu minggu di dalam rumah sakit, maka Luna sudah keluar dari rumah sakit, perempuan itu langsung dijemput oleh Amsterdam yang kemudian membawa dia dan kedua orang tuanya untuk pergi ke sebuah apartemen yang telah disediakan oleh pria itu.
"Kalian pulanglah duluan, kami masih ingin membereskan beberapa barang yang tersisa di kamar." Ucap mercy yang sebenarnya hanya ingin membuat dua orang itu berduaan saja, karena selama satu minggu terakhir, mereka berdua tampak sangat dingin dan tak pernah bersama-sama.
Amsterdam yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, "kalau begitu, nanti kalian akan diantar oleh asistenkua untuk menyusul ke apartemen." Ucap Amsterdam langsung diangguki oleh mercy dan Wahyu.
Maka begitu, Amsterdam mendorong kursi roda Luna meninggalkan kamar sementara Luna yang gugup di kursi rodanya merasa begitu bingung harus bagaimana mencairkan suasana.
Akhirnya, setelah menggunakan lift, maka mereka tiba di parkiran dan Amsterdam membuka pintu mobil.
"Aku akan mengangkatmu," ucap Amsterdam hendak menggendong perempuan itu masuk ke dalam mobil ketika Luna menggelengkan kepalanya.
"Aku baik-baik saja," ucap Luna sembari berdiri lalu perempuan itu masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamannya.
Amsterdam tidak mengatakan apapun, dia hanya menutup pintu mobil dengan hati-hati lalu pria itu mengangkat kursi roda ke dalam mobil dan berputar menuju ke kursi kemudi.
__ADS_1
Setelah duduk di dalam mobil, Amsterdam menatap perempuan di depannya yang mana perempuan itu tampak diam saja.
"Kita akan berangkat sekarang," ucap Amsterdam menyalakan mesin mobilnya lalu pelan-pelan memundurkan mobil itu hingga mereka berjalan meninggalkan rumah sakit.
Dalam perjalanan, Amsterdam sesekali melihat ke arah rumah dan tampak perempuan itu sama sekali tidak berniat mengatakan apapun.
Dan karena ingin berbincang dengan perempuan itu, maka Amsterdam berkata, "Apakah kau menginginkan sesuatu? Kita bisa singgah untuk membeli sesuatu Jika kau ingin untuk mendapatkan sesuatu selama dalam perjalanan."
Luna yang mendengar itu tampak tidak bergeming, tetapi ketika mereka melewati toko bunga perempuan itu kemudian menatap Amsterdam dan berkata, "di kampung, aku punya banyak tanaman hias, bolehkah kita membelinya beberapa?"
"Apakah kamu mau masuk ke toko bunga untuk melihat-lihat atau aku yang mendapatkan bunganya untukmu?" Tanya Amsterdam ketika dia selesai memarkirkan mobilnya.
"Aku akan memilihnya sendiri," ucap Luna sembari melepaskan sabuk pengamannya, jadi Amsterdam dengan cepat turun lalu membukakan pintu untuk Luna.
Setelah mereka masuk toko, tampak para pelayan memperhatikan mereka, lebih tepatnya ke arah Luna yang tampak masih pucat dengan perban yang masih lengket di lehernya.
__ADS_1
"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang pelayan toko yang menyambut kehadiran dua orang itu.
"Calon istriku ingin mendapatkan tanaman hias yang bisa dipelihara di apartemen," ucap Amsterdam langsung diangguki oleh sang pelayan.
"Kalau boleh tahu, tanaman hias jenis apa yang kalian inginkan?" Tanya sang pelayan.
"Anggrek," jawab Luna kemudian membuat pelayan toko menunjukkan jalan untuk melihat anggrek.
"Silakan ikuti saya, bunga anggrek terletak di sebelah sana," kata sang pelayan lalu kedua orang itu mengikuti pelayan toko tersebut dengan Amsterdam yang terus memperhatikan Luna karena takutnya perempuan itu tiba-tiba pusing dan terjatuh.
Begitu mereka tiba di tempat anggrek di letakkan, Luna langsung memperhatikan anggrek yang tampak cantik-cantik di sana.
"Yang mana yang kau suka?" Tanya Luna sembari melihat pria yang berdiri di sampingnya.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️