
Setelah berkendara beberapa menit, akhirnya Luna dan Amsterdam kini tiba di apartemen dengan Luna yang ketiduran hingga Amsterdam menggendong perempuan itu ke apartemen mereka.
Baru saja selesai membaringkan Luna di tempat tidur dan merapikan selimutnya, lalu ponsel pria itu berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Amsterdam dengan cepat meregoh sakunya untuk mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon itu agar deringnya tidak mengganggu perempuan yang tertidur lelap.
"Ada apa?!" Tanya Amsterdam yang tadinya dia membaca bahwa pemanggil itu ialah asistennya sendiri.
"Tuan, saya membawa ayah dan ibu Luna ke hotel, karena kata mereka--"
"Baik," ucap Amsterdam langsung mematikan panggilan telepon itu lalu dia meletakkan ponselnya karena berpikir bahwa tidak penting lagi mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh asistennya.
Setelahnya, pria itu kembali melirik ke arah Luna yang tertidur lelap, lalu dia kemudian keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu sambil mengerjakan pekerjaannya yang tadi sempat ia tunda, supaya bisa menjemput Luna di rumah sakit.
Tak berapa lama, suara Bell apartemen dibunyikan oleh seseorang.
Ding dong!
__ADS_1
Ding dong!
Sambil menghela nafas, Amsterdam kemudian berdiri, lalu dia pergi membuka pintu apartemen dan melihat asistennya bersama dengan beberapa orang pria yang mengangkat barang-barang yang diambil dari rumah sakit.
"Itu, Tuan dan Nyonya menyuruh saya untuk membawa semua barang-barang ini ke sini," ucap sang asisten.
"Masuklah," kata Amsterdam mempersilahkan asistennya dan semua orang-orang itu untuk masuk membawa semua barang-barangnya.
Lalu Dia teringat akan tanaman hias yang masih tertinggal di mobil, jadi Amsterdam pun menyuruh asistennya untuk pergi mendapatkan tanaman hias itu.
Sang asisten kemudian turun ke lantai parkiran dan pria itu tercengang begitu melihat ada 10 tanaman anggrek yang dibeli oleh pria itu.
"Dia akan merawat semua tanaman ini?" Ucap sang asisten yang merasa benar-benar aneh bahwa tuannya yang tidak suka membuang-buang waktunya untuk sebuah hobi yang tak berguna kini membeli 10 pot tanaman anggrek untuk dirawat.
"Di mana saya akan meletakkan ini?" Tanya sama asisten pada Amsterdam.
Amsterdam mengangkat kepalanya menatap tanaman yang dibawa oleh asistennya, lalu pria itu mengelilingkan pandangannya di apartemen untuk mencari tempat yang tepat untuk tanaman-tanaman itu.
Tetapi karena tidak ada tempat yang cocok, maka Amsterdam berkata, "letakkan saja dulu di meja."
__ADS_1
Sang asisten menganggukkan kepalanya, lalu dia menuruti perintah pria itu dan mengecek semua barang-barang yang telah letakkan oleh orang-orang yang datang bersamanya.
Memastikan semua barang-barang sudah ditempatkan di tempat yang aman, maka sang asisten itu bersama orang-orangnya kemudian meninggalkan tempat itu.
Clek!
Tiba-tiba suara pintu kamar yang terbuka langsung membuat Amsterdam menatap ke arah pintu dan melihat Luna sudah berdiri di sana.
"Kenapa kau bangun lagi?" Tanya Amsterdam langsung menghampiri perempuan itu sebab dia merasa khawatir kalau perempuan itu akan terjatuh jika berjalan sendirian tanpa berpegangan.
"Apakah ada ayah dan ibuku sudah datang?" Tanya Luna sembari mengikuti arahan pria itu untuk duduk di sofa.
"Ah, katanya Mereka menginap di hotel," jawab Amsterdam mengejutkan Luna.
"Apa?!" Luna terkejut sekaligus kebingungan.
"Mungkin mereka ingin kita berduaan saja," ucap Amsterdam lebih membuat Luna kebingungan, sebab pandangan orang-orang kampung jika belum sah menjadi suami istri maka tidak boleh berduaan saja apalagi hanya berdua di dalam sebuah rumah.
Tetapi perempuan itu tidak menyatakan apapun dan berpikir untuk menelpon saja ayah dan ibunya agar menanyakan alasan yang lebih jelas.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️