
"Apa yang harus kulakukan?" Ucap perempuan itu sembari menghapus air matanya dan tentu saja dia tidak ingin dihina oleh suaminya ketika suaminya mengetahui bahwa dia menangis atas perselingkuhan pria itu.
Dan ketika dia melihat handle pintu yang diputar oleh seseorang, maka Luna yang menjadi panik akhirnya berlari ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar.
Air matanya kembali menetes lalu perempuan itu kemudian melihat shower dan pergi menyalakan shower agar suara air yang mengalir bisa meredam tangisannya.
❤️❤️❤️
Tok tok tok...
Tiba-tiba suara pintu kamar mandi yang diketuk langsung membuat perempuan itu buru-buru melepaskan pakaiannya dan berdiri di bawah pancuran shower.
'Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya,' ucapkan dalam hati sembari menyeka air matanya yang sudah bercampur dengan air hangat dari shower.
Hatinya merasa berat, kacau dan Dia merasa bahwa dirinya tidak bisa bertemu dengan pria itu saking marah dan kisahnya dia serta sakit hatinya dia karena perlakuan pria itu padanya.
Sementara Amsterdam yang ada di luar, karena tidak mendengar jawaban dari dalam kamar mandi maka pria itu kemudian berbalik dan dia duduk di pinggir ranjang sambil menatap pintu kamar mandi.
'Apa yang membuatnya menangis dan bahkan meninggalkan kantor Setelah dia berjanji padaku bahwa dia akan menungguku sampai acaraku selesai?' ucap pria itu dalam hati yang merasa benar-benar bingung terhadap istrinya yang tiba-tiba mengalami perubahan mood.
__ADS_1
Tetapi kemudian ponselnya yang diletakkan di sakunya bergetar karena sebuah pesan dari asistennya.
Ternyata pesan itu ialah sebuah rekaman CCTV yang dikirim oleh asistennya dengan sebuah tulisan yang berkata, *mungkin ini adalah alasan nyonya menangis.*
Amsterdam yang membaca pesan dari asistennya dengan cepat menggerakkan jempolnya mengetuk video yang dikirim oleh asistennya dan melihat sebuah rekaman CCTV.
Pria itu langsung melihat kejadian di mana seorang perempuan dari keluarga Wiranto yang bernama Clarissa memasuki ruang kerja Amsterdam.
"Bagaimana bisa perempuan ini pergi ke kantorku?" Ucap Amsterdam kembali memegang kuat ponselnya sembari melihat dan mendengarkan percakapan kedua orang itu sampai akhirnya dia melihat clarisa membanting foto pernikahan mereka ke dinding hingga jatuh berkeping-keping.
Maka setelah mengetahui penyebab istrinya merajuk, pria itu kemudian mendatangkan ponselnya dan kembali mendekati pintu kamar mandi sambil mengetuk pintu tersebut.
Tok tok tok...
Tetapi Luna yang saat itu sedang menyabuni tubuhnya hanya melihat ke arah pintu lalu dia kembali meneteskan air matanya dan mengabaikan suara pria itu.
Setelah selesai mandi, Luna masih mendengarkan suara ketukan pintu dengan suaminya yang terus berbicara padanya.
"Sayang, kalau kau tidak menjawab, aku mungkin berpikir terjadi sesuatu padamu di situ," suara Amsterdam diabaikan oleh Luna dan perempuan itu kemudian mengecek matanya untuk memastikan bahwa matanya tidak terlihat bengkak.
__ADS_1
Lalu setelah itu, dia melihat ke arah tempat handuk dan mengetahui bahwa handuk di lemari mereka telah habis hingga perempuan itu melihat kembali ke pakaiannya dan mendapati bahwa pakaiannya telah basah sehingga tak mungkin lagi untuk digunakan.
"Bodoh!!" Gerutu Luna pada dirinya sendiri dan akhirnya, dia menghampiri pintu yang terus diketuk oleh suaminya lalu berkata, "aku baik-baik saja, Tolong bawakan aku handuk."
Mendengar suara istrinya dari dalam kamar mandi, maka Amsterdam merasa tenang kalau perempuan itu baik-baik saja, "Baiklah, tunggu sebentar," ucap Amsterdam pada istrinya lalu pria itu bergegas mendapatkan sebuah handuk untuk istrinya lalu dia kembali ke arah pintu kamar mandi.
"Handukmu di sini," ucap Amsterdam pada perempuan di dalam kamar mandi lalu diikuti oleh pintu kamar mandi yang dibuka oleh Luna.
Luna tidak memunculkan kepalanya, tetapi perempuan itu hanya mengulurkan tangannya keluar dari kamar mandi lalu menyentuh sebuah handuk dan menarik handuk itu ke dalam kamar mandi.
"Terima kasih," ucap Luna.
Amsterdam yang mendengar ucapan istrinya tidak mengatakan apapun, tetapi pria itu hanya berdiri diantara pintu kamar mandi sebab Dia menunggu perempuan itu untuk keluar.
Tetapi dalam hatinya, pria itu merasa begitu sakit hati melihat istrinya yang berpura-pura bersikap tegar di hadapannya.
Perempuan itu bahkan tidak marah padanya hingga membuat Amsterdam semakin merasa kesal pada perempuan dari keluarga Wiranto.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️