
Pagi hari ketika Luna terbangun, dia mendapati apartemen telah kosong, dan ketika dia berjalan keluar, didapatinya sarapan telah disiapkan di atas meja, lalu sebuah pesan diletakkan di sana.
*Aku akan kembali pada pukul 08.00, sarapanlah dan kembali istirahat,* isi pesan itu membuat Luna tersenyum lalu dia kemudian duduk dengan tenang dan mulai.
Setelah sarapan, dia melihat bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 07.45 jadi perempuan itu kemudian pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Ketika keluar dari kamar, dilihatnya Amsterdam sedang duduk di sofa sambil memainkan laptopnya.
"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Amsterdam langsung diangguki oleh Luna, lalu perempuan itu mendekati Amsterdam.
"Aku sudah jauh lebih baik," jawab Luna langsung membuat Amsterdam berdiri dan mengambil kotak P3K agar dia bisa mengganti perban pada leher perempuan itu.
Itu pertama kalinya perbannya digantikan oleh orang lain selain orang tuanya, jadi Luna merasa agak gugup, apalagi dia bersama seorang pria.
Tetapi setelah perbannya selesai diganti dengan baik, Luna merasa lebih tenang dan berpikir bahwa pria di depannya tidaklah buruk untuk menjadi suaminya.
__ADS_1
"Itu, aku sudah membelikanmu peralatan untuk menanam bunganya, tapi kalau kau masih lemas tidak usah melakukannya dulu." Ucap Amsterdam langsung membuat Luna menatap ke arah meja di mana di meja tersebut sudah ada peralatan untuk membuat kebun mini dan juga pupuk serta media tanam.
"Terima kasih sudah memberikannya, aku sudah baik-baik saja sekarang, lagi pula tidak terlalu melelahkan mengerjakannya." Ucap Luna sembari berdiri, lalu perempuan itu berjalan ke arah meja dengan Amsterdam yang berjalan mengambil sebuah karton yang telah ia siapkan.
"Aku membelikanmu rak yang bisa dibongkar pasang untuk tempat tanaman," ucap Amsterdam membongkar barang-barang di dalam kardus langsung membuat Luna menatap pria itu dan melihat pria itu dan dengan hati-hati memasang setiap bagian dari rak bongkar pasang itu.
Luna tersenyum senang, lalu dia kembali lagi mengurusi tanaman anggreknya sampai mereka berdua Akhirnya selesai, lalu memasang rak itu di dekat jendela dan menata tanamannya di sana.
"Apakah kau masih mau tanaman yang lain?" Tanya Amsterdam yang merasa bahwa perempuan itu mungkin menginginkan jenis tanaman yang lainnya untuk dipelihara oleh Luna.
"Tidak apa-apa, ini saja sudah cukup," jawab Jasmine sambil menyemprot tanaman itu dengan air untuk menjaga kelembabannya.
Setelah selesai menyemprot tanaman-tanaman anggreknya, Luna kemudian menyimpan semua peralatan untuk berkebun, lalu tiba-tiba saja suara bel apartemen dibunyikan oleh seseorang.
Ding dong!
__ADS_1
Ding dong!
Luna langsung menatap Amsterdam, sementara Amsterdam langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu apartemen.
"Bagaimana kabar kalian?" Tanya mercy yang muncul bersama suaminya sambil membawa beberapa barang.
"Baik-baik saja bu, tapi kenapa kalian tidak menelpon supaya aku menyuruh seseorang menjemput kalian?" Tanya Amsterdam sembari membiarkan kedua orang itu masuk.
"Kau jangan khawatir, asistenmu mengurus segala sesuatu dengan sangat baik, dia menyediakan sopir untuk kami dan sopir itu mengantar kami untuk berbelanja di supermarket yang sangat besar sebelum datang kemari." Cerita mercy dengan senang sambil melihat ke arah putrinya yang berjalan ke arah mereka.
"Ibu membawa apa?" Tanya Luna.
"Ini semua makanan kesukaan mu, kemarilah dan sarapan," ucap mercy yang merasa bahwa kedua orang itu belum sarapan, sebab tidak ada yang memasak untuk mereka, apalagi putrinya yang sedang sakit, maka perempuan itu pasti tidak bangun dengan cepat.
"Aku sudah sarapan, tapi Amsterdam,," Luna menatap Amsterdam dan melihat pria itu mengganggukan kepalanya.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️