Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
47.


__ADS_3

Amsterdam menatap istrinya cukup lama sampai akhirnya dia melihat perempuan itu tertidur, lalu dengan cepat Dia mendekati perempuan itu hingga kepala mereka menjadi satu bantal dan dia memeluk perempuan itu dengan erat.


Tak lupa pula pria itu mendaratkan sebuah ciuman di bibir istrinya sebelum tersenyum memejamkan matanya.


'Aku suka ini,,, aku suka Perempuan ini' ucap Amsterdam dalam hati sambil berusaha untuk tidur dengan tangan yang terus memeluk dan mengelus lengan istrinya yang lembut.


Pada subuh hari, Luna yang terbiasa bangun subuh hari ketika tidur di rumahnya sangat terkejut ketika ia membuka mata dan mendapati suaminya sudah sangat lengket dengannya.


Perempuan itu hendak menjauh dari Amsterdam, Tetapi dia takut bergerak karena takut kalau pria itu akan menyadari dirinya yang sudah bangun hingga akan memalukan baginya.


Jadi dia hanya terdiam saja dan menunggu pria itu bangun, tetapi sayangnya pria itu bukannya bangun namun dalam tidurnya pria itu malah mempererat pelukan bagi mereka dan mendekatkan bibir pria itu ke pipi Luna.


Luna yang merasakan semua itu menjadi tegang di tempatnya, 'Kenapa dia memelukku? Dia bahkan baru saja menciumku,' ucap perempuan itu dalam hati yang kini merasa bahwa pipinya mungkin telah menjadi merah merona.


Sementara Amsterdam, ia sebenarnya sudah menyadari bahwa perempuan itu bangun setelah diam merasakan ketegangan perempuan itu, tetapi menyadari bahwa perempuan itu tidak mencegahnya melakukan apapun maka dia berpura-pura tidur sambil terus memeluk istrinya.


Sementara di luar, semua orang juga satu persatu telah bangun dan keluar dari kamar mereka masing-masing.

__ADS_1


"Pengantin nya belum bangun?" Tanya salah seorang perempuan sambil melihat ke arah kamar Luna dan Amsterdam.


Mendengar itu, Mercy langsung tersenyum dan ikut juga menatap kamar Luna, "mereka pasti kelelahan, jadi biarkan saja mereka tidur sepuas mereka. Jangan membuat suara yang terlalu berisik." Ucap mercy diangguki oleh semua orang lalu mereka pun kemudian memulai rutinitas mereka di pagi hari.


Sampai seorang perempuan yang lewat di depan kamar Luna yang membawa beberapa gelas di tangannya, tiba-tiba saja Perempuan terjatuh karena terpeleset oleh-oleh air yang sempat tertumpah hingga langsung membuat semua orang terkejut dan membantu perempuan itu.


Luna dan Amsterdam yang ada di dalam kamar juga mendengarkan hal itu karena tentunya kamar Luna tidak ada suara.


Amsterdam langsung terbangun karena merasa bahwa jika dia masih terus berpura-pura tidur maka perempuan itu akan mengetahuinya.


"Apa kau masih tidur?" Amsterdam berpura-pura bertanya saat melihat istrinya yang masih memejamkan matanya tetapi sesungguhnya dia tahu bahwa perempuan itu sudah terbang.


"Aku sangat mencintaimu," ucap Amsterdam sambil tersenyum lalu dia kembali mencium Luna beberapa kali dan merasa senang bahwa perempuan itu hanya tegang di tempatnya dan berpura-pura tidur seperti orang konyol.


Setelah selesai mencium istrinya, Amsterdam tidak ingin lagi mempermainkan perempuan itu terlalu lama, jadi dia turun dari tempat tidur dan dia cepat-cepat meninggalkan kamar.


Begitu pintu kamar tertutup, maka Luna langsung bangun dan menyentuh bibirnya yang sudah dicium oleh suaminya berkali-kali.

__ADS_1


Jantungnya berdegup tak karuan dan hatinya berdesir begitu aneh sebagai perasaan yang pertama kali ia rasakan.


'Tadi dia bilang kalau dia sangat mencintaiku?' ucap Luna dalam hati yang tak menyangka bahwa pria itu akan mengatakan hal seperti itu dan berpikir bahwa pria itu pasti mengatakannya dengan tulus sebab saat itu pria itu menduga bahwa dia tertidur.


Jadi beberapa saat kemudian setelah memikirkannya, Luna tersenyum-senyum sendiri lalu dia cepat-cepat turun dari tempat tidur dan berdiri di depan cermin.


"Ya ampun!!!" Luna dengan cepat-cepat memperbaiki wajahnya yang terlihat berantakan dan dia merasa malu bahwa pria itu mengatakan cinta padanya saat melihat wajahnya yang seperti itu.


Setelah selesai memperbaiki penampilannya, Luna kemudian keluar dari kamar dan melihat semua orang telah bangun, bahkan Amsterdam kini sudah duduk bersama dengan para keluarga dan berbincang-bincang bersama.


Mercy yang melihat putrinya keluar dari kamar langsung menghampiri perempuan itu, "Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?" Tanya mercy.


Luna mengangguk kan kepalanya dengan pelan lalu dia mengikuti ibunya yang menuntunnya ke arah dapur.


"Ibu sudah menyiapkan ramuan untukmu supaya kau cepat hamil, jadi mulai hari ini kau akan meminumnya," ucap mercy benar-benar membuat Luna menggigit bibir bawahnya karena tentunya saat ini dia tidak perlu lagi ramuan seperti itu, sebab Dia telah hamil.


Tapi tentu saja dia tidak bisa mengatakan hal itu.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2