Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
67


__ADS_3

Setelah menghabiskan berjam-jam untuk menangis, maka Luna kemudian bangkit dan perempuan itu masuk ke kamar kembali mengingat kata-kata suaminya yang berjanji bahwa dia hanya satu-satunya perempuan untuk pria itu.


Hal itu membuatnya kembali meneteskan air matanya dan merasa bahwa semua yang keluar dari mulut suaminya adalah kebohongan, jadi dia kemudian mengambil beberapa barang-barangnya yang ia bawa dari kampung dan menarik sebuah koper kecil untuk meninggalkan tempat itu.


Ketika dia membuka pintu apartemen, Luna menghentikan langkahnya dan dia kebingungan harus pergi ke mana sebab kembali ke kampung saja dia tidak tahu harus menggunakan apa untuk pergi ke sana, sebab taksi tidak bisa membawanya pergi ke kampung.


Mau pergi ke tempat kakaknya pun dia juga tidak tahu di mana rumahnya Hal itu membuat perempuan itu kembali lagi menangis karena tidak mengerti harus pergi ke mana kalau dia pergi dari rumah itu.


Tiba-tiba, ponselnya yang telah Ia letakkan di dalam meja karena ingin Ia tinggalkan kini berbunyi hingga perempuan itu kembali menoleh ke sana Dan Dia merasa bahwa dia perlu berpamitan dulu pada suaminya.


Oleh sebab itu, Luna kembali ke dalam rumah dan mengambil ponselnya dan ternyata yang menelpon ialah Inez.


'Ya ampun, Aku tidak bisa pergi dari sini karena aku tidak bisa meninggalkan Inez, karena akulah Yang bertanggung jawab Sudah membawa perempuan itu ke kota,' ucap Luna dalam hati yang hampir saja melupakan perempuan itu karena kemarahannya pada suaminya, jadi Luna kemudian menghapus air matanya dan dia menekan tombol hijau pada layar ponselnya.

__ADS_1


"Halo," ucap perempuan itu menjawab panggilan telepon dari Ines.


"Kak Luna!!!" Teriak seorang perempuan dari seberang telepon langsung membuat Luna sedikit menjauhkan telepon itu dari telinganya karena berasa bahwa suara melengking perempuan itu bisa saja merusak gendang telinganya yang berharga.


"Kenapa kau begitu senang?" Tanya Luna yang merasa heran dengan perempuan itu, sebab Dia pikir perempuan itu pergi untuk bekerja, jadi Mengapa perempuan itu memiliki waktu untuk meneleponnya dan bahkan sampai teriak-teriak seperti itu?


Tidakkah perempuan itu akan kena marah oleh atasannya Jika dia teriak-teriak di dalam kantor?


"Memangnya Apa yang membuatmu senang dan lega?" Tanya Luna Yang penasaran pada sesuatu yang baru saja dialami oleh perempuan itu.


Perempuan di seberang telepon kemudian tertawa kecil, lalu beberapa saat kemudian dia berkata, "kemarin aku sangat sedih karena kemarin aku mendapati seorang perempuan yang datang bertemu dengan kak Anggara. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih dan bersikap sangat mesra, tapi ternyata semua yang kulihat itu semuanya adalah palsu, ternyata mereka hanya kakak adik saja. Padahal aku pikir bahwa aku sudah tidak punya kesempatan untuk mendekati Kak Anggara tapi ternyata mereka bukanlah sepasang kekasih, mereka hanyalah kakak adik!!!! Aku sangat senang!!!!"


Ucapan Ines dari seberang telepon benar-benar membuat Luna merasa iri pada perempuan itu, tetapi dia tidak bisa mengatakan ke iriannya itu dan perempuan itu hanya berkata, "kalau begitu bagus, semoga kau bisa cepat-cepat bersama dengan Anggara supaya sebelum 1 bulan berlalu kau sudah bisa mendapatkan hatinya."

__ADS_1


"Baik Kak,, pokoknya aku akan berusaha sekuat tenagaku!!!" Ucap perempuan dari saudara telepon lalu tiba-tiba terdengar suara seseorang yang menegurnya karena bertelepon di jam kerja hingga panggilan telepon itu diakhiri secara sepihak.


Tut tut tut...


Luna menjauhkan ponsel dari telinganya ketika mendengar nada sambungan yang diputuskan lalu perempuan itu kemudian melihat layar ponselnya lalu entah kenapa rasa sakitnya kembali lagi menggerogoti seluruh tubuhnya.


Tetapi karena berpikir bahwa dia tidak bisa meninggalkan Inez dan terlebih tidak mungkin membawa perempuan itu hidup menderita di luar sana, maka dengan berat hati Luna kemudian menarik kopernya dan kembali ke dalam kamar.


'Aku hanya perlu bertahan selama satu bulan di sini, hanya tinggal beberapa hari lagi,' ucap Luna sembari meneteskan air matanya lalu perempuan itu kemudian berusaha bersikap tenang dan membereskan semua barang-barangnya ke dalam lemari.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2