
Setelah kembali dari rumah sakit, Luna terus terdiam di tempatnya sementara Amsterdam tidak hentinya hentinya tersenyum sampai akhirnya mobil mereka tiba di parkiran apartemen.
Amsterdam dengan cepat turun dari mobilnya lalu membantu perempuan itu turun dari mobil dan terus merangkul perempuan itu hingga mereka tiba di apartemen.
"Apa kau kelelahan? Mau ku pijat kakimu?" Tanya Amsterdam ketika Luna sudah duduk di sofa.
Luna yang melihat antusias pria itu hanya menggelengkan kepalanya, "Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Kau bisa pergi bekerja sekarang." Ucap Luna yang merasa bahwa dirinya perlu sendirian saja untuk berpikir dengan jernih.
Sementara amsterdam yang mendengar itu, pria itu langsung duduk di samping Luna sambil memegang tangan Luna dan berkata, "dokter mengatakan bahwa kau tidak boleh kelelahan, jadi aku akan ada di sini untuk membantumu melakukan apapun yang kau mau. Apa kau mau tv-nya dinyalakan?"
Ucapan pria di sampingnya benar-benar membuat Luna merasa aneh dengan pria itu karena pria itu, "itu,, Apa kau sangat senang karena aku hamil?" Tanya Luna yang sudah tidak bisa menahan lagi rasa penasarannya.
Amsterdam yang ditanya seperti itu juga mengerutkan keningnya menatap Luna lalu pria itu berkata, "Kau pikir aku tidak senang? Tentu saja aku senang,, aku malah sangat senang."
"Ahhh,," Luna mengganggukkan kepalanya, "baiklah, kalau begitu aku akan ke kamar untuk istirahat." Ucap perempuan itu langsung berdiri untuk meninggalkan Amsterdam ketika Amsterdam malah ikut berdiri dan merangkulnya.
__ADS_1
"Aku takut kau kelelahan dan jatuh pingsan, jadi aku akan menggendong mu saja," kata Amsterdam tanpa aba-aba langsung membawa perempuan itu ke gendongannya hingga membuat Luna sangat terkejut.
"Apa yang kau lakukan? Aku bisa sendiri," ucap perempuan itu dengan wajah yang mulai memerah karena tentunya dia merasa sangat malu dengan posisi mereka saat itu.
Tetapi Amsterdam menggelengkan kepalanya dan hanya berjalan membawa perempuan itu lalu membaringkannya di tempat tidur.
Tak lupa pula Amsterdam melepaskan sendal milik Luna lalu menyelimuti perempuan itu dengan rapi, "istirahatlah, kalau kau butuh sesuatu kau cukup katakan padaku supaya aku membantumu melakukannya." Ucap Amsterdam sambil menatap Luna lalu pria itu kemudian berjalan ke arah pintu dan keluar dari kamar.
Luna hanya terdiam menatap itu, lalu dia kemudian memutar tubuhnya dan mengubah posisi tidurnya menjadi miring ke kanan sambil menatap keluar jendela kamarnya.
Tetapi, perempuan itu tidak bisa melakukannya karena dia kembali lagi teringat Bagaimana orang-orang kampungnya akan menilai dirinya ketika orang-orang mengetahui bahwa ia hamil sebelum menikah.
Maka Luna yang tidak bisa tidur hanya terdiam saja di tempat tidur sambil membuka matanya.
Sampai akhirnya jam makan siang tiba lalu Amsterdam mengetuk pintu kamarnya dan membantunya keluar dari kamar untuk pergi ke meja makan.
__ADS_1
Mulai hari itu, Luna diperlakukan dengan sangat baik oleh Amsterdam, bahkan pria itu terus bekerja dari rumah Karena berdalih untuk menjaga Luna agar memastikan perempuan itu tetap baik-baik saja di rumah.
Luna yang merasakan kasih sayang yang tulus dari pria itu perlahan-lahan mulai luluh dan dia akhirnya sudah mulai terbiasa dengan perlakuan Amsterdam.
"Aku mau buah," ucap Luna jadikan mereka duduk di depan TV dengan Amsterdam yang sedang berkutat dengan laptopnya.
"Kamu mau buah apa?" Tanya Amsterdam sambil menoleh ke arah Luna dengan Luna yang saat itu kini berpikir-pikir ingin makan buah apa.
"Ahh, Aku ingin langsat," ucap Luna yang mana di kampungnya ada banyak sekali buah langsat dan juga rambutan.
"Ahhh itu, aku akan menelpon seseorang untuk membawakan buah itu kemari," ucap Amsterdam yang mana dalam deh kulkas mereka tidak terdapat buah tersebut.
Luna tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu membiarkan pria itu menelpon sementara Dia kemudian mengganti-ganti channel televisi untuk melihat siaran yang cocok untuk ia nonton.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️