Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
61


__ADS_3

Ines yang meninggalkan Luna kini memasuki kamarnya, dan dia merasa sedih bahwa perempuan itu ternyata sedang galau juga.


'Aku pikir aku satu-satunya yang akan menangis hari ini, tapi ternyata Kak Luna pun menangis dan lebih parah dari aku. Setidaknya aku masih bisa menahannya dan berpikir bahwa perempuan itu sebenarnya hanya adik dari Kak Anggara, tapi ternyata Kak Luna memiliki masalah yang jauh lebih buruk dariku,' ucap Ines dalam hati yang meski dia tidak tahu alasan perempuan itu menangis, Tetapi entah kenapa dia merasa bahwa dirinya masih lebih baik daripada Luna karena masalahnya masih bisa ia hadapi dengan tenang, berbeda dengan Luna yang harus menangis.


Maka setelah mendapat sebuah skin care yang bisa meredakan mata bengkak, maka perempuan itu pergi ke arah dapur lalu memasukkan 2 buah sendok ke dalam kulkas.


Amsterdam yang dari tadi menunggu perempuan itu kembali memanggil Luna langsung kebingungan melihat Ines.


"Apa yang kau lakukan? Lalu di mana istriku?" Tanya Amsterdam yang merasa heran bahwa perempuan itu sudah datang, Tetapi istrinya tidak datang bersama dengan Ines yang pergi memanggil perempuan itu untuk makan malam.


Ines yang mendengarkan pertanyaan kakak iparnya kemudian menatap pria itu sambil berkata, "itu,, Kak Luna baru saja selesai mandi, dan dia masih harus merapikan rambutnya supaya dia tidak masuk angin jika keluar dari kamar dengan rambut yang basah. Aku akan membantunya, jadi sebentar lagi kami akan keluar untuk makan malam."

__ADS_1


Ucapan Ines langsung diangguki oleh Amsterdam karena pria itu tidak ingin memperburuk suasana hati istrinya sehingga dia hanya bisa membiarkan Inez yang membantu istrinya dan bukan dia yang membantu perempuan itu.


Melihat bahwa Amsterdam tak ingin lagi mengatakan apapun, maka Ines segera meninggalkan pria itu dan dia kembali memasuki kamar Luna.


"Aku sudah membawanya Kak," ucap Ines langsung membuat Luna menatap Inez dan perempuan itu kemudian membiarkan Ines memoleskan sesuatu pada matanya.


"Ini tidak bekerja dengan instan, jadi meski aku sudah mengoleskannya pada mata Kak Luna, maka mungkin efeknya baru akan terlihat besok pagi," ucap Ines sangat membuat terkejut Luna, karena tentunya dia tidak ingin terlihat lemah di depan suaminya sehingga perempuan itu menggigit bibir bawahnya sambil berpikir bagaimana caranya supaya suaminya tidak melihat kelemahannya.


Luna masih terus berpikir sampai ia kemudian mendengar Ines yang berkata, "kalau Kak Luna memiliki masalah, maka Kak Luna harus menceritakannya pada suami Kak Luna, karena pastinya suami Kak Luna akan memberikan solusi yang terbaik daripada orang-orang lain yang mungkin Kak Luna temui di kota.


"Jadi kalau sekarang Kak Luna punya masalah, coba bicarakan dengan kakak ipar, supaya kalian bisa melewati masalahnya dan mempertahankan pernikahan kalian hingga tua nanti.

__ADS_1


"Apalagi, aku melihat bahwa Kak Amsterdam sangat menyayangi Kak Luna, dia memperlakukan Kak Luna dengan sangat baik. Bahkan dia mencetak foto pernikahan kalian yang sangat besar lalu dipajang di rumah ini." Ucap Ines benar-benar membuat Luna terkejut dengan ucapan perempuan itu.


Tetapi ketika dia mengingat bagaimana yang tadi sore bertemu dengan perempuan yang berkata bahwa dia hamil, maka dia mengepal kuat tangannya dan dia merasa tak sanggup untuk memikirkan masalah itu.


Ines yang melihat bahwa Luna gugup, maka dia berkembali berkata, "Kak Luna tidak perlu gugup, karena Kak Luna sudah menikah dan kakak ipar adalah milik Kakak Luna, jadi Kak Luna harus melindungi milik Kak Luna dan mempercayai milik Kak Luna seperti mempercayai diri sendiri."


Luna yang mendengarkan ceramah dari Ines benar-benar merasa bahwa perempuan di depannya meski terkadang terlihat kanak-kanakan, namun perempuan itu memiliki sisi yang dewasa, bahkan lebih dewasa daripada dirinya sendiri.


Oleh sebab itu, Luna menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu dia kemudian kembali menatap dirinya diri cermin untuk memberi semangat pada dirinya sendiri.


Setelah itu, dia kemudian berdiri sambil menatap Inez yang juga menatapnya, "Terima kasih untuk semua yang kau katakan padaku, kalau begitu kita bisa pergi makan malam sekarang." Ucap Luna diangguki oleh Ines selalu mereka kemudian pergi keluar kamar untuk makan malam bersama dengan Amsterdam.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2