Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
30.


__ADS_3

"Ahhh,,, ayahmu ingin bergaya seperti orang kota makanya dia menyuruh Amsterdam untuk memberikannya sebuah jas!" Ucap mercy sambil menoleh ke arah suaminya lalu perempuan itu kemudian menarik Luna.


"Biarkan saja ayahmu, sekarang ayo kita sambut calon mertuamu di depan pintu," ucap perempuan itu diikuti oleh Luna hingga keduanya kemudian berdiri menunggu Bell apartemen ditekan oleh seseorang.


💞💞💞


Sambil berdiri, Luna menatap di Amsterdam yang mana pria itu masih duduk bersama dengan Wahyu.


Perempuan itu merasa tidak enak pada Amsterdam, sebab pria itu telah mengeluarkan banyak uang untuk keluarganya, jadi dia menghela nafas dan berpikir untuk membicarakannya nanti.


Ding dong...


Ding dong...


Akhirnya bel apartemen berbunyi, lalu mercy dengan semangat membuka pintu apartemen dan melihat sepasang suami istri yang kini berdiri di hadapan mereka.

__ADS_1


Semua orang itu saling menyapa dan Luna juga menyapa kedua calon mertuanya lalu mereka masuk bersama.


"Jadi ini calon menantuku, dia sangat cantik dan terlihat sangat ramah," ucap Debora ketika semua orang sudah duduk dan perempuan itu memperhatikan Luna yang disuruh untuk duduk di sampingnya.


Luna hanya tersenyum saja mendengar pujian itu, karena dia tidak tahu harus berkata apa untuk pujian itu.


"Dia adalah anak gadis kami satu-satunya, yang lainnya semuanya adalah laki-laki, jadi tentu saja Dia adalah anak gadis kami yang paling cantik." Kata Wahyu sambil tersenyum lebar.


Vicky menganggukan kepalanya, "Putra kami juga anak tunggal, Jadi mereka benar-benar cocok untuk bersama. Aku harap pernikahan mereka akan bertahan untuk selama-lamanya." Dianggap oleh semua orang dan semua orang tampak bahagia kecuali Amsterdam.


'Apa yang telah direncanakan oleh ayah dan ibu? Mengapa asistenku belum memberikan informasi apapun?' ucap Amsterdam dalam hati yang merasa begitu aneh dan juga penasaran


Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya duduk di sana sambil mendengarkan semua orang berbincang-bincang.


Mereka membahas tentang acara pernikahan yang akan dilaksanakan di dua tempat yang pertama di desa dan yang kedua di kota, tetapi mereka lebih condong membahas ke arah pernikahan yang dilaksanakan di desa karena itu akan mendekat.

__ADS_1


"Kami akan pada besan tentang menyerahkan semua pengaturan pernikahan yang dilakukan di desa, sementara yang dilakukan di ibukota, kami akan mengaturnya." Ucap Vicky diangguki oleh Wahyu dan mercy.


"Tentu saja, hal seperti itu jauh lebih baik dan lebih mudah mengaturnya karena kami tidak terbiasa hidup di kota, jadi tidak terlalu paham akan kehidupan di sini, bahkan untuk masuk di saja kami harus diajari dulu berkali-kali oleh asisten Andreas sebelum bisa melakukannya." Ucap Wahyu sambil terkekeh mengingat kekonyolan antara dirinya dan istrinya yang harus diajari berkali-kali menaiki lift supaya mereka bisa mengerti.


Bahkan ketika di rumah sakit, mereka hanya berjalan menggunakan tangga darurat saja, karena terlalu takut menaiki eskalator, apa lagi lift.


Vicky dan istrinya yang mendengar ucapan Wahyu hanya bisa tersenyum menganggukkan kepala mereka meski mereka sebenarnya agak merasa kesal juga dengan sikap kampungan dari besan mereka.


Tetapi kemudian berbicaraan itu berjalan dengan lancar, bahkan saat makan malam pun Vicky bersama dengan istrinya merasa bahwa masakan perempuan dari kampung cukup enak untuk dinikmati.


Pertemuan itu berjalan dengan sangat lancar hingga membuat Luna merasa senang karena ternyata kedua orang tua Amsterdam begitu ramah terhadap dia dan keluarganya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2