
Setelah acara pernikahan selesai, maka kedua orang tua Amsterdam langsung buru-buru meninggalkan desa karena mereka tidak tahan tinggal di tempat itu.
Apalagi untuk menginap selama satu malam, kamar yang diberikan pada mereka sangat tidak memadai dan ranjang yang sekeras batu membuat mereka merasa tidur di lantai.
Sementara Luna dan Amsterdam, setelah acara pernikahan selesai mereka Langsung dikunci di dalam kamar Luna hingga kedua orang itu hanya berada dalam satu kamar saja.
"Itu,," Luna merasa gugup bersama dengan Amsterdam, dan dia juga merasa malu pada pria itu karena ibu dan ayahnya sendirilah yang menjebak putrinya bersama dengan Amsterdam di dalam kamar.
"Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhmu kecuali kau mengijinkanku. Ini juga sudah larut malam, jadi kita hanya bisa istirahat saja," ucap Amsterdam sambil berjalan ke arah sebuah kursi yang terletak di dalam kamar.
Karena ranjang Luna hanya ranjang nomor 3, maka Amsterdam tidak berpikir untuk tidur di sana karena dia takut kalau perempuan itu terganggu sehingga dia memutuskan hanya akan tidur saja di kursi kayu yang terletak di dalam kamar itu.
"Itu,, kau tidak akan nyaman di situ, aku akan meminta ayah dan ibu membawakan karpet kemari," kata Luna saat ini melihat bahwa kursi miliknya kekecilan untuk ditempati Amsterdam, jadi perempuan itu kemudian kembali ke arah pintu dan mengetuk pintu kamarnya sendiri.
__ADS_1
Tok tok tok...
"Ayah, ibu, Apa kalian ada di luar?" Tanya Luna sembari menempelkan telinganya ke pintu berharap mendapat jawaban dari ayah dan ibunya ataupun dari keberabat-kerabatnya yang masih berada di luar.
Tetapi saat itu, merci yang berjaga di depan pintu kamar putrinya hanya menggelengkan kepalanya mendengar perempuan itu.
"Ayah? Ibu?? Aku butuh karpet, bisakah ayah dan ibu memberikannya pada kami?" Kembali ucap Luna langsung membuat mercy mengerutkan keningnya mendengar permintaan putrinya.
Amsterdam yang melihat istrinya Sudah dari tadi terus memanggil ayah dan ibunya namun tidak ada jawaban, pria itu berkata, "Jangan khawatir, aku bisa tidur sambil duduk. Lagi pula kau juga sedang hamil jadi harus cepat-cepat tidur karena sepanjang hari ini kau sudah kelelahan."
Ucapan suaminya membuat Luna akhirnya menatap pria itu lalu dengan lesu Dia berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang sambil menatap Amsterdam yang juga menatapnya.
"Itu,, Kau boleh tidur di sini bersamaku," ucap Luna yang merasa begitu Tidak enak hati pada Amsterdam, karena tentunya pria itu sudah sangat baik padanya. Jadi tidak mungkin dia menyiksa pria itu dengan hanya tidur di kursi kayu sepanjang malam.
__ADS_1
Mendengar ucapan istrinya, maka Amsterdam berkata, "Apa kau tidak apa-apa kalau aku tidur bersamamu? Aku mungkin secara tidak sadar akan memelukmu dalam tidurku."
Ucapan suaminya langsung membuat Luna terdiam di tempatnya, karena tentunya dia belum siap untuk sangat dekat dengan pria itu.
Tetapi ketika dia membayangkan pria itu harus tidur di kursi kecil yang Bahkan tidak muat dengannya, maka dia juga merasa sedih untuk pria itu sehingga Luna dengan terpaksa menganggukkan kepalanya.
Melihat anggukan kepala istrinya, maka Amsterdam langsung tersenyum dan cepat-cepat naik keranjang sebelum perempuan itu berubah pikiran.
"Kalau begitu, Ayo kita tidur," ucap Amsterdam sambil menepuk-nepuk bantal yang ada di sampingnya supaya perempuan itu cepat-cepat tidur.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1