
"Silakan ikuti saya, bunga anggrek terletak di sebelah sana," kata sang pelayan lalu kedua orang itu mengikuti pelayan toko tersebut dengan Amsterdam yang terus memperhatikan Luna karena takutnya perempuan itu tiba-tiba pusing dan terjatuh.
Begitu mereka tiba di tempat anggrek di letakkan, Luna langsung memperhatikan anggrek yang tampak cantik-cantik di sana.
"Yang mana yang kau suka?" Tanya Luna sembari melihat pria yang berdiri di sampingnya.
🏔️🏔️🏔️
Amsterdam sangat terkejut dengan Luna yang menanyakan hal itu padanya, tetapi dia juga merasa sangat senang karena akhirnya perempuan itu mau mencairkan es yang selama ini membungkus dan membekukan hatinya.
"Itu,, Aku suka apapun yang kau suka, bagaimana kalau kau saja yang memilihnya?" Ucap Amsterdam yang sama sekali tidak tahu apapun soal bunga dan tidak pernah ingin memelihara bunga di manapun dia berada, sebab memelihara bunga hanya membuang-buang waktu saat harus terus disiram dan diberi pupuk.
Luna mengganggukan kepalanya lalu dia kemudian berjalan-jalan melihat bunga anggrek, "Bukankah ini bagus?" Ucap Luna sembari menunjuk anggrek berwarna ungu yang telah berbunga.
__ADS_1
"Iya, Ayo membeli ini," ucap Amsterdam mengambil bunga tersebut, lalu meletakkannya ke dalam keranjang yang telah Ia bawa.
Luna yang melihat pria itu sudah membawa keranjang Dan meletakkan bunganya Di dalam keranjang itu, entah kenapa hatinya terasa begitu hangat, jadi dia kemudian tersenyum dan lanjut mengambil beberapa anggrek lain yang hendak ia pelihara.
Setelah selesai mendapatkan beberapa angka, keduanya kemudian pergi ke kasir untuk membayar dengan Luna yang terus berpegangan pada lengan Amsterdam karena dia masih merasa sedikit lemas.
"Kalau kau tidak tahan berdiri, duduklah di sana biar aku yang mengantri," ucap Amsterdam saat menyadari bahwa perempuan yang tadi hanya memegang lengannya kini berusaha menumpuhkan berat badannya pada lengan Amsterdam.
Tetapi Luna menggelengkan kepalanya, "Jangan khawatir, aku baik-baik saja," ucap Luna langsung membuat Amsterdam mengerutkan keningnya menatap perempuan itu.
Pelayan toko yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, lalu dia kemudian pergi mengambil kursi dan meletakkannya di samping Amsterdam.
Luna langsung duduk di sana Lalu Amsterdam berlutut memegang tangan perempuan itu dan memperhatikan wajah Luna.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja? Apakah sebaiknya kita pulang saja biar nanti asistenku yang datang mengambil bunga-bunga ini?" Tanya Amsterdam dengan suara yang lembut membuat Luna benar-benar terdiam menatap pria di depannya.
Dia kembali teringat akan ucapan Stefani yang mana perempuan itu mengatakan bahwa dia iri terhadap Luna yang memiliki seorang pria kaya raya.
Tetapi Luna malah berpikir bahwa dia tidak memikirkan tentang kekayaan yang dimiliki oleh Amsterdam Tetapi hanya memikirkan tentang pria yang sangat perhatian itu.
"Tidak apa, aku bisa duduk menunggumu," ucap Luna lalu diangguki oleh Amsterdam lalu Amsterdam kembali mengantri.
Setelah cukup lama, akhirnya Amsterdam sudah selesai membayar tagihannya dan ketika dia kembali menghampiri Luna, didapatinya perempuan itu sudah tertidur, jadi Amsterdam dengan cepat membawa perempuan itu ke gendongannya, lalu meminta tolong pada seorang pelayan agar membantunya membawa barang belanjaannya.
Setelah tiba di mobil, Amsterdam kemudian mendudukkan Luna di kursi penumpang depan, lalu pria itu memperhatikan sang pelayan yang memasukkan bunga-bunga ke bagasi mobilnya.
Setelah semua Bunga telah diatur dalam bagasi mobil, maka pria itu cepat-cepat memasuki mobil dan melajukan mobilnya ke apartemen supaya Luna bisa beristirahat dengan nyaman.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️