Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
66


__ADS_3

'Barang ini mirip dengan yang diletakkan oleh ayah dan ibu di kantor suamiku, kalau begitu jangan-jangan ini juga milik ayah dan ibu?' ucap Luna dalam hati kemudian melihat-lihat benda itu dan mencari tahu cara untuk membukanya.


Ding dong...


Ding dong...


Luna blm sempat membukanya ketika bel apartemennya berbunyi hingga perempuan itu meletakkan barang tersebut di atas meja ruang tamu dan kemudian pergi untuk membuka pintu.


🌺🌺🌺


"Ibu," ucap Luna yang terkejut melihat Ibu mertuanya ternyata bertamu ke tempat mereka.


"Ibu datang membawakan beberapa makanan," ucap perempuan itu sembari memperlihatkan sebuah tas yang berisi makanan yang ia bawa.

__ADS_1


Luna yang melihat itu kemudian menganggukkan kepalanya, lalu dia mengambil makanan tersebut, "Terima kasih Bu, kalau begitu ibu duduk dulu supaya aku membuatkan minuman untuk ibu," ucap Luna kemudian dianggap oleh ibu mertua Luna selalu perempuan itu kemudian masuk ke dalam apartemen.


Luna pergi ke dapur, sementara Debora kemudian duduk di Safa ruang tamu dan dia melihat sebuah benda yang tadi diletakkan oleh Luna di atas meja.


'Sepertinya dia belum membukanya,' ucap Debora dalam hati yang bisa melihat bahwa kotak itu belum dibuka karena jika dibuka pastilah barangnya berhamburan keluar.


Debora Kemudian berdiri dan pergi ke dapur menghampiri menantu perempuannya, "sayang, karena tiba-tiba Ibu mendapat telepon untuk pergi menemui ayahmu sekarang." Ucap perempuan itu benar-benar membuat Luna terkejut hingga Dia kemudian menghentikan pekerjaannya membuat minuman untuk perempuan itu.


"Ahh,, kalau begitu, lain kali ibu harus datang kemari supaya aku bisa membuatkan minuman untuk ibu," ucap Luna pada ibu mertuanya.


Luna kemudian mengantar perempuan itu keluar dari apartemen lalu dia menutup pintu apartemen dan kembali ke dapur membereskan gelas serta beberapa toples yang ia keluarkan dari lemari.


Setelah selesai membereskannya, maka Luna pergi ke ruang tamu sambil menyalakan tv dan dia baru melihat lagi barang yang diletakkan di atas meja.

__ADS_1


"Ahh,, Padahal tadi aku bisa menanyakan barang ini pada ibu," ucap Luna yang merasa bahwa ibu mertuanya mungkin mengetahui sesuatu tentang barang itu karena barang itu sangat mirip dengan barang yang diletakkan oleh ibu mertuanya di dalam ruang kerja Amsterdam.


Tetapi karena sekarang tidak bisa lagi menanyai Ibu mertuanya, maka Luna kemudian melihat-lihat lagi barang itu dan melihat sebuah tombol yang bisa ditekan di sana.


Ketika dia mencoba menekan tombol itu, tiba-tiba saja tutup dari kotak persegi panjang itu sedikit tersentak ke atas hingga membuat Luna kemudian mengangkat tutupnya dan terkejut melihat bahwa ternyata barang yang ada di dalam situ ialah foto-foto polaroid.


"A,, apa ini???" Ucap Luna mengambil foto-foto polaroid itu dan melihat bagaimana Amsterdam bersama dengan perempuan yang kemarin ia temui pergi berjalan-jalan di segala tempat.


Foto bersama di pantai di restoran dan Luna menutup mulutnya dengan satu tangannya sembari tangan yang gemetar memegang foto di tangannya ketika dia melihat ada juga foto kedua orang itu yang sedang tidur bermesraan di atas ranjang.


Maka Luna yang benar-benar ketakutan dan kembali mengingat tentang perempuan itu yang mengaku hamil anaknya Amsterdam, ia kemudian menjatuhkan foto-foto itu ke lantai dan dia kembali menangis tersedu-sedu.


"Hiks,, hiks,, hiks,,," suara tangisan Luna memenuhi apartemen itu Karena dia benar-benar tak menyangka bahwa ternyata Amsterdam dan perempuan itu sudah pernah tidur bersama dan suaminya bahkan membohonginya bahwa dia tidak punya hubungan apapun dengan perempuan itu.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2