
Tetapi karena pikiran perempuan itu melayang ke tempat lain, maka dia tidak menyadari bahwa kuah bakso itu sangatlah panas hingga dia akhirnya merasakan lidahnya terbakar.
"Akh,,," ucap Luna sambil menutup mulutnya dengan tangannya karena merasa malu memperlihatkan mulutnya yang terkena pada pria di depannya.
"Ada apa?" Tanya Amsterdam yang terkejut.
"Ahh,, ssshh, panas," ucap Luna.
🥶🥶🥶
Mendengar itu, maka Amsterdam langsung menjadi panik dan pria itu berdiri menghampiri Luna sembari mengambil air putih yang terletak di samping Luna.
"Minumlah ini, ini bisa meredakan rasa panas pada lidahmu," ucap Amsterdam dengan panik hingga membuat Luna mengerjapkan matanya menatap pria.
Hanya terkena panas kuah saja, tidak perlu sampai panik seperti itu!!!
Tetapi, Luna tetap menganggukkan kepalanya mengambil gelas dari tangan Amsterdam lalu perempuan itu meminumnya secara perlahan.
"Bagaimana?" Tanya Amsterdam ketika Luna selesai meneguk air putih itu.
__ADS_1
Luna menganggukkan kepalanya, "sudah baikan, Kau tidak perlu cemas lagi," ucap Luna yang sebenarnya dalam hati merasa aneh dengan pria itu.
'Apakah dia seperti ini juga pada perempuan yang ada di foto yang kutemukan di kamarnya?' ucap Luna dalam hati yang kini mulai cemburu pada Amsterdam, tetapi tentu saja perempuan itu tidak berani mengatakannya dan hanya memperhatikan Amsterdam yang sudah kembali ke kursinya.
"Kuahnya panas, Jadi sebelum makan, pastikan untuk meniupnya dulu," ucap Amsterdam diangguki oleh Luna lalu kedua orang itu mulai makan bersama.
Sembari makan, Luna merasakan gejolak hatinya yang sangat aneh sangat kesal dan sangat marah, tetapi perempuan itu berusaha menahannya dan berusaha bersikap biasa-biasa saja di depan Amsterdam.
Dan setelah selesai makan, Amsterdam mencuci piringnya sendiri, Sementara Luna langsung pergi mendapatkan P3K agar nanti pria itu membantunya untuk mengganti perban di lehernya.
Sembari menunggu, Luna terus memikirkan foto yang ia dapatkan dari kamar, perempuan itu terus menimbang-dimbang untuk mempertanyakannya pada Amsterdam atau mengabaikannya saja.
"Besok pagi aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk check up," ucap Amsterdam.
Luna mengganggukan kepalanya sambil melihat pria yang mempersiapkan segala kebutuhan untuk mengganti perbanyak, lalu dia kemudian melihat pria itu kini berbalik menatap nya.
"Biar ku lihat," ucap Amsterdam mengulurkan tangannya ke arah leher Luna, lalu pria itu kemudian membuka perban di leher Luna.
"Bagaimana?" Tanya Luna yang merasa penasaran dengan keadaan lukanya sembari perempuan itu memperhatikan Amsterdam dan dia kembali kesal lagi mengingat foto yang ia temukan di kamar pria itu.
__ADS_1
Amsterdam menganggukkan kepalanya sambil melepas perbannya, "sudah mulai membaik, dokter juga bilang kalau ini tidak akan berbekas. Jadi kau tenang saja," ucap Amsterdam yang dari awal dia sudah mempekerjakan beberapa dokter beda untuk menangani luka Luna, bahkan dokter bedah kecantikan pun ikut turun tangan untuk memastikan luka Luna tidak akan meninggalkan bekas.
"Ahh, baguslah," ucap Luna sambil memperhatikan Amsterdam.
Sementara Amsterdam, dia fokus untuk mengganti perban di leher Luna hingga akhirnya dia selesai melakukannya, ia lalu membereskan semua barang-barang yang telah Ia keluarkan dari kotak P3K.
"Sekarang istirahatlah," ucap Amsterdam sembari mengangkat kotak P3K untuk ia simpan ke tempatnya.
Luna yang memperhatikan pria itu sangat ingin bertanya tentang foto yang ia temukan, tetapi kemudian dia tidak punya keberanian yang cukup untuk menanyakannya hingga perempuan itu hanya menghela nafas lalu dia berjalan ke arah kamarnya.
Sebelum membuka pintu kamarnya, Luna kembali melihat Amsterdam, "itu,, selamat tidur," ucap Luna pada Amsterdam tanpa menunggu pria itu menjawab, dan Luna langsung masuk ke kamarnya sambil menutup pintu.
Setelah pintu ditutup, Luna berdiri di belakang pintunya sambil kembali memikirkan foto yang ia dapatkan.
'Bagaimana kalau pria itu sebenarnya menjalin hubungan dengan perempuan itu dan terpaksa memutuskannya karena kami dijebak untuk bersama?' ucap Luna dalam hati yang entah kenapa kini merasa bersalah.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1