Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
50.


__ADS_3

Setelah pembicaraan semua keluarga, maka Inez akhirnya berpamitan pada Ayah dan Ibunya dan perempuan itu dengan gembira menaiki mobil milik Amsterdam, dan terlebih lagi dia sangat gembira saat ia ternyata duduk di kursi penumpang depan bersampingan dengan sang supir yang menjadi pria idam idamannya.


Luna yang melihat itu hanya bisa tersenyum dengan kelakuan sepupunya Tetapi dia tidak mengatakan apapun sampai ketika Amsterdam menariknya ke sisi pria itu.


"Tidurlah," ucap pria itu sembari menarik kepala Luna bersandar di dadanya lalu mengambil selimut menyelimuti perempuan itu.


Luna yang diperlakukan seperti itu sebenarnya merasa malu, tetapi perempuan itu juga senang dengan perlakuan hangat suaminya, sehingga dia kemudian memejamkan matanya dan merasakan tangan hangat suaminya kemudian memainkan telapak tangannya.


Sementara itu, Inez yang berada di depan langsung menatap sang supir ketika mobil dengan perempuan itu berkata, "Siapa namamu?"


Sang supir yang juga merupakan pria yang hangat dan suka berbaur dengan rekan-rekannya kemudian berkata, "namaku Anggara, kalau kau?"


"Namaku ines, aku sepupunya Kak Luna," ucap ines dengan begitu bersemangat karena ternyata pria itu mau berbicara dengannya dan bahkan berinisiatif untuk mengetahui namanya.


Maka begitu, ines terus berbincang-bincang dengan pria itu sampai ketika dia merasakan sesuatu yang bergejolak di perutnya dan Dia merasa ingin muntah.


Tetapi karena pria yang ia sukai duduk di sampingnya, maka perempuan itu berusaha sekuat tenaga untuk menanhannya, namun pada akhirnya dia tidak sanggup lagi menahannya dan menatap Anggara.

__ADS_1


"Itu,, Aku ingin muntah," ucap ines langsung membuat Anggara kemudian mengambil sebuah kantong plastik lalu memberikannya pada Inez dan menghentikan mobil mereka di tepi jalan.


Begitu mobil berhenti, maka Inez dengan cepat membuka pintu mobil dan keluar dari mobil sambil memuntahkan isi perutnya ke dalam kantong plastik.


Huekk...!!!


Huekk...!!!


Luna yang melihat itu kemudian menatap sopirnya sambil berkata, "keluarlah dan bawakan dia air minum."


Maka Anggara kemudian keluar dari mobil membawakan sebotol air minum untuk perempuan itu, sementara Amsterdam menatap istrinya.


Luna yang mendengar pertanyaan suaminya kemudian mendongak menatap suaminya sambil berkata, "bagaimana bisa aku tidur, Aku merasa deg-degan kalau kau memelukku seperti ini."


Setelah berbicara, Luna kemudian hendak menjauhkan tubuhnya dari Amsterdam ketika Amsterdam malah menahan tubuhnya agar tetap berada pada posisi semula.


"Kau harus membiasakannya, karena mulai nanti malam kita akan tidur bersama dan aku akan terus memelukmu seperti ini!! Tapi ngomong-ngomong, Bagaimana keadaan bayi kita?" Tanya Amsterdam sambil mengulurkan tangannya menyentuh perut Luna hingga membuat perempuan itu tersentak kaget dan tanpa sadar langsung menarik tangan Amsterdam menjauh dari perutnya.

__ADS_1


"Itu!! Kau jangan sembarang sentuh perutku, itu menggelikan!!! Lagi pula, bayi kita baik-baik saja," ucap Luna langsung diangguki oleh Amsterdam lalu pria itu kembali menarik kepala Luna agar bersandar di dadanya.


Meski merasa deg-degan, tetapi Luna tidak menolak dan hanya bersandar di dada pria itu sambil menunggu Inez dan Anggara kembali memasuki mobil.


Sementara di luar, ines yang terus muntah membuat anggaran merasa sangat cemas dengan pria itu yang mengulurkan tangannya berusaha menenangkan perempuan itu dengan cara menepuk-nepuk punggungnya.


Saling bersentuhan antara perempuan dan laki-laki di kampung Inez adalah sesuatu yang sangat memalukan, dan hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar akrab.


Jadi ketika ines merasakan sentuhan tangan pria itu maka ingat merasakan jantungnya berdegup kencang dan Dia merasa bahwa pria itu mungkin menyukainya hingga dia bersikap begitu intim padanya.


"Ahh,,, aku sudah baik-baik saja," ucap ines yang sebenarnya merasa malu pada pria itu karena dirinya yang muntah di depan pria itu pastilah tampak sangat buruk.


Anggara mengganggukan kepalanya sambil memberikan sebotol air mineral lalu perempuan itu kemudian berkumur sebelum Anggara membukakan pintu mobil untuk perempuan itu lalu mereka masuk ke dalam mobil.


Dengan begitu, ketika mobil sudah berjalan maka kita merasakan bahwa jantungnya tidak berhenti berdegup kencang dengan perlakuan pria itu, bahkan wajahnya tak berhenti berwarna merah karena saking malu dan bersemangatnya dia.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2