Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
63


__ADS_3

Tetapi, ketika dia merasa bahwa pria itu masih akan berbicara, dia malah melihat Amsterdam berdiri lalu pria itu kemudian pergi meninggalkan meja makan.


Hati Luna seperti langsung kacau, dan dia menatap makanan di piring Amsterdam yang baru setengahnya yang habis, hingga Dia merasa bahwa pria itu mungkin marah karena sesuatu.


Dia juga melihat makanan yang ada di depannya, Dan Dia merasa bahwa dia sudah tidak bernafsu untuk memakannya, jadi perempuan itu kemudian berdiri membereskan semua piring.


🌺🌺🌺


"Biar aku saja, pergilah coba ini, Aku membelikanmu ketika dalam perjalanan pulang tadi," tiba-tiba ucap Amsterdam dari belakang Luna hingga membuat Luna berbalik dan menatap suaminya yang muncul bersama dengan sebuah paper bag kecil di tangannya.


"Itu,," Luna terkejut mengetahui bahwa pria itu memberikannya hadiah, Tetapi dia belum melanjutkan ucapannya ketika tiba-tiba saja Amsterdam mendekatinya dan memeluknya dengan erat.


"Jangan menangis Lagi, kau membuat aku terluka mengetahui kau menangis," ucap Amsterdam yang benar-benar mengejutkan Luna hingga matanya menjadi panas lagi dan dia merasakan bahwa air matanya telah berkumpul di pelupuk matanya.

__ADS_1


Tetapi untungnya dia masih bisa menahan air matanya, lalu kemudian pelukan mereka dilepaskan dan Amsterdam memberikan paper bag nya pada Luna.


"Aku Yang akan membereskan semua ini, Jadi kau kembali lagi ke kamar dan istirahat supaya kau tidak kelelahan," ucap Amsterdam sembari pria itu kemudian membereskan piring-piring kotor yang tadi sempat dipegang oleh Luna.


Luna yang melihat itu kemudian meneteskan air matanya dan karena tidak ingin suaminya melihatnya kembali menangis, maka perempuan itu segera berlari meninggalkan ruang makan dan dia masuk ke dalam kamar sambil menangis tersedu-sedu.


Dia cukup lama menangis sampai akhirnya dia menata paper bag di tangannya lalu perempuan itu kemudian menyekah air matanya dan dia duduk di meja rias sambil melihat matanya yang tampak sembap.


Ketika perempuan itu membuka paper bag nya, dia langsung melihat sebuah jam tangan dalam kotak transparan yang terlihat sangat indah.


'Ini cantik sekali,' ucap Luna dalam hati sembari menyentuh jam tangan itu lalu dia kemudian memakainya dan merasa bahwa jam tangan itu sangat pas di pergelangan tangannya, seolah sudah diukur dengan hati-hati agar tidak kebesaran maupun kekecilan.


Clek!

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamar terbuka langsung membuat Luna menatap ke arah pintu dan melihat bahwa suaminya lah yang memasuki ruangan.


"Itu,, Terima kasih untuk hadiahnya, Aku sangat menyukainya," ucap Luna langsung membuat Amsterdam mengukir sebuah senyum indah di wajahnya lalu pria itu kemudian menghampiri Luna dan memeluk perempuan itu.


"Aku senang kau menyukainya, lain kali aku akan memberikanmu hadiah yang lain. Tapi aku hanya minta satu darimu supaya kau terus mempercayaiku karena aku tidak pernah memiliki perempuan lain selain istriku," ucapkan langsung membuat Luna mengangkat wajahnya menatap pria itu.


Dia kemudian menganggukkan kepalanya, "aku akan mempercayaimu, tapi Siapa perempuan itu dan kenapa dia mengaku-ngaku mengandung anakmu?" Tanya Luna yang meski dia bisa mempercayai suaminya, Tetapi dia juga masih penasaran dengan identitas perempuan yang terlalu lancang mengaku-ngaku telah mengandung anak dari Amsterdam.


Amsterdam merasa berat untuk menceritakannya pada perempuan itu, tetapi merasa bahwa jika dia menyembunyikan sesuatu dari Luna maka perempuan itu mungkin akan mengetahuinya suatu saat dan akan terpukul dengan berita itu.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2