Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
74


__ADS_3

Mobil terus melaju yang mana Luna tak tahu juga ke mana mobil itu akan pergi, tetapi dalam mobil, ia terus saja merasa kesal dan menahan amarahnya karena sikap Debora dan Clarissa yang terus memanas-manasinya.


Bagaimana tidak, ke dua perempuan itu sedang membicarakan Bagaimana mewahnya nanti jika Clarissa menikah dengan Amsterdam, dan kedua orang itu juga merencanakan bahwa mereka akan membuat pernikahan Luna dan Amsterdam cepat-cepat berakhir.


'Aku merasa ibu tidak benar-benar mengajakku keluar untuk makan siang bersama dan meminta maaf, Tetapi dia hanya mengajak aku keluar untuk memperlihatkan bahwa dia sudah memiliki seorang menantu pilihannya sendiri,' ucap Luna dalam hati sembari menahan air matanya yang sudah berkumpul di kelopak matanya hendak turun ke pipinya.


Clarissa yang mengintip Luna dari kaca spion dan melihat perempuan itu benar-benar ingin menangis merasa sangat senang karena rencana mereka berhasil.


Oleh sebab itu, Clarissa kembali menatap Debora sambil berkata, "ibu, Memangnya Hari ini kita mau pergi ke mana?"


Debora yang memang belum memberitahu clarisa mereka mau pergi ke mana Langsung tersenyum pada perempuan itu sambil berkata, "kita akan pergi ke kuil yang ada di gunung Xx. Ibu mau kita berdoa supaya kelancaran hubunganmu dengan Amsterdam bisa tetap terjaga dan terlebih juga berdoa supaya perempuan yang ada di belakang cepat-cepat bercerai dengan Amsterdam supaya keluarga kami bisa menerima menantu yang layak untuk keluarga kami."


Ucapan Debora benar-benar membuat Clarissa merasa sangat senang, sementara Luna yang mendengarkan itu langsung meneteskan air matanya.

__ADS_1


Untungnya, di kursi belakang itu terdapat tisu yang disiapkan di sana, Jadi dia langsung mengambilnya dan menyeka air matanya, lalu dia berusaha menahan dirinya agar tidak lagi menangis.


Setelah berusaha menahan dirinya selama beberapa menit lagi, maka akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah parkiran.


"Akhirnya kita sampai," ucap Debora kemudian membuka pintu dan juga Clarissa membuka pintu mobil lalu kedua orang itu kemudian keluar dari mobil.


Luna yang melihat itu juga ikut keluar dari mobil dan dia merasa sangat senang karena tempat di mana mereka berada ternyata memiliki udara yang sangat baik.


'Astaga,, aku tidak mungkin mendaki sampai setinggi itu,' ucap Luna dalam hati yang merasa cemas akan terjadi apa-apa pada kandungannya Jika saja dia mendaki tangga yang sangat banyak itu dan bisa-bisa membuatnya kelelahan.


Tetapi ketika dia menghentikan langkahnya, Deborah lalu berbalik menatapnya dengan wajah kesal, "cepatlah mengikuti kami, kita harus cepat-cepat berdoa lalu pulang karena kita belum makan siang!!!" Ucap Debora dengan ketus langsung membuat Luna menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu kemudian mengikuti dua orang yang berjalan di depannya.


Sembari menaiki tangga, Luna berusaha berdoa supaya dirinya tetap baik-baik saja dan kuat menaiki tangga yang sangat banyak itu, Bahkan dia belum bisa melihat ujungnya yang ada di atas sana.

__ADS_1


"Ahh,,," tiba-tiba Clarissa yang berjalan bersama Luna mengeluh kesakitan karena saat itu perempuan itu menggunakan heels hingga melukai kakinya.


Debora yang melihat itu langsung membantu perempuan itu duduk di tangga, lalu dia melihat kaki clarisa yang kemerahan hingga dia merasa kasihan pada perempuan itu.


"Ahh,, aku lupa mengganti sandalnya tadi di mobil, dan sekarang kalau harus turun ke bawah maka pasti akan memerlukan waktu yang cukup lama," ucap Clarissa sembari memandang ke bawah di mana mereka sudah mendaki seperempat bagian dari tangga yang harus mereka lalui.


Debora yang melihat itu merasa sangat cemas pada Clarissa lalu dia kemudian melihat sepatu Luna hingga perempuan itu berkata, "kau menggunakan sepatu yg nyaman, cepat tukar dengan Clarissa."


Ucapan Ibu mertuanya sangat mengejutkan Luna hingga perempuan itu tanpa sadar memegang perutnya sebab Tentu saja dia tidak ingin membahayakan dirinya dan juga janin yang ada di kandungannya jika harus bertukar sepatu dengan perempuan itu.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2