Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
65


__ADS_3

Pada keesokan paginya ketika Luna yang terlelap dipelukan suaminya mengerjapkan matanya, perempuan itu sangat terkejut saat mendapati jam sudah menunjukkan pukul 8.


"Hei,, sudah siang!" Ucap perempuan itu membangunkan Amsterdam hingga Amsterdam kemudian mengerjapkan matanya dan menata perempuan yang tampak panik keluar dari pelukannya dan berlari ke kamar mandi.


'Dia sedang hamil, tapi dia sangat suka lari-lari,' ucap Amsterdam dalam hati sembari menghela nafas, lalu pria itu kemudian berbalik melihat jam di atas nakas dan ternyata melihat bahwa dia sudah terlambat untuk pergi ke kantor.


Maka tak bisa lagi bermalas-malasan dengan terus tidur di tempat tidur, pria itu langsung turun dari tempat tidur dan dia bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Begitu Luna keluar dari kamar setelah mencuci muka, perempuan itu melihat bahwa Ines telah siap dengan setelan kantornya.


"Selamat pagi Kak Luna," ucap Ines yang terkejut melihat bahwa perempuan itu baru saja bangun.


"Slamat pagi, Apa kau sudah sarapan?" Tanya Luna langsung dijawab anggukan Ines.

__ADS_1


"Aku pikir kalian tidak akan sarapan jadi aku sarapan lebih dulu karena Sudah terlambat untuk pergi ke kantor," ucap Inez yang sebenarnya merasa heran mengapa kedua orang itu bangun kesiangan.


Tetapi ketika dia mengingat kembali bahwa kemarin malam Kakak sepupunya sempat menangis, maka dia berpikir bahwa dia hanya perlu diam saja dan tidak perlu mencampuri urusan kedua orang itu.


Luna yang mendengarkan ucapan Ines tidak mengatakan apapun, tetapi perempuan itu hanya bergegas pergi ke meja makan dan melihat bahwa makanan telah disiapkan oleh Ines di atas meja makan.


"Hah,,," Luna merasa khawatir Kalau suaminya masih tinggal untuk sarapan maka pria itu mungkin akan sangat terlambat, jadi dia kemudian membungkus sarapan pria itu dan memasukkannya ke dalam sebuah tas kecil.


Begitu dia keluar dari meja makan, dilihatnya suaminya sudah siap untuk berangkat. Jadi dia kemudian menghampiri suaminya dan menyerahkan tas kecil yang ia bawa.


"Baiklah, Kalau begitu, telepon aku kalau kau merasa bosan di rumah supaya aku menyuruh seseorang untuk menjemputmu," ucap Amsterdam langsung diangguki oleh Luna lalu Luna kemudian mengantar kedua orang itu keluar dari apartemen.


Setelah keduanya keluar dari apartemen, Luna menutup pintu apartemen dan dia kemudian pergi ke meja makan untuk sarapan sendirian.

__ADS_1


'Apa yang dikatakan Ines sebenarnya baik, sekarang hubungan kami mem baik dan kesalahpahaman juga terselesaikan meski masih ada beberapa hal yang membuatku merasa ragu. Tapi aku harus mempercayai suamiku seperti yang dikatakan oleh Ines,' ucap Luna dalam hati sembari menikmati sarapan yang telah dibuat oleh Inez.


Setelah selesai sarapan, Luna kemudian teringat akan benda yang ia lihat di belakang lemari, jadi perempuan itu kemudian mengambil sebuah sapu dan pergi ke sana untuk mencungkil benda itu dari belakang lemari.


Setelah berhasil mendapatkannya, perempuan itu kemudian melihat benda itu dan mengerutkan keringnya ketika dia mengingat rekaman CCTV yang ia lihat di ponsel suaminya.


'Barang ini mirip dengan yang diletakkan oleh ayah dan ibu di kantor suamiku, kalau begitu jangan-jangan ini juga milik ayah dan ibu?' ucap Luna dalam hati kemudian melihat-lihat benda itu dan mencari tahu cara untuk membukanya.


Ding dong...


Ding dong...


Luna blm sempat membukanya ketika bel apartemennya berbunyi hingga perempuan itu meletakkan barang tersebut di atas meja ruang tamu dan kemudian pergi untuk membuka pintu.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2