
Luna akhirnya dipindahkan ke rumah sakit milik keluarga Amsterdam, dan ketika perempuan itu terbangun dia langsung melihat ibu mertuanya dan juga semua keluarganya sudah berkumpul di ruangan itu.
Luna merasa sangat lemas setelah lambungnya dikosongkan, jadi perempuan itu merasa tak sanggup untuk berbicara dan hanya menatap semua orang.
Debora dan juga Mercy yang melihat itu langsung berusaha mengajak Luna berbicara, tetapi karena sangat lemas Luna hanya bisa mengerjapkan matanya dan berusaha memanggukan kepalanya meski sebenarnya kepalanya tak pernah terangkan.
Amsterdam yang melihat itu langsung menekan bel supaya dokter datang ke tempat itu untuk memeriksanya, dan hanya dalam beberapa detik seorang dokter datang ke tempat itu dan memeriksa Luna.
"Kalian Tenang saja, ini sangat wajar terjadi pada pasien yang baru saja sadar, Dia sangat lemas jadi Tolong berikan dia air yang mengandung nutrisi." Ucap dokter langsung diangguki oleh Debora lalu perempuan itu cepat-cepat pergi ke dapur mendapatkan minuman yang dimaksud oleh sang dokter.
Perempuan itu mengambil minuman sehat yang telah disediakan sebelumnya lalu kemudian perlahan-lahan memberi minum Luna.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
p
Ponsel Amsterdam tiba-tiba saja berbunyi jadi pria itu kemudian keluar dari kamar dan dia mengangkat panggilan telepon itu.
"Apakah ada perkembangan?" Tanya Amsterdam pada orang di seberang telepon karena tentunya dia hanya ingin mengetahui berita tentang penyelidikan kasus istrinya, dan masalah-masalah lain yang ada di perusahaan atau yang ada di manapun benar-benar diabaikan oleh pria itu demi istrinya.
"Kami sudah menangkap orang yang memberikan racun pada Nyonya, tetapi ternyata pria yang memberikan racun itu hanya salah sasaran saja." Ucap sang asisten dari seberang telepon benar-benar membuat Amsterdam mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan salah sasaran?" Tanya Amsterdam.
"Jadi, pria itu ialah pria yang menjual bunga, dan saat itu nona Clarissa pergi ke sana membeli buah untuk diberikan pada nyonya. Tetapi karena pria itu dulunya musuh anak Clarissa maka pria itu memberi racun pada buah yang diberikan kepada Nona Clarissa supaya Nona Clarissa yang diracuni oleh perbuatannya itu.
"Tetapi ternyata Nona Clarissa membawa buah itu pada Nyonya sehingga Nyonya lah yang memakan racun itu." Ucapkan asisten dari seberang telepon benar-benar membuat Amsterdam mengepal kuat tangannya.
"Aku akan menemui pria itu," ucap Amsterdam yang merasa sangat tidak percaya, sebab dia tahu bahwa Clarissa sangat tidak menyukai istrinya karena perempuan itu ialah perempuan yang dijodohkan dengannya.
Apalagi ketika dia mengingat kembali rekaman CCTV ketika perempuan itu mengganggu istrinya, maka Amsterdam benar-benar tak percaya bahwa racun itu hanyalah sebuah racun yang salah sasaran saja.
Maka, Setelah dia mendapatkan informasi dari istrinya pria itu langsung berpamit pada semua orang dan terutama pada istrinya Lalu dia pergi meninggalkan rumah sakit.
Ketika dia tiba di kantor polisi di mana pria itu telah ditahan, Amsterdam langsung masuk ke sana dan lengkap dengan raut wajah yang dingin tubuh yang begitu mengintimidasi serta tatapan tajam membuat sang pria sangat terkejut melihat pria di depannya.
"Aku dengar kau meracuni istriku?" Tanya Amsterdam langsung membuat sang pria yang ada di depan Amsterdam kini merasa ketakutan karena nada suara Amsterdam yang begitu menakutkan seolah-olah pria itu adalah dewa kematian yang hendak menghampirinya.
"Itu,,,, saya,,, aku,,, aku tidak berniat meracuni istri Tuan, tapi hanya racun itu saja yang--"
"Tapi kau sudah meracuni istriku, maka kau dan seluruh keluargamu akan ku musnahkan!!!!" Sela Amsterdam langsung membuat sang pria semakin ketakutan di tempatnya sehingga dia gemeter dan pemandangan itu tak luput dari perhatian Amsterdam.
"Istrimu adalah orang yang sangat baik. Dia bekerja sebagai penjual sayuran di pasar, kau memiliki tiga orang anak yang semuanya terlihat sangat bahagia memiliki Ayah sepertimu. Tapi jangan pikir kebahagiaan itu akan berla tahan lama, karena sekarang orang-orang ku sudah pergi ke sana untuk memberi racun pada mereka sama seperti yang kau lakukan pada istriku!!!" Ucap Amsterdam benar-benar membuat sang pria ketakutan sehingga pria itu kemudian berdiri dari kursinya dan berpindah berlutut ke lantai.
"Tolong jangan lakukan apapun pada keluarga saya!!!" Ucap pria itu dengan sangat ketakutan tanpa berani menatap Amsterdam.
"Aku juga melihat bahwa kau memiliki seorang ayah dan ibu yang sangat menyayangimu, tetapi sama seperti aku menyayangi istriku maka sebesar itu juga rasa dendam yang akan kubalaskan pada keluargamu, sementara kau akan dingin di penjara seumur hidupmu!!!" Ucap Amsterdam dengan suara yang begitu dingin dan menekan benar-benar membuat sang pria menjadi runtuh.
__ADS_1
Pria itu kemudian berteriak keras, "Tidak!!! Tidak!!! Tidak!!! Tolong jangan lakukan itu!!!"
"Kau tahu siapa aku kan? Kau pasti sudah mendengar berita tentangku dan Aku adalah orang yang tak akan bisa dipermainkan. Tapi kau berani menyentuh istriku, maka aku juga lebih berani lagi menyentuh seluruh keluargamu!!!" Ucapan serdam lalu dia kemudian berdiri untuk keluar dari ruangan itu Ketika sang pria kemudian bersujud kepadanya.
Sembari bersujud, beni lalu berkata, "Tolong jangan sentuh keluarga saya, saya akan mengaku tetapi Tolong jangan sentuh keluarga saya!!!"
Ucapan sang pria benar-benar membuat Amsterdam kini mengetahui bahwa ada sesuatu yang disembunyikan tetapi pria itu, kemudian membuka pintu Lalu dia pergi begitu saja meninggalkan beni yang terus berteriak-teriak supaya dia diberi kesempatan untuk mengakuinya.
Setelah meninggalkan ruangan interogasi, maka Amsterdam berpindah ke ruangan lain yang mana dari ruangan itu bisa mengawasi apa yang dilakukan oleh sang pria yang ada di ruangan interogasi.
Para detektif yang dari tadi berada di sana melihatnya kini langsung bergeser dan membiarkan Amsterdam menguasai ruangan itu sementara Mereka berdiri di belakang Amsterdam menatap sang pria yang kini tampak menangis tersedu-sedu dan gemetar.
'Wah,, Memang benar bahwa pria bernama Amsterdam ini tak akan bisa dikalahkan, dia hanya berbicara beberapa menit saja di dalam tempat itu dan sudah sangat mempengaruhi pria itu. Padahal, kami sudah cukup lama menginterogasinya, Tetapi dia tetap tenang meski kami sudah memberlakukan berbagai cara untuk memaksanya berbicara,' ucap salah seorang detektif dalam hatinya yang benar-benar kagum dengan permainan yang dilakukan oleh Amsterdam.
Sementara beni yang ada di ruangan, pria itu kini menangis histeris, lalu dia kemudian berdiri dan menggedor-gedor pintu.
"Buka!!! Buka!!! Biarkan aku menemui pria itu!! Aku mengaku aku,, mengaku bahwa aku hanya disuruh untuk neng aku memberikan racun pada buah itu tetapi bukan aku yang memberikan racunnya. Perempuan sialan itu yg menyuruhku untuk mengaku, sebagai orang dibalik pemberian racun itu.
"Tetapi dia akan memberiku imbalan dengan membiayai semua sekolah anak-anakku dan juga menjamin hidup keluargaku selama aku di dalam penjara!! Jadi tolong!! Siapapun di luar!! Tolong!! Tolong dengarkan aku!!!!" Teriak beni dengan histeris sangat mengejutkan semua orang yang ada di balik kaca karena tak menyangka bahwa ternyata semua itu hanya akal-akalan dari perempuan bernama Clarissa yang membayar orang melakukan semua itu.
Kepala detektif yang ada di sana kemudian berkata, "pantas saja dia begitu tenang ketika kita mengintrogasinya, ternyata dia mendapat jaminan untuk keselamatan semua keluarganya dengan cara mengorbankan dirinya sendiri. Tetapi karena tuan muda sudah mengungkit masalah keluarganya dan akan membunuh semua keluarganya maka hal itu benar-benar mempengaruhinya sehingga dia mengakui segala sesuatu yang telah ia lakukan."
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1