Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
87


__ADS_3

Clarisa baru saja mendapat telepon dari orang suruhannya bahwa Luna kembali sadar dan perempuan itu baik-baik saja sehingga membuatnya merasa sangat marah dan hendak melemparkan ponsel itu ke jendela ketika tiba-tiba saja sebuah panggilan telepon masuk.


Ternyata itu adalah panggilan telepon dari dokter Bima yang membuat perempuan itu menggerakkan giginya.


"Aku sudah tidak memerlukan bantuannya lagi, lagi pula dia Sudah dipecat dari jabatannya karena kelalaiannya sendiri meninggalkan waktu penjagaannya dan mematikan ponselnya." Ucap Clarissa yang benar-benar kesal karena dia sudah membuang waktunya untuk mengajak pria itu makan siang bersama tetapi kemudian racun yang ia berikan pada Luna tidak membawakan hasil.


Hal itu membuatnya langsung dari panggilan telepon itu lalu dia kemudian memblokir nomor ponsel Bima agar pria itu tak pernah lagi menelponnya.


Baru saja perempuan itu selesai memblokir panggilan teleponnya lalu tiba-tiba saja seorang pelayan datang terburu-buru menghampirinya.


"Nona!!" ucap pelayan itu dengan panik hingga membuat Clarissa menoleh ke arah pelayanan itu sembari menahan rasa kesalnya.


"Ada apa?" Tanya Clarissa.


"Di bawah ada polisi yang datang untuk menemui Nona, dan saat ini Tuan besar sudah berbicara dengan polisi itu, tetapi para polisi menerobos dan bersikeras untuk menangkap nona!" ucap pelayan itu benar-benar membuat pelarisan mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti mengapa polisi datang untuk menangkapnya Padahal dia sudah melakukan rencananya dengan sangat sempurna.


Tetapi karena rasa bingung dan penasarannya juga maka perempuan itu segera turun ke lantai bawah dan melihat bahwa ternyata di sana ada juga Amsterdam yang langsung datang bersama dengan polisi.

__ADS_1


Hal itu membuat Clarissa sangat kaget melihat kedatangan pria itu, tetapi kemudian dia bersih berusaha bersikap tenang sambil berkata, "Ada apa ya?"


"Tangkap dia!!" Perintah kepala polisi yang ada di sana langsung membuat kedua bawahannya menangkap Clarissa dan memborgol tangan perempuan itu hingga membuat Clarisa sangat terkejut.


Clarissa melihat ke arah ayahnya untuk meminta bantuan, tetapi ayahnya hanya diam saja tidak mengatakan apapun.


Sebab bagaimanapun, pria itu telah membaca surat penangkapan untuk putrinya, dan segala bukti juga telah disiapkan jadi dia tidak mungkin melakukan sesuatu untuk menghalangi proses hukum ditegakkan atau dia pun juga akan mendapatkan peringatan.


Apalagi saat itu, dia melihat bahwa Amsterdam turun langsung dalam masalah itu, yang artinya bahwa masalah itu benar-benar tidak akan bisa dicampuri keluarga mereka meskipun keluarga mereka juga keluarga yang besar.


Karena dia tahu bahwa Amsterdam tidak akan bergerak jika pria itu tidak memiliki bukti yang cukup sehingga pria itu hanya bisa menahan rasa sakitnya melihat putrinya dibawa oleh para polisi.


Ucapan kepala polisi dan diamnya ayahnya benar-benar membuat Clarissa terkejut, tetapi meski perempuan itu berusaha untuk membantah, namun tidak ada satupun orang yang menyelamatkannya hingga Dia hanya bisa berteriak-teriak sampai akhirnya dia dimasukkan ke dalam mobil polisi yang akan membawanya ke penjara.


Setelah puas melihat pria itu di bawah pergi oleh para polisi, maka dia kemudian meninggalkan rumah milik keluarga Clarissa dan pria itu kembali ke rumah sakit.


Begitu tiba di rumah sakit, dia melihat istrinya sudah tampak bersemangat dan perempuan itu juga berbincang-bincang dengan Debora.

__ADS_1


"Sayang," ucap Amsterdam langsung menghampiri istrinya dan mengecup kening perempuan itu karena merasa sangat bahagia dan senang melihat istrinya yang sudah baik-baik saja dan kini kembali ceria.


"Kau dari mana saja?" Tanya Luna pada Amsterdam.


"Maaf, tadi ada sesuatu yang terjadi jadi aku harus menyelesaikannya segera." Ucap Amsterdam duduk di kursi sembari memegang tangan istrinya dan dia benar-benar lega melihat istrinya yang keadaannya mulai membaik.


Debora yang melihat bahwa kedua orang itu perlu waktu untuk bersama maka dia kemudian meninggalkan kedua orang itu dan pergi ke ruang tamu di mana semua orang sedang duduk di sana sambil berbincang-bincang.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Semua orang ketika melihat bahwa semua orang sedang sangat serius.


Mercy tersenyum melihat besarnya lalu dia kemudian bergeser dan membiarkan Debora duduk di sampingnya.


"Kami sedang membicarakan rencana pernikahan dan tanggal pernikahan untuk kedua anak kita setelah Luna


sembuh. Kami berencana memberikan kejutan untuk mereka berdua," ucap Mercy benar-benar membuat Debora merasa sangat senang dengan pembicaraan itu jadi dia ikut bergabung untuk merencanakan pernikahan kedua orang itu sebagai kejutan bagi mereka berdua.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2