Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
78


__ADS_3

Amsterdam sedang berusaha mencari Luna di semua kuil yang terdekat di ibukota ketika tiba-tiba saja ponselnya berdering yang memperlihatkan nama pemanggil adalah ibunya.


"Kalian di mana? Apakah istriku baik-baik saja?" Tanya Amsterdam dengan panik segera berlari keluar dari sebuah kuil untuk menaiki mobilnya.


"Kami,, datanglah ke rumah sakit xx ibukota!" Debora lalu dia langsung mematikan panggilan telepon itu sembari dia duduk di kursi tunggu menatap cemas ke arah ruang operasi.


Clarissa yang ada di sana merasa sangat kesal melihat kecemasan Debora, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya duduk di sana sembari menahan kekesalannya.


'Memang Apa gunanya cemas dengan perempuan itu? Tapi baguslah dia keguguran dengan begitu maka perceraian mereka akan cepat terjadi sebab Amsterdam tidak akan memikirkan lagi bayi yang dikandung oleh perempuan itu,' ucap Clarissa dalam hati meski dia sebenarnya bingung juga bahwa ternyata perempuan itu bisa hamil oleh Amsterdam.


Padahal, dia sendiri yang sudah mencoba berbagai cara untuk merayu pria itu sama sekali tidak bisa melakukannya bahkan ketika dia Coba menjebak pria itu dengan obat perangsang, namun Amsterdam tetap bisa menghindarinya.


Hal itu membuatnya bingung bahwa ternyata Amsterdam benar-benar mau tidur dengan perempuan itu dan bahkan melakukan hubungan yang bisa membuat perempuan itu menjadi hamil.

__ADS_1


Tap tap tap..


Tiba-tiba sebuah suara langkah kaki langsung membuat Clarissa dan juga Debora menatap ke arah sumber suara dan melihat bahwa ternyata yang datang ialah Vicky.


"Ada apa?" Tanya Vicky yang juga bingung Mengapa istrinya tiba-tiba menghubunginya dan cepat-cepat menyuruhnya datang ke rumah sakit.


Dia sangat cemas kalau perempuan itu mengalami sesuatu, tapi ternyata dia merasa lega menatap perempuan itu baik-baik saja. Tetapi dia juga bingung Siapa yang ada di dalam ruang operasi hingga membuat istrinya harus menunggu di depan ruang operasi.


Debora yang melihat suaminya datang, ia langsung berdiri menatap pria itu sambil berkata, "Aku ingin memberi sedikit pelajaran untuk perempuan itu supaya dia kapok dan cepat-cepat menggugat cerai Amsterdam, tetapi ternyata dia sedang hamil dan dia mengalami keguguran Karena kelelahan menaiki tangga yang ada di kuil."


Tetapi untungnya, suaminya memegangnya lalu membantunya untuk duduk hingga Debora dan Vicky kemudian duduk bersama dengan Amsterdam yang menatap marah pada ibunya.


"Apa yang kudengar barusan itu benar?? Ibu membawa dia pergi ke kuil hingga dia mengalami kelelahan dan keguguran?!" Tanya Amsterdam dengan wajah pria itu yang sudah sangat berubah karena Tentu saja dia merasa terpukul dan sekaligus merah mendengar berita dari ibunya.

__ADS_1


Depora Langsung menangis memeluk suaminya sembari perempuan itu berkata, "hikss,,, ibu sama sekali tidak tahu kalau dia hamil, kalau ibu tahu juga Ibu tidak akan memaksanya untuk menaiki ribuan anak tangga itu. Hiks,, hiks.."


Amsterdam yang melihat itu benar-benar terpukul hingga Dia kemudian berjalan ke arah dinding yang lain dan memukul dinding dengan keras.


Sementara Clarissa yang melihat Ketiga orang itu, dia benar-benar kebingungan Mengapa semuanya sangat sedih, bahkan Debora dan juga Vicky terlihat sangat sedih padahal seharusnya mereka senang karena sekarang bayi yang akan mempersulit mereka memisahkan Luna dan Amsterdam kini telah tiada jadi akan lebih mudah bagi mereka.


Sementara Vicky yang memeluk istrinya, pria itu berusaha menenangkan istrinya dengan mengusap punggung perempuan itu sambil berkata, "jangan khawatir, dia pasti baik-baik saja."


"Hiks,, hiks,, bagaimana ini??? Aku takut sekali,," ucap Debora dengan tubuh yang sangat gemetar karena dia kembali teringat akan adiknya yang dulu juga mengalami keguguran karena dia, tetapi dalam menjalani operasi perempuan itu akhirnya meninggal hingga dia merasa sangat trauma ketika dia kembali melakukan hal seperti itu pada orang lain.


Apalagi sekarang untuk kedua kalinya dia menjadi penyebab kematian dari seorang bayi yang belum lahir ke dunia.


"Tidak apa,, dia pasti baik-baik saja, dia pasti kuat, kau tidak boleh berpikiran negatif dan kita tunggu saja dokter selesai melakukan operasi," ucap Vicky yang jelas tahu kecemasan perempuan itu dan jelas tahu bagaimana traumanya perempuan itu atas apa yang terjadi.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2