Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
48.


__ADS_3

Setelah Amsterdam berbicara dengan ayah mertuanya bahwa mereka harus pergi pada pagi hari itu juga, maka sang ayah mertua langsung menyetujuinya karena Wahyu juga tahu bahwa pria itu sangat sibuk dengan bisnisnya.


Maka, kedua pengantin dibantu oleh orang-orang di sana untuk membereskan barang-barang mereka termasuk barang-barang kesayangan Luna yang tentunya harus dibawa oleh perempuan itu.


"Kak luna!!!" Tiba-tiba seorang gadis datang berseru menghampiri Luna sambil membawa dua buah koper besarnya.


"Kau diizinkan oleh orang tuamu untuk pergi?" Tanya Luna.


Gadis itu menggelengkan kepalanya, "aku tidak diizinkan, tapi aku kabur dari rumah dengan susah payah. Tapi Kak Luna pasti mengizinkanku untuk ikut bukan???" Ucap gadis itu langsung membuat Luna mengerutkan keningnya dan tentunya dia tak bisa membawa gadis itu ketika kedua orang tuanya tidak menyetujuinya.


Tetapi kemudian mercy datang menghampiri mereka, "lho,,, Inez juga mau ikut ke kota?" Tanya perempuan itu saat melihat Inez membawa dua koper besar di tangannya.


Inez langsung menganggukkan kepalanya, "iya Tante, jadi nanti tolong katakan pada ayah dan ibuku kalau aku sudah pergi bersama dengan Kak Luna dan suaminya," ucap ines sambil melemparkan senyum pada mercy.


Mercy yang mendengar itu kini terdiam di tempatnya, lalu beberapa saat kemudian dia berkata, "jadi ayah dan ibumu belum menyetujui keberangkatanmu?"

__ADS_1


Ines tertawa kecil, "he he... Bukan mereka belum menyetujuinya, Tapi kalau nanti Tante berbicara dengan mereka maka mereka pasti akan menyetujuinya." Ucap Inez.


Mercy yang mendengar itu tentu saja tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh ines, Karena bagaimanapun jika perempuan itu pergi tanpa persetujuan kedua orang tuanya, maka bisa jadi keluarga merekalah yang akan dimarahi oleh kedua orang tua sudah membawa dinas ke luar kota tanpa sepengetahuan mereka.


Oleh sebab itu, mercy berkata, "aku akan membicarakan ini dengan suamiku dulu, sekarang kalian duduklah dulu sambil menunggu semua persiapan keberangkatan kalian selesai."


Ucapan mercy langsung diangguki oleh ines dan Luna lalu kedua perempuan itu kemudian duduk bersama dan ini kembali lagi memohon pada Luna agar Luna membantunya supaya dia tetap diizinkan untuk pergi ke kota.


Sementara itu, mercy yang meninggalkan kedua orang itu langsung menghampiri Wahyu dan membisikkan sesuatu pada Wahyu yang saat itu sedang berbincang dengan beberapa orang pria yang merupakan kerabat mereka.


Keduanya memasuki kamar, lalu Wahyu langsung berkata, "apa katamu Kalau Putri kita akan membawa sepupunya?"


"Iya, sepertinya Inez tidak mau dijodohkan dengan pria yang bernama Sarimin itu, makanya dia memohon-mohon pada Putri kita supaya dia dibawa ke kota. Tapi sepertinya ayah dan ibu Inez tidak menyetujui kepergiannya ke kota makanya ines diam-diam meninggalkan rumahnya." Ucap mercy langsung membuat Wahyu menghela nafas dan dia menduga bahwa sebentar lagi kedua orang tua ini pasti akan datang ke tempat itu mencari putri mereka.


Dan benar saja, Wahyu belum mengatakan apapun saat keributan sudah terdengar dari luar, lalu keduanya kemudian keluar melihat orang tua ines yang sudah datang sambil membawa parang.

__ADS_1


"Ayah,, ibu," ucap ines dengan cemas saat melihat kedua orang tuanya yang datang.


"Kau,, anak gadis kurang ajar!!!" Teriak Ayah Inez sambil mendekati Inez dan menarik perempuan itu.


"Sampai kapan pun aku tidak akan mengizinkan putriku pergi ke kota bersama dengan Putri kalian!! Jadi jangan pernah menghasutnya lagi!!!" Ucap Ayah ines sambil menarik ines keluar dari tempat itu diikuti oleh istrinya dan semua orang yang melihat kejadian itu.


"Ayah,, hiks,, hiks,, hiks,,," ines menangis tersedu-sedu dan berusaha merontah agar dilepaskan dari ayahnya, tetapi tentu saja kekuatannya tidak cukup untuk mengalahkan kekuatan ayahnya yang bertubuh tinggi besar.


Luna yang melihat itu merasa sangat kasihan pada Inez, sebab dulunya dia juga berada di posisi gadis itu ketika dia dijodohkan dengan banyak sekali pria namun dia melakukan banyak sekali perlawanan hingga membuat pria-pria itu kapok menghampirinya.


Luna langsung menatap Ayah dan Ibunya, "ayah, Ibu, katakanlah sesuatu. Aku tidak tega dan melihat ines seperti itu, masa depannya akan hancur Jika dia menikah dengan pria yang salah." Ucap Luna langsung dijawab gelengan kepala mercy, karena tentunya mereka tidak bisa mencampuri urusan keluarga orang lain.


Sementara Wahyu, pria itu tampak menghela nafas dengan panjang lalu akhirnya dia berjalan mendekati ines yang telah diseret oleh ayahnya lalu pria itu kemudian berkata, "tidak baik menjadi tontonan seperti ini. Ayo bicara baik-baik dulu."


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2