Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
79


__ADS_3

Amsterdam cukup lama berada dalam kecemasannya sampai akhirnya lampu ruangan operasi yang berwarna merah kini berubah menjadi hijau, lalu beberapa saat kemudian seorang dokter ditemani beberapa suster keluar dari ruangan operasi.


Amsterdam yang melihat itu langsung menghampiri sang dokter yang tentunya dia mengharapkan kabar istrinya baik-baik saja.


"Operasinya berjalan dengan lancar, jadi sekarang pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan," ucap dokter itu langsung membuat Debora merah sangat lega dan perempuan itu menjadi lebih tenang.


Sementara Amsterdam, dia menatap sang dokter sambil berkata, "jadi,, Bagaimana dengan bayi kami?"


Dokter yang mendengarkan itu langsung memiringkan kepalanya sedikit lalu dia berkata, "bayinya tidak selamat."


Ucapan dokter benar-benar membuat Amsterdam semakin terpukul karena dia berharap mungkin saja di dalam ruang operasi terdapat sebuah keajaiban yang memungkinkan bayi mereka tetap selamat, tetapi pada akhirnya dia masih harus kecewa ketika mendengar ucapan dokter hingga pria itu langsung terduduk dan dia meramas rambutnya dengan amarah.

__ADS_1


Debora dan Vicky yang melihat itu merasa sangat menyesal karena tentunya sebentar lagi mereka akan memiliki seorang cucu tetapi karena keegoisan mereka maka cucu tersebut harus meninggal sebelum lahir ke dunia.


Sementara Clarissa yang ada di sana, dia yang melihat bahwa kedua orang tua Amsterdam tampaknya memperlihatkan sikap berbeda setelah mengetahui keguguran Luna menjadi sangat cemas di tempatnya.


'Ini gawat, jangan sampai mereka bersimpati pada Luna atas apa yang terjadi, dan melihat Amsterdam sangat terpukul, jangan sampai mereka takut memisahkan kedua orang itu,' ucap Clarissa dalam hati yang mana perempuan itu cepat-cepat memutar otaknya mencari cara agar dia bisa tetap bisa memisahkan Amsterdam dengan Luna.


Sementara itu, setiap orang suster kembali menghampiri mereka semua lalu suster itu memberitakan bahwa pasien akan segera dipindahkan ke ruang inap lalu diikuti oleh pintu kamar operasi yang terbuka dengan ranjang yang ditempati oleh Luna kemudian didorong keluar dari ruangan operasi.


Matanya berkaca-kaca dan hatinya terasa begitu sakit dan kacau melihat keadaan istrinya serta membayangkan anaknya yang telah tiada.


Sampai mereka tiba di ruangan VVIP, maka Amsterdam Langsung menangis tersedu-sedu sembari memegang tangan istrinya, dan dia benar-benar tak kuasa menahan kesedihannya hingga membuat kedua orang tuanya merasa tak sanggup melihat kejadian tersebut.

__ADS_1


Bahkan Debora Langsung menangis dipelukan suaminya karena tentunya dia kembali lagi teringat akan adiknya dan dia merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi pada Luna.


"Sebaiknya kita duduk di luar," ucap Vicky menuntun istrinya keluar dari ruangan itu sebab tentunya dia tahu bahwa jika semua orang menangis dalam ruangan itu maka akan mengganggu Luna yang sedang tertidur di tempat tidur.


Sementara Clarissa, perempuan itu menggertakkan giginya menatap Luna yang belum sadar, lalu dia kemudian mengikuti Vicky dan Debora keluar dari ruangan itu sembari duduk menggigit kukunya.


'Ini tidak boleh terjadi karena ayah dan ibu Amsterdam terlihat begitu bersimpati pada Luna dan Amsterdam terlihat begitu sangat mencintai Luna. Kalau begitu, satu-satunya cara yang bisa kulakukan ialah melenyapkan perempuan itu,' ucap Clarissa dalam hati sembari memikirkan cara bagaimana supaya dia bisa membunuh tanpa ketahuan.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2