
"Aku tidak percaya kalau foto itu asli, dan aku beritahu padamu kalau saat ini aku sedang mengandung anaknya Jadi kau tidak usah berpikir macam-macam bahwa kau bisa menipuku!!! Kau bisa berlagak di ruangan ini menjadi istri Amsterdam, tetapi sesungguhnya aku adalah calon istrinya yang sebenarnya, dan sebentar lagi kami juga akan memiliki seorang anak!!!" Ucap perempuan itu dengan wajah yang marah, lalu dia kemudian pergi meninggalkan ruangan dengan Luna yang akhirnya terdiam di tempatnya sambil meneteskan air matanya.
❤️❤️❤️
Dia yang tadinya membereskan foto di lantai pun kini merasa malas untuk melakukannya dan perempuan itu benar-benar sakit hati setelah mengetahui bahwa ada perempuan lain yang mengandung bayi dari suaminya dan bahkan perempuan itu ialah perempuan yang fotonya disimpan oleh suaminya di dalam kamarnya.
Maka, Luna kemudian hanya bisa terduduk lemas di tempatnya dan menangis selama beberapa menit sampai akhirnya dia menghapus air matanya dan keluar dari ruangan Amsterdam.
"Tolong antarkan aku kembali ke apartemen," ucap Luna pada seorang pria yang bertugas sebagai sopir mereka sementara Anggara menangani pekerjaan di kantor.
"Baik nyonya," ucap pria itu kemudian membawa Luna ke dalam lift lalu mereka kemudian meninggalkan kantor tersebut untuk kembali ke apartemen.
Selamat perjalanan, Luna terus menangis dan berusaha tidak bersuara agar sang supir tidak menyadari bahwa dia sedang menangis, tetapi tetap saja sang sopir bisa mengetahui kalau perempuan itu sedang menangis.
Maka sopir itu kemudian mengambil tisu dan memberikannya pada Luna, lalu secara diam-diam supir itu kemudian mengambil ponsel miliknya dan mengirim pesan pada asisten Amsterdam.
__ADS_1
*Tuan, Saat ini saya sedang mengantar Nyonya untuk kembali ke apartemen, tapi sepertinya Nyonya mengalami masalah karena dia menangis sepanjang perjalanan menuju apartemen,* ketik pria itu lalu dia kemudian mengirimkannya pada sang asisten sebelum fokus untuk kembali mengendara.
Setelah tiba di apartemen, Luna langsung menutup pintu dan perempuan itu bernapas legal ketika menyadari bahwa sepupunya yang juga pergi bekerja di kantor belum kembali ke rumah.
Maka cepat-cepat perempuan itu kemudian masuk ke kamar yang merupakan kamarnya dan Amsterdam lalu memeriksa segala sesuatu yang ada di sana.
"Pasti ada barang yang menunjukkan kedekatan kedua orang itu, dan aku yakin ada barang yang menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan dan terlebih bahwa perempuan itu sedang hamil," ucap Luna sembari terus menangis dan sesekali menyeka air matanya meski dirinya juga berusaha mencari barang bukti paling selingkuhan suaminya.
Setelah beberapa lama mencari namun tidak menemukannya di kamar mereka, maka Luna kemudian keluar dan melihat sebuah foto pernikahannya dengan Amsterdam yang menggunakan baju adat kampungnya telah dipajang di ruang tamu.
"Hiks,, hiks,, hiks,," perempuan itu tak tahu harus berbuat apa, karena pernikahan mereka belum cukup satu minggu dan sekarang dia sudah mengetahui bahwa seorang perempuan sedang mengandung anak dari suaminya.
Maka cukup lama menangis, Luna kembali lagi berdiri, berusaha membongkar barang-barang yang ada di rumah itu untuk mencari tahu jika ada barang-barang yang disembunyikan oleh suaminya di apartemen mereka.
Dan cukup lama mencari, akhirnya perempuan itu menemukan sebuah barang yang terjatuh di belakang lemari, sehingga perempuan itu berusaha mengambilnya, tetapi karena terlalu sempit dan barangnya terlalu dalam terjatuh maka perempuan itu tidak bisa menggapainya.
__ADS_1
Ketika dia sementara berusaha mengambil barang itu, tiba-tiba dia mendengar suara sandi pintu yang diinput oleh seseorang.
Bip bip bip...
Hal itu membuat Luna akhirnya berlari meninggalkan lemari tersebut dan dia masuk ke dalam kamar.
"Apa yang harus kulakukan?" Ucap perempuan itu sembari menghapus air matanya dan tentu saja dia tidak ingin dihina oleh suaminya ketika suaminya mengetahui bahwa dia menangis atas perselingkuhan pria itu.
Dan ketika dia melihat handle pintu yang diputar oleh seseorang, maka Luna yang menjadi panik akhirnya berlari ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar.
Air matanya kembali menetes lalu perempuan itu kemudian melihat shower dan pergi menyalakan shower agar suara air yang mengalir bisa meredam suara tangisannya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1