Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
57


__ADS_3

Sore hari akhirnya tiba, dan di dalam ruang kerja Amsterdam, Luna duduk di kursi kerja Amsterdam sambil membaca buku yang ada di tangannya.


Sesekali perempuan itu menatap foto pernikahannya dengan Amsterdam yang ternyata sudah dicetak oleh suaminya dan diletakkan di atas meja kerja pria itu.


Hal itu membuat Luna tak bisa menahan senyumnya sampai akhirnya dia tersenyum-senyum dan tak fokus lagi pada bacaannya.


Tok tok tok...


Tiba-tiba suara pintu yang diketuk membuat Luna terkejut, karena Amsterdam mengatakan bahwa tidak akan ada lagi orang yang masuk ke tempat itu selain Amsterdam.


Padahal, suaminya baru beberapa menit yang lalu hingga membuat perempuan itu kebingungan.


Tetapi karena berpikir bahwa Amsterdam mungkin ketinggalan sesuatu maka perempuan itu berjalan ke arah pintu dan membuka pintu ruangannya.


"Hai,," sapa seorang perempuan cantik yang ada di depan Luna.


Hal itu membuat Luna kebingungan Karena dia sudah mendengar dari suaminya bahwa tidak ada tamu lain lagi.

__ADS_1


Oleh sebab itu, Luna kemudian berkata, "Maaf, tapi pemilik ruangan ini sudah tidak ada, jadi kau bisa menelponnya saja jika kau memiliki keperluan."


Ucapan Luna membuat perempuan itu sedikit memiringkan kepalanya memperhatikan Luna dan menilai perempuan di depannya.


"Kalau begitu aku akan menunggunya," ucap perempuan itu sembari menerobos masuk membuat Luna kebingungan dengan sikap perempuan itu.


Tetapi ketika dia memperhatikan perempuan itu lebih detail maka dia langsung mengenali perempuan itu sebagai perempuan yang ada di foto yang pernah ia temukan di dalam kamar Amsterdam.


Hal itu membuat Luna sangat terkejut hingga dia kebingungan harus melakukan apa.


"Kau jangan hanya berdiri di situ, kemarilah dan temani aku duduk," tiba-tiba ucap perempuan itu langsung membuat Luna akhirnya menutup pintu dan dia berjalan menghampiri perempuan itu.


"Suami?" Tanya perempuan itu yang terkejut bahwa Luna menyebut Amsterdam sebagai suaminya, padahal setahunya bahwa Amsterdam belum menikah.


Luna kemudian tersenyum, "ahh, itu, kami belum mengadakan pernikahan di kota jadi belum ada orang di kota yang mengetahui bahwa kami menikah. Tapi pernikahan kami sudah diurus oleh ibu dan ayah mertuaku. Jadi mungkin sebentar lagi pernikahan kami akan dipublikasi kan." Ucap Luna dengan suara yang begitu polosnya.


Sementara perempuan yang ada di depan Luna yang mendengar itu kemudian mengerutkan keningnya sambil berkata, "kau tidak salah berbicara bukan? Setahuku Amsterdam itu tidak akan menikah dengan perempuan kampung seperti mu, dan aku bersama Amsterdam sudah kenal lama serta akan menikah dalam waktu dekat ini. Jadi kenapa kau malah datang mengaku-ngaku sudah menikah dengannya dan bahkan,,,, hah,, Aku tidak percaya kalau Amsterdam mengijinkanmu di sini. Kau pasti menyusup kemari untuk bisa duduk di sini bukan?!!!"

__ADS_1


Ucapan perempuan di depannya benar-benar membuat Luna seperti tersambar kilat hingga perempuan itu merasakan tubuhnya agak gemetar dan dia meramals pakaiannya dengan keras.


"Itu,, kami benar-benar sudah menikah, kalau kau tidak percaya kau bisa melihat foto pernikahan yang dipajang Amsterdam di meja kerjanya," ucap Luna dengan bibir gemetar karena tentunya dia juga sangat terkejut mendengar ucapan perempuan itu, tetapi sebagai perempuan yang juga terpandang di kampung, maka dia tidak kehabisan ide untuk berbicara meski Dia terlihat lemah di depan perempuan kota.


Perempuan yang ada di depan Luna yang mendengar ucapan perempuan di depannya hanya bisa mencibir lalu dia kemudian berdiri dan berjalan ke meja kerja Amsterdam.


Perempuan itu lalu melihat foto pernikahan Amsterdam dengan Luna yang menggunakan pakaian tradisional.


'Ini,,, dia benar-benar menggunakan pakaian seperti ini?' ucap perempuan itu memperhatikan fotonya dan kemudian dia membuangnya ke dinding hingga foto itu langsung pecah.


Brak!!


Luna yang melihat itu sangat terkejut hingga dia berdiri dan berjalan menghampiri foto itu serta membereskan pecahan-pecahannya yang telah tercecer di lantai.


"Aku tidak percaya kalau foto itu asli, dan aku beritahu padamu, kalau saat ini aku sedang mengandung anaknya. Jadi kau tidak usah berpikir macam-macam bahwa kau bisa menipuku!!! Kau bisa berlagak di ruangan ini menjadi istri Amsterdam, tetapi sesungguhnya aku adalah calon istrinya yang sebenarnya, dan sebentar lagi kami juga akan memiliki seorang anak!!!" Ucap perempuan itu dengan wajah yang marah, lalu dia kemudian pergi meninggalkan ruangan dengan Luna yang akhirnya terdiam di tempatnya sambil meneteskan air matanya.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2