Istri 1 Milliar Tuan Muda

Istri 1 Milliar Tuan Muda
77


__ADS_3

Luna yang mendengarkan Ibu mertuanya kemudian mengangkat wajahnya dan terlihat bahwa wajahnya sangat pucat sembari perempuan itu berbicara dengan suara yang sangat berat dan pelan, katanya, "ibu, aku sangat haus dan lapar, dapatkah Ibu membantuku mendapatkan min--"


"Apa?!!" Sela Debora, "kau memerintahkan orang yang lebih tua darimu untuk mendapatkan minuman dan makanan untukmu?!! Kau pikir kau siapa sehingga bisa memerintah aku?!" Kesal Debora kemudian dia melangkahkan kakinya bersama Clarissa untuk meninggalkan tempat itu.


🧃🧃🧃🧃


Sementara Luna yang melihat itu, dia terlalu lemas Tetapi dia harus kembali juga sehingga dia kemudian memaksakan dirinya untuk berdiri lalu berjalan ke arah beberapa anak tangga yang harus mereka lewati untuk kembali ke mobil mereka.


Tetapi, belum dua langkah berjalan Luna akhirnya tumbang ke tanah hingga mengejutkan semua orang yang ada di sana termasuk Debora dan Clarissa yang mendengar suara jatuhnya orang dari belakang mereka.


Dua orang itu langsung berbalik menatap Luna dan Debora sangat terkejut saat melihat darah keluar dari celah kedua kaki Luna dengan perempuan itu yang sudah tidak sadarkan diri.


"Ada yang pingsan!!!" Teriak salah seorang menghampiri Luna diikuti orang-orang yang lain yang ada di sana.


"Dia harus dibawa ke rumah sakit,!!" Ucap salah seorang ketika dia melihat Bagaimana darah keluar dari celah gaun Luna hingga membuatnya merasa begitu panik dan kasihan pada Luna.

__ADS_1


Seorang murid yang ada di sana kemudian berkata, "bahwa dia ke punggungku, biar aku yang membawanya turun!!"


Mendengar itu, maka para murid lain yang ada di sana langsung mengangkat Luna ke atas punggung pria itu dan Luna kemudian dibawa turun oleh sang murid hingga membuat Debora merasa sangat cemas dan dia takut sekali kalau anaknya mungkin akan sangat marah padanya jika mengetahui hal itu.


Tetapi Clarissa, dia tidak terlalu memperdulikannya, dan dia malah senang melihat perempuan itu terluka karena mungkin saja ada penyakit yang parah padanya hingga akan membuat perempuan itu tidak bisa lagi menjadi menantu keluarga berada sebab tentunya perempuan yang cacat bisa menularkannya pada pewaris keluarga Barada.


Oleh sebab itu, Clarissa kemudian berkata, "heh,, dia hanya mencari perhatian saja."


Tetapi Debora yang mendengarkan ucapan Clarissa kemudian berkata, "sebaiknya kita ikut turun dan memeriksa keadaannya, Amsterdam akan menjadi sangat marah pada ibu kalau dia mengetahui Dia terluka karena ibu."


Debora dengan panik menuruni tangga, karena tentunya dia membawa Luna hari itu hanya untuk memperlihatkan padanya bahwa dia tidak merestui perempuan itu menjadi menantunya supaya perempuan itu bisa tahu diri dan segera mengakhiri hubungannya dengan putranya, bukan untuk membuat perempuan itu terluka.


Sementara murid yang menggendong Luna, Karena dia sudah terbiasa melalui tangga itu setiap hari maka dia cepat sampai di bawah dan sebuah ambulans sudah datang menunggu mereka sehingga Luna langsung dibawa menuju rumah sakit terdekat.


Luna ditangani di oleh dokter yang ada di sana dan karena tidak tahu identitas perempuan itu sebab Luna tidak membawa satupun kartu identitasnya membuat mereka kebingungan harus menghubungi siapa untuk mendapatkan persetujuan melakukan tindakan yang berbahaya pada perempuan itu.

__ADS_1


Tetapi kemudian, Debora dan Clarissa yang sudah juga tiba di rumah sakit akhirnya menghampiri dokter yang menangani Luna.


"Kami membutuhkan anda untuk persetujuan operasi," ucap sang dokter menyerahkan sebuah dokumen pada Debora.


Sementara Clarissa yang mendengar tindakan operasi, ia menjadi sangat senang lalu perempuan itu kemudian menatap dokter sambil berkata, "Memangnya kenapa dia harus dioperasi?"


Sang dokter menatap 2 perempuan yang ada di depannya dengan tatapan prihatinnya lalu dia kemudian berkata, "kandungannya sudah tidak bisa lagi dipertahankan, Jadi kami akan--"


"Apa?!! Dia sedang hamil?!" Tanya Debora kini dengan wajah yang sangat panik dan pucat setelah mengetahui bahwa ternyata Luna sedang hamil.


Sang dokter menganggukkan kepalanya, "benar sekali, dan kandungannya tidak bisa lagi dipertahankan. Oleh sebab itu kami membutuhkan persetujuan untuk--"


"Dia hamil?!!" Sela Debora yang kembali bertanya sebab Dia masih benar-benar tidak bisa mempercayai bahwa ternyata perempuan itu sedang hamil dan dia sudah melukai perempuan itu hingga kandungannya harus digugurkan.


"Iya," jawab sang dokter benar-benar membuat Debora merasa pikirannya tidak tenang dan dia kesulitan untuk berbicara apapun lagi serta tidak lagi mendengar Clarissa yang berbicara padanya.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2