
Setelah keluar dari kamar Luna, Amsterdam langsung menelpon asistennya untuk menyiapkan gaun bagi calon istrinya dalam waktu 10 menit.
Setelah selesai menelpon, pria itu kemudian kembali mengetuk pintu kamar Luna.
Tok tok tok....
"Gaunmu akan tiba 10 menit lagi," ucap pria itu pada perempuan di dalam kamar.
"Terima kasih," jawab Luna dari dalam kamar lalu pria itu kemudian meninggalkan pintu kamar Luna.
Sementara Luna yang ada di dalam kamar, perempuan itu kembali duduk di ranjang dengan jantung yang berdegup kencang dan entah kenapa dia merasa tidak tenang setiap kali berbicara dengan Amsterdam.
Dia menunggu selama 10 menit lalu pintu kamarnya diketuk lagi oleh seseorang.
Tok tok tok...
Clek!
Luna langsung membuka pintu kamar itu dan melihat Amsterdam berdiri di depan pintu kamarnya sambil memegang sebuah paper bag yang ditebak Luna berisi sebuah gaun untuknya.
__ADS_1
"Gunakan gaun ini," ucap Amsterdam diangguki oleh Luna lalu perempuan itu mengambil paper bag dari tangan Amsterdam dan menutup pintu kamar.
Setelah pintu kamar ditutup, perempuan itu langsung membuka paper bag-nya dan melihat sebuah gaun berwarna putih yang tampak sangat cantik.
Perempuan itu tersenyum melihat gaun itu dan dengan cepat-cepat dia menggunakan gaun itu.
"Wah,, ini gaun terindah yang pernah kukenakan selama aku hidup," ucap Luna sambil berputar-putar di depan cermin dengan perasaan yang begitu senang.
Perempuan itu masih menikmati keindahan dirinya dalam balutan gaun pemberian Amsterdam ketika pintu kamarnya tiba-tiba dibuka tanpa permisi.
Maka Luna langsung berbalik ke arah pintu dan melihat ibunya yang berdiri di ambang pintu.
"Calon ayah dan ibu mertuamu sudah menaiki lift untuk datang kemari, cepat keluar dan sambut mereka dengan baik!!!" Tegas mercy langsung diangguki oleh Luna lalu perempuan itu kemudian memperbaiki sedikit rambutnya dan keluar dari kamar.
Begitu keluar dari kamar, Luna langsung melihat Amsterdam yang juga sudah menggunakan sebuah pakaian yang layak untuk ketemuan keluarga, dan ayahnya pun menggunakan pakaian jas.
"Ayah terlihat tampan," ucap Luna mendekati ayahnya dan menyentuh jas ayahnya yang terlihat sangat mahal.
Amsterdam yang melihat itu hanya bisa menghela nafas karena sebenarnya dia juga menginginkan pujian dari perempuan itu.
__ADS_1
Sementara Wahyu yang dipuji oleh putrinya, pria itu segera berkata, "Ayah tahu kau tidak mengatakan itu untuk ayah.
Kau pasti mengatakannya untuk calon suamimu, tapi merasa malu pada calon suamimu, Jadi kau malah berbicara pada ayah bukan?"
Ucapan ayahnya langsung membuat Luna menatap ke arah Amsterdam dan melihat pria itu menatapnya juga hingga membuat Luna menjadi malu.
Perempuan itu kemudian memukul dada ayahnya dengan pelan sambil berkata, "aku mengatakannya dengan serius untuk ayah, tapi kalau ayah tidak percaya ya sudah!!!"
Setelah berbicara, Luna kemudian meninggalkan ayahnya dan melihat ibunya yang sudah keluar dari kamar dengan perempuan itu juga sudah berganti pakaian.
"Ibu membawa kebaya, tapi kenapa ayah tidak memakai batik?" Tanya Luna yang merasa bingung.
"Ahhh,,, ayahmu ingin bergaya seperti orang kota, makanya dia menyuruh Amsterdam untuk memberikannya sebuah jas!" Ucap mercy sambil menoleh ke arah suaminya lalu perempuan itu kemudian menarik Luna.
"Biarkan saja ayahmu, sekarang ayo kita sambut calon mertuamu di depan pintu," ucap perempuan itu diikuti oleh Luna hingga keduanya kemudian berdiri menunggu Bell apartemen ditekan oleh seseorang.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1