
"Ayah, di mana Ibu?" Tanya Luna.
"Dia sedang pergi ke tetangga membawa makanan, Apakah kau memerlukan sesuatu?" Tanya Wahyu sambil melihat putrinya dengan Amsterdam ya jangan juga melihat perempuan yang hanya menonggolkan kepalanya dari balik pintu.
"Ahh, iya, tapi nanti saja kalau Ibu sudah kembali." Jawab Luna yang tentunya tak bisa meminta tolong pada kedua orang itu sebab Dia malu.
Tetapi, Wahyu berkata, "tidak apa-apa, ada Amsterdam di sini yang membantumu."
🌺🌺🌺
Amsterdam langsung menganggukkan kepalanya lalu pria itu berdiri dan berjalan ke arah kamar Luna membuat Luna menjadi panik.
"Itu,, anu,, aku baik-baik saja," ucap Luna berusaha mencegah pria itu, tetapi Amsterdam tetap menerobos masuk ke dalam kamar.
"Aku sudah diperintahkan untuk membantumu, Jadi apa yang bisa kulakukan?" Tanya Amsterdam sembari menutup pintu kamar dengan tatapan pria itu tertuju pada Luna yang sedang menyembunyikan punggungnya ke dinding.
"Itu,, aku," Luna menggigit bibir bawahnya karena merasa ragu untuk mengatakan Apa yang hendak ia minta tolong pada pria itu.
__ADS_1
"Jangan malu, katakan apa yang bisa ku bantu," ucap Amsterdam dengan suara yang lembut akhirnya membuat luna5 kemudian berbalik memunggungi pria itu.
"Resleting ku," ucap Luna sembari mengangkat rambutnya yang menutupi punggungnya hingga membuat punggung mulus perempuan itu terpampang di depan Amsterdam.
Meski Amsterdam sudah biasa melihat pemandangan seperti itu dari perempuan-perempuan seksi yang biasa menemani mereka di bar, tetapi saat ini situasinya sangat berbeda.
Jika biasanya dia biasa-biasa saja melihat hal seperti itu, namun sekarang dia menjadi tegang dan sesuatu dorongan aneh dalam hatinya membuatnya harus berusaha mengontrol dirinya semaksimal mungkin.
Apalagi ketika dia sudah mendekatkan tangannya untuk menyentuh resleting pakaian perempuan itu, dia merasakan aliran darahnya yang tak pernah ia rasakan ketika bersama perempuan lain bahkan perempuan yang tampak lebih seksi dari Luna.
Luna pun berada dalam ketegangannya, ingatannya tentang apa yang terjadi pada malam yang ia lalui bersama Amsterdam membuatnya semakin gugup, tetapi perempuan itu berusaha bersikap tenang, karena di luar ada ayahnya yang akan langsung membantunya jika pria itu macam-macam terhadapnya.
"Ini agak keras," ucap Amsterdam ketika dia berusaha menarik resletingnya ke atas tetapi ternyata resleting itu benar-benar macet.
"Ahh, Coba tarik kuat-kuat," ucap Luna.
Amsterdam langsung mengikuti instruksi perempuan itu dengan menarik resletingnya kuat-kuat, tetapi yang terjadi malah di luar dugaan.
__ADS_1
Srek!!!
Amsterdam menghentikan gerakan tangannya saat ia melihat dia bukannya membantu perempuan itu, Tetapi malah menambah masalahnya sebab resleting itu malah menjadi rusak.
"Ada apa?" Tanya Luna sambil memutar kepalanya berusaha menatap pria di depannya setelah ia menyadari ada sesuatu yang salah.
"Ini,, aku merusak resletingnya," ucap Amsterdam merasa bersalah pada perempuan itu.
Tetapi Luna tersenyum sambil berbalik menatap pria itu, "jangan khawatir, masih ada gaun lain." Ucap Luna sambil berjalan membuka paper bag yang dibawakan oleh ibunya, namun ketika dia melihatnya ternyata yang di dalamnya bukanlah gaun, melainkan sebuah selendang.
"Ah,,, sepertinya Ibu tidak membeli gaun cadangan," ucap Luna yang saat itu dia juga tahu bahwa semua pakaiannya yang ia bawa dari kampung telah hilang gara-gara dikejar preman di kota Moko.
Melihat itu, maka Amsterdam menjadi semakin merasa bersalah karena dia bahkan tidak ingat untuk menyediakan pakaian bagi perempuan itu.
"Jangan khawatir, aku akan menelpon asistenku supaya dia cepat membeli gaun baru untukmu," ucap Amsterban kemudian keluar dari kamar meninggalkan Luna yang kini menghela nafas di tempatnya.
"Hah,, Ternyata dia memang tidak macam-macam," ucap Luna yang mana perempuan itu kini merasa bersalah karena sempat menuduh Amsterdam sebagai pria yang tidak baik.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️