
Akhirnya, ketiga orang yang terus berjalan ke puncak kini tiba juga di puncak dan keringat membasahi sekujur tubuh Luna hingga perempuan itu langsung runtuh di sebuah kursi yang terletak di sana dan dia berusaha mengatur nafasnya supaya dia tetap tenang.
Clarissa dan Debora yang melihat itu langsung menggertakan giginya dan meski Clarissa juga merasa sangat lelah dan merasa kesal pada Debora, tetapi perempuan itu tetap menahan dirinya dan berpura-pura kuat di depan calon ibu mertuanya.
Sehingga, Debora yang ada di sana berpikir bahwa Clarissa baik-baik saja dan hanya perempuan yang ada di depan mereka yang tampaknya terlalu lemah atau hanya berpura-pura lemah saja.
"Tinggalkan saja dia di sini, kita harus cepat-cepat berdoa supaya nanti bisa makan siang," ucap Debora kemudian pergi meninggalkan Luna sendirian dengan Luna yang sudah tidak kuat lagi berjalan karena kakinya terasa bengkak dan dia merasa sangat kesakitan pada kakinya.
Seorang pria yang tadi mengingatkan Luna tentang sendalnya Yang tertinggal bisa melihat bahwa Luna berada dalam kondisi yang tidak fit, jadi pria itu kemudian mendekati Luna dan meletakkan sebuah minuman herbal di samping perempuan itu.
__ADS_1
"Ini adalah minuman herbal yang dibuat oleh para murid yang ada di sini, cobalah itu Dan mungkin bisa sedikit meredakan rasa lelahmu," ucap pria itu langsung diangguki oleh Luna dan Luna melihat bahwa pria itu kemudian pergi meninggalkannya.
Karena merasa bahwa niat pria itu sangat baik terhadapnya, maka Luna kemudian mengambil minuman itu dan meminumnya, dan dia benar-benar merasa segar meski tentu saja kakinya yang terasa sakit dan bengkak tidak akan sembuh hanya dengan meminum minuman itu.
Tetapi, dia tidak berniat untuk berdiri mencari Ibu mertuanya dan dia hanya duduk di sana sampai akhirnya Clarissa dan Debora selesai berdoa.
"Ibu, Bagaimana dengan perempuan yang ada di sana?" Tanya Clarissa melihat ke arah Luna yang mana perempuan itu tampak terus terduduk diam di tempatnya seolah-olah bahwa dia tidak memiliki tenaga lagi untuk bergerak meskipun hanya berpindah satu inci dari tempat ia duduk.
Ucapan Ibu mertuanya langsung membuat Clarissa tersenyum senang lalu dia kemudian pergi bersama perempuan itu ke dalam sebuah ruangan yang disiapkan di tempat itu, dan mereka makan siang bersama meski sebenarnya Clarissa merasa bahwa kakinya begitu sakit dan ingin patah saja setelah mendaki ribuan anak tangga.
__ADS_1
Setelah kedua orang itu makan siang, Mereka kemudian keluar dari tempat itu dan menghampiri Luna yang masih terus duduk di tempatnya dengan keringat memenuhi sekujur keningnya.
"Kau ini, Ayo cepat berdiri karena kita harus kembali!!!" Ucap Debora dengan tegas yang merasa kesal pada perempuan yang ada di depannya.
Luna yang mendengarkan Ibu mertuanya kemudian mengangkat wajahnya dan terlihat bahwa wajahnya sangat pucat sembari perempuan itu berbicara dengan suara yang sangat berat dan pelan, katanya, "ibu, aku sangat haus dan lapar, dapatkah Ibu membantuku mendapatkan min--"
"Apa?!!" Sela Debora, "kau memerintahkan orang yang lebih tua darimu untuk mendapatkan minuman dan makanan untukmu?!! Kau pikir kau siapa sehingga bisa memerintah aku?!" Kesal Debora kemudian dia melangkahkan kakinya bersama Clarissa untuk meninggalkan tempat itu.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️