
Tetapi ketika dia membayangkan pria itu harus tidur di kursi kecil yang Bahkan tidak muat dengannya, maka dia juga merasa sedih untuk pria itu sehingga Luna dengan terpaksa menganggukkan kepalanya.
Melihat ambilkan kepala istrinya, maka Amsterdam langsung tersenyum dan cepat-cepat naik keranjang sebelum perempuan itu berubah pikiran.
"Kalau begitu, Ayo kita tidur," ucap Amsterdam sambil menepuk-nepuk bantal yang ada di sampingnya supaya perempuan itu cepat-cepat tidur.
💮💮💮
Sangat gugup, tetapi Luna akhirnya memberanikan diri menyingkap selimut lalu dia juga ikut tidur di kasur.
Melihat istrinya yang sangat gugup, maka Amsterdam tidak berani menyentuh perempuan itu dan dia Hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar dan berkata, "Bagaimana kalau kita kembali ke kota Besok pagi?"
Ucapan suaminya langsung diangguki oleh Luna, "iya," jawab Luna yang jelas tidak ingin berlama-lama di kampung, sebab dia takut bahwa kehamilannya akan diketahui oleh orang-orang kampung yang akan mempermalukan kedua orang tuanya.
Beberapa saat kemudian ketika mereka terdiam, Luna kembali teringat dengan sepupunya yang meminta di bawa ke kota, jadi perempuan itu kemudian berbalik menatap Amsterdam, "Apakah boleh membawa satu orang lagi bersama kita?" tanya Luna membuat Amsterdam bingung tentang siapa yang akan dibawa oleh perempuan itu.
__ADS_1
Jadi dia kemudian ikut miring juga menghadap istrinya hingga mengejutkan Luna karena mereka kini sangat dekat berhadapan dan bahkan berada dalam satu selimut.
"Siapa yang mau ikut bersama kita?" Tanya Amsterdam.
Luna agak khawatir Kalau pria itu tidak menyetujuinya, tetapi perempuan itu tetap berkata, "Itu,, dia adalah sepupu, dia sangat ingin ikut ke kota karena tidak ingin dijodohkan dengan seorang pemuda desa. Pemuda desa itu sangat buruk, Dia sangat suka bermain perempuan dan juga sangat suka berjudi dan minum-minum."
Amsterdam yang mendengar itu sangat terkejut, karena dia pun ialah pria yang sangat suka minum-minum di bar apalagi ketika ada pertemuan, dan Dia juga sering ditemani oleh wanita-wanita meski dia tidak sama sekali tidak menyentuh wanita itu.
Tetapi wanita-wanita itu hanya ia sediakan untuk para orang-orang yang berbisnis dengannya, karena para pebisnis yang berada bersamanya sangat suka dengan wanita-wanita.
Jadi, dengan ragu-ragu Amsterdam berkata, "itu,, Apakah kau juga tidak menyukai pria yang seperti itu?"
Dengan cepat Luna menganggukkan kepalanya, "3 hal itu tidak menguntungkan, dan semuanya itu sangat buruk untuk kesehatan. Itu,,, kau tidak melakukannya kan?" Tanya Luna.
Amsterdam kebingungan harus menjawab apa, karena dia tidak ingin membohongi perempuan itu sebab takutnya nanti mungkin saja perempuan itu akan mengetahui bagaimana caranya saat berada di luar, jadi Amsterdam menghilangkan nafas dan berkata, "itu,,, aku melakukannya karena bisnis."
__ADS_1
Ucapan suaminya benar-benar membuat Luna tidak mengerti dengan pria itu, bagaimana hal itu bisa berhubungan dengan bisnis?
Jadi dengan gugup, Luna berkata, "itu,, Bagaimana bisa kau berbisnis saat kau bermain dengan perempuan dan hanya berjudi serta main mabuk-mabukan?"
Luna merasa gugup untuk mendengarkan jawaban pria itu, dan tentu saja dia merasa takut bahwa dia sudah menikahi pria yang salah yang akan membawanya hidup dalam pernikahan yang tak ada bedanya dengan neraka.
"Itu,,, jadi, para kolega bisnisku, ,, mereka menyukai perempuan, sehingga saat kami bertemu akan ada beberapa perempuan yang bersama-sama dengan kami. Tapi aku tidak menyentuh mereka, dan aku juga tidak minum sampai mabuk, serta aku hanya berjudi sesuai porsinya saja. Kau Jangan cemas, aku tidak melakukan yang berlebihan seperti yang dilakukan oleh pria kebanyakan.
"Ahh,, sepupumu yang mau ikut bersama kita, tidak masalah jika dia ikut. Tapi aku tidak mau dia tinggal bersama kita." Ucap Amsterdam yang tentunya tidak ingin ada tambahan orang di dalam rumah mereka, karena tentunya dia hanya ingin berduaan saja dengan istrinya, bukan ditambah lagi satu orang yang akan mengganggu kebersamaan mereka.
Luna menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu kembali tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamar, 'benarkah yang ia katakan? Melakukan semua itu untuk berbisnis?' ucap Luna dalam hati yang merasa ragu, tetapi perempuan itu tetap berusaha mempercayainya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1